SUPER JUNIOR’S TRIP – EUNHYUK PART

Di dorm lantai 11 terdengar sangat ribut sekali. Walaupun hanya ada 5 orang disana, tapi smua ingin mengemukakan pendapatnya.

Yesung : “Bagaimana kalau ke Jepang saja?”
Leeteuk : “Jangan!! Kita sudah sering kesana. Bagaimana kalau India?”
Wookie : “Kurang jauh Hyung! Bagaimana kalau ke Eropa? Ke Inggris saja.”
Eunhyuk : “Yak Wookie, apa maksudmu kurang jauh? Apa perlu sekalian aku ke kutub utara??”
Sungmin : “Jika kau sanggup bertahan, kenapa tidak?”
Eunhyuk : “Jezz, aku yg akan berlibur, tapi kenapa kalian yg ribut-ribut?”
Leeteuk : “Paling tidak selama kau pergi disini tidak akan ribut lagi.” ucap Leeteuk sambil terus melihat ke arah peta.
Wookie : “Bukankah diantara kita Leeteuk hyung yg paling berisik ya?”

Leeteuk melepaskan pandangannya dari peta dan menatap sinis ke arah Wookie.
Leeteuk : “Dasar anak polos.”

Tiba-tiba seluruh ruangan dikejutkan oleh suara Sungmin.
Sungmin : “Ne, sempurna!”

Eunhyuk : “Sungminie, perlukah kau berteriak? Jantungku rasanya akan melompat keluar.”
Yesung : “Apanya yang sempurna?”
Sungmin : “Norwegia!”
Leeteuk : “Maksudmu??”
Sungmin : “Tempat liburan untuh Hyukie.”
Eunhyuk : “Hey, kenapa harus Norwegia?”
Sungmin : “Karna kau sudah pernah pergi ke Paris, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Norwegia, mumpung sekarang masih musim dingin.”
Wookie : “Hubungannya apa Hyung?”
Sungmin : “Karna kau bisa melihat aurora.” ucap Sungmin sambil memperlihatkan foto aurora yg diperolehnya di internet.

Eunhyuk terus memandang kearah gambar aurora tersebut, warna hijaunya benar-benar menarik perhatian Hyukie. Aurora tersebut sangat indah dan mempesona.

Sungmin : “Aurora tersebut hanya bisa dilihat di Norwegia bagian utara pada saat musim dingin, dan sekarang masih musim dingin. Jadi kau masih punya kesempatan untuk melihatnya.”

Kemudian semua matapun tertuju pada gambar aurora yg dipegang oleh Hyukie. Dan semua terpaku akan keindahan aurora tersebut.

Wookie : “Yesung hyung, ayo bantu aku! Tiba-tiba aku ingin membuat lagu.” dan tanpa basa-basi Wookie lalu menarik Yesung ke kamarnya.

Leeteuk : “Jadi bagaimana Hyukie??”
Eunhyuk : “Ok, aku suka ide Sungmin. Nampaknya Norwegia bukan ide yg buruk.”
Sungmin hanya tersenyun, namum ia berkata di dalah hati.
Sungmin : “Padahal sesungguhnya aku yg ingin kesana >_<”

***

Keesokan harinya di Bandara Incheon.
Kangin : “Eunhyukie, maafkan kami karna tidak bisa merayakan hari ulang tahunmu ini.”
Shindong : “Ya, paling tidak kami tetap memberi mu hadiah kan?”
Kyuhyun : “Yak, hyung, kenapa kau menangis?”
Eunhyuk : “Aku sedih karna harus meninggalkan kalian. T.T”
Leeteuk : “Apa kau berencana tidak akan kembali dan menjadi manusia es disana?”

Hyukie masih saja menangis.

Eunhyukie : “Jika kalian merindukan aku, kalian bisa langsung menelponku.”

“Plakkk!!” sebuah pukulan mendarat ke kepala Hyukie.

Heechul : “Banyak omong kau! Sudah sana masuk, bisa-bisa kau ketinggalan pesawat!”
Donghae : “Ingat! Supaya tidak tersesat, lebih baik kau menyewa jasa pemandu wisata, dan jika pulang jangan lupa belikan kami oleh-oleh. . .”
Kangin : “Tapi jangan oleh-oleh dari dongdaemun!”
Eunhyuk : “Yak, itu benar-benar oleh-oleh dari Paris!”
Leeteuk : “Aishh!!! Ka! Ka!! Sebentar lagi pesawatnya akan take off. Sesampainya disana kau harus langsung menelpon.”
Eunhyuk : “Baik hyung.” ucapnya sambil mengangguk.

Dan akhirnya hanya lambaian tangan member yg lain, kecuali Kibum (karna masih sibuk shooting), Siwon (biasa lah, lagi shooting OML), dan Hankyung (yg lagi jalan-jalan ke Amerika), yg mengantarkan kepergian Eunhyukie untuk pergi berlibur ke Norwegia.

Sesampainya di Norwegia, Eunhyuk tak langsung nenuju kawasan utara Norwegia. Karna ia mempunya waktu liburan selama satu minggu, maka ia berencana memulai perjalannya dari Norway bagian selatan yg memiliki suhu udara yg lebih hangat dan menjadikan Norway bagian utara tempat dimana ia akan melihat aurora menjadi perhentian terakhirnya.

Kemudian Hyukie pun mencari hotel untuk tempat menginap.
Eunhyuk : “Hei, disini tak akan ada yg mengenaliku, untuk apa aku membuang uangku untuk menginap di hotel yg mahal? Aku akan mencari hotel yg biasa saja ah.” (dasar Eunhyuk mang pelit >_<)

Dan ketika ia turun dari taxi yg membawanya, ia memperhatikan seorang gadis.
Eunhyuk : “Nampaknya ia juga wisatawan dari Asia. Melihat dari tinggi badannya yg hanya berkisar 160 cm, kulit yg putih, rambutnya yg hitam, matanya yg juga hitam dan sipit, jika ia tidak berasal dr Asia timur, mungkin ia berasal dr Asia tenggara. Hmmm. . . . Jika aku bisa pergi bersamanya, aku bisa menghemat biaya perjalanan.

(hemat ato pelit Hyuk??).”

Setelah beberapa langkah menuju ke tempat gadis tersebut, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya dan kembali berfikir.

Eunhyuk : “Tidak bisa seperti ini. Bagaimana kalau dia berasal dari Korea juga dan mengenali ku? Bisa-bisa esok aku akan dikejar para netizen karna menginap di hotel seperti ini. Aiishhh!!! Oh, bagaimana kalau dia ternyata adalah seorang ELF? Bisa-bisa aku habis dicubitin sama mereka. (pengalaman menyeramkan di bandara Vietnam).”

Eunhyuk pun akhirnya mendapatkan sebuah jalan keluar setelah dua buah burgeg habis di tangannya.

Eunhyuk : “Baiklah, kalau begitu aku akan pura-pura lewat di depannya. Dan jika dia tak mengenaliku, aku aman disini. ^^ ”

Kemudian Hyukie pun berjalan melewati gadis tersebut. Namun gadis tersebut hanya melihat sekilas kearahnya.

Eunhyuk : “Hmmm….. Sepertinya ia tidak mengenaliku. Baguslah kalau begitu (:

Eunhyuk : “Hai.” sapa Eunhyuk.
Gadis : “Hai.”
Eunhyuk : “Apakah kau wisatawan juga?”

Gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum.

Eunhyuk : “Perkenalkan, namaku Eunhyuk, aku berasal dari Korea.”
Gadis : “Namaku Esta, aku berasal dari Jepang?”
Eunhyuk : “Nama yg aneh untuk seorang gadis Jepang. Tapi wajahmu memang menunjukkan bahwa kau adalah gadis dari Asia.”
Esta : “Ah, ayahku adalah orang Inggris dan ibuku adalah orang Jepang.”
Eunhyuk : “Oh, jadi begitu. Hmmmm. . . . Apakah kau berlibur sendiri?”
Esta : “Hai. Kau juga sendiri?”
Eunhyuk : “Hai. Kemanakah arah tujuan wisatamu?”
Esta : “Aku akan mulai dari selatan hingga ke utara. Aku ingin melihat aurora yg menjadi akhir perjalananku di Norwegia ini.”
Eunhyuk : “Ah, kebetulan sekali, aku juga punya niat yg sama. Jd, bagaimana kalau kita pergi bersama-sama?”

Akhirnya Eunhyuk dan Esta memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama-sama. Dan Esta sangat senang dengan hal tersebut.

(hayoo. . . . Padahal mereka baru pertama kali ketemu, koq Esta seneng banget bisa pergi sama Eunhyuk? Apa Esta jatuh cinta pada pandangan pertama?)

***

Norwegia adalah negara yg indah. Banyak tempat wisata alam yg menarik untuk dikunjungi. Hutan, cagar alam, air terjun, danau, pegunungan, dan aurora tentunya.

Mereka pun pergi bersama-sama ke beberapa tempat seperti

Avdal Vestfjel

Ceko Jettergryter Giant

Kjosfossen Terjun


Ini adalah air terjun yang mengalir relatif liar, air mengalir deras dengan batu setempat.

Lavangen


Lavangen adalah sebuah desa kecil di Norwegia. Terletak di dekat fjord Lavangen di Troms County. Matahari tengah malam dapat dilihat di sini antara Mei 20 dan 20 Juli.

Oslo Opera House

Bangunan rendah dari marmer putih, dengan  tiga ruang opera. Ruangan terbesar mampu menahan lebih dari 1.300 penonton. Memiliki bentuk khas dan bahan-bahan alami mendominasi yang mendominasi bangunannya.

Snøhetta

Snøhetta adalah puncak gunung tertinggi di Norwegia Dovrefjell . Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Dovrefjell .

Tusenfryd

Tusenfryd adalah taman hiburan yang paling banyak dikunjungi di Norwegia. Tempat ini  terletak di pedesaan yang indah sekitar 20 kilometer sebelah selatan ibukota Oslo, Akershus. Daya tarik utama dari taman ini adalah Thundercoaster yang merupakan roller coaster kayu terbesar di seluruh Eropa Utara. Wisata jalan yang digunakan sangat menarik juga terdapat berbagai atraksi untuk anak-anak dan orang dewasa, terdapat juga toko-toko dan restoran.

Air terjun Voringfoss

Akhirnya, sampailah mereka pada tujuan akhirnya, melihat keindahan aurora di Norwegia bagian utara. Mereka berdua duduk di pingir danau sambil membawa segelas kopi hangat dan menghangatkan diri di sisi api unggun bersama wisatawan lain yg rata-rata berasal dari jepang.

Ya, tiap tahun di musim dingin, banyak wisatawan yg berasal dari Jepang datang ke Norwegia untuk sekedar melihat keindahan Aurora yg memang hanya tampak pada saat musim dingin.

Eunhyuk : “Esta lihat, itu auroranya!”

Nampaklah cahaya hijau bergerak dilangit malam itu.

Esta : “Benar-benar indah. Tidak sia-sia aku berkunjung kemari.”
Eunhyuk : “Memang sangat indah.”
Esta : “Oppa, ayo kita foto bersama.”

Kemudian Esta meminta seorang wisatawan lain mengambilkan gambarnya dengan Eunhyuk.

Esta : “Aku akan menyimpannya sebagai kenang-kenangan oppa. Ah, sayang sekali besok kita harus pergi.”

***

Keesokan harinya dibandara.

Eunhyuk : “Terimakasih karna sudah mau menemaniku selama disini.”
Esta : “Harusnya aku yg berterimakasih oppa.”
Eunhyuk : “Sebentar lagi pesawat mu akan take off, bergegaslah kau masuk ke dalam pesawat.”
Esta : “Oppa, berapa lama lagi pesawat mu akan take off?”
Eunhyuk : “Sekitar satu jam lagi.”
Esta : “Kau pasti akan bosan selama menunggu. Apakah kau membawa ipod?”
Eunhyuk : “Hehehehehe. . . . . Aku lupa membawanya.”
Esta : “Kalau begitu kau pake saja ini.” ucap Esta sambil menyerahkan sebuah ipod berwarna shapire blue kepada Eunhyuk.
Esta : “Kau ambillah ini sebagai kenang-kenangan.”

Lalu Esta pun segera berlari sambil melambaikan tangannya kepada Eunhyuk. Dan Eunhyuk pun kemudian memutar ipod yg diberikan oleh Esta, dan berapa terkejutnya ia mendengar sebuah rekaman yg dimasukkan Esta ke dalam ipod tersebut. Dengan backsound Super Junior – Sorry, Sorry answer terdengar suara Esta.

Esta : “Eunhyukie oppa, maafkan aku yg tak jujur mengatakan bahwa aku adalah seorang ELF karena aku tak mau melepaskan kesempatanku untuk dekat dengan mu. Terimakasih untuk kebersamaan kita selama 1 minggu ini. Saranghaeyo oppa. Super Junior Hwaitin.”

Eunhyuk pun hanya tersenyum sambil berkata,
Eunhyuk : “Argh, kenapa aku selalu mudah tertipu.? Apakah aku sebodoh itu.? Hehehe. . . . Nado kamsahamnida Esta.”

SUPER JUNIOR’S TRIP – KANGIN’S PART

“rrrgggggttttt…… rrrgggggttttt……!!!!!”

Suara getar handphone milik Leeteuk. Ia pun kemudian membaca sebuah pesan yang baru saja sampai di handphonenya.

“Hyung, aku bosan tinggal disini dengan kondisi seperti ini. Aku lebih baik pergi berlibur saja. Aku ingin merefresh otak ku.”

Stary                : “Dari siapa itu oppa???”

Leeteuk            : “Kangin.”

Stary                : “Ada apa dengan Kangin oppa???”

Leeteuk            : “Kau tak perlu khawatir, tidak ada hal yang terjadi dengan Kangin.” Ucap Teukie sambil menyuapkan sesendok penuh es krim vanilla ke mulutnya.

Leeteuk            : “Ia hanya ingin pergi berlibur.”

Stary : “Apa?? liburan?? Wah, enak sekali Kangin oppa. Kira-kira, kapan kita bisa dapat liburan juga ya oppa??”
Leeteuk : “Entahlah, sepertinya kita juga butuh waktu untuk berlibur. Tapi sayang, jadwal kita terlalu padat.”

***

Di tempat lain di sebuah bandara di Mexico, Kangin sedang menunggu sebuah taxi yg akan mengantarnya ke hotel.

Dan ketika Kangin masuk ke dalan taxi, tiba-tiba seorang wanita masuk juga ke dalam taxi tersebut.

Kangin : Hai nona, apa yang kau lakukan? Ini taxi ku, dan aku harus bergegas pergi.” ucap Kangin sedikit berteriak.
Nona : “ssstttthhh!!!!” ia pun membekap mulut Kangin dengan tangannya.
Kangin : “Hey, apa-apaan kau ini??”

Kemudian datanglah seorang pria dengan muka yg beringas dan postur badan yg tinggi.
Sepertinya dia bukan orang baik-baik. Ia pun membuka pintu taxi dengan paksa.

TOP : “Hei, Re, cepat keluar!!” bentaknya kepada gadis yg telah nyelonong masuk ke dalam taxi Kangin itu.

Re : “Aku tidak mau. Lepaskan aku!!!” gadis itu meronta dan berusaha melepaskan tangannya yg ditarik oleh pria tersebut.
Kangin : “Hei, apa yg kau lakukan?? Gadis ini tidak mau pergi, jadi kenapa kau paksa??”
TOP : “Sudah, diam saja kau, jangan ikut campuri urusanku.”

Dan bogem mentah pun mendarat di pipi Kangin.
Sifat Kangin yg memang suka ikut campur dan pukulan yg mendarat di pipinya membuatnya tak tahan lagi, apa lagi gadis tersebut terlalu ribut berteriak agar TOP melepaskannya.
Kangin pun kemudian turun dari taxi dan berjalan ke arah TOP.
Kemudian, “kabbbowwmmm!”
Kangin membalas pukulan yg tadi diterimanya hingga membuat TOP tersungkur.

Re : “Ayo cepat kita pergi sebelum dia bangun dan polisi datang kemari.” Ia pun menarik tangan Kangin agar Kangin segera masuk ke dalam taxi.
Dan taxi pun segera meluncur dengan kecepatan tinggi.

Taxi pun menuju ke arah Mexico City.
Kangin sebenarnya tahu klo dari tadi Rere terus memperhatikannya, tapi ia diam saja. Tapi lama-lama ia merasa terusik juga.

Kangin : “Kenapa dari tadi kau memperhatikan ku?” tanya Kangin dengan sedikit ketus.
Rere : “Kau tampak berbeda. Kau itu bukan orang dari sini kan??”
Kangin : “Iya, aku adalah wisatawan yg ingin berlibur. Dan kau telah merusak hari pertama liburanku.”
Rere : “Maaf, tapi kondisinya benar-benar mendesak dan membuat ku harus melakukan hal itu.”

Sebenarnya Kangin sangat penasaran dengan apa yg telah terjadi. Di kepalanya terdapat beribu pertanyaan, tentang siapa gadis ini sebenernya? Siapa pria yg tadi memaksanya? Apa hubungan antara gadis ini dengan pria yg tadi?, dan masih banyak lagi. Tapi Kangin hanya diam, ia enggan menanyakaannya. Karna pukulan yg telah ia terima di pipinya sudah cukup untuk merusak moodnya hari itu.

Rere : “Sebagai permintaan maaf dan rasa terima kasih, bagaimana kalau aku yg mengantar mu jalan-jalan keliling meksiko? Aku akan menjemput mu besok dengan mobil ku!”

Bagaikan tersambar petir di siang hari, betapa kagetnya ia mendengar ucapan gadis tersebut.
Kangin : “Ha-ha-ha-ha, apa kau berencana ingin membunuh ku?? Hari sudah cukup masalah yg kau buat untuk ku.”

Dan sampailah taxi tersebut di depan hotel tempat Kangin menginap.

Rere : “Sudah, biar aku yg membayar taxi ini, kau masuk saja dan beristirahatlah.” ucap gadis itu sambil tersenyun.

Dan taxi tersebut pergi meninggalkan Kangin yg masih berdiri di depan hotel memandang ke arah taxi tersebut. Dan terlihatlah lambaian tangan dan terdengar pula teriakan dari gadis itu.

Rere : “Hei, namaku Rere dan aku akan menjemput mu besok pagi jam 10.”

Kangin hanya terdiam dan berfikir.
Kanging : “Gadis ini benar-benar gila. Apa kah smua gadis di Meksiko itu seperti dia?? Haishhh..!!”

***

Keesokan harinya, sesuai apa yang telah rere katakana, ia pun menjemput Kangin. Karena Rere sudah datang, dan Kangin merasa tidak enak hati, maka terpaksalah ia mengikuti rere pergi berkeliling Meksiko.

Awalnya Kangin memang merasa terganggu dengan kehadiran Rere, tapi lama kelamaan, ia menyadari bahwa Rere adalah gadis yang baik dan sangat rame dan lucu. Mereka pun semakin dekat.

Beberapa hari mereka habiskan berdua berjalan-jalan bersama. Mereka berkeliling Mexico City, León

mengunjungi peninggalan suku maya di Yucatan

pergi ke kota Santiago de Querétaro, San Luis Potosí, dll.

Mereka juga berkunjung ke Kota Puebla untuk melihat beberapa gunung berapi

dan gunung-gunung dengan puncak bersalju, Sebuah rumah tua di Avenue Juárez

Monumen Ave. Juárez, “La Capilla del Rosario” yang merupakan sebuah kapel yang dilapisi emas,  El Barrio del Artista (“Perkampungan seniman”) di mana seni kerajinan setempat diproduksi dan Centro y Zócalo (pusat kota). Tempat yang juga mereka kunjungi adalah piramida Cholula.

Cholula adalah salah satu kota terpenting di bawah kekaisaran Aztec, dan piramidanya adalah yang terbesar di Dunia Baru.

Kota lainnya yang tak kalah menarik yang mereka kunjungi adalah Kota Chihuahua.

Kota Chihuahua menawarkan banyak tempat untuk wisatawan, antara lain Katedral yang berasal dari abad ke-18, istana pemerintahan dari abad ke-19, dan balai kota dari abad ke-19 dan ke-20. Kota ini memberikan pelayanan bus khusus turis “trolley el tarahumara” yakni sejenis bus yang berkeliling ke museum-museum dan monumen-monumen utama di pusat kota, termasuk taman-taman seperti “Central Park: El Palomar”. Ada pula sebuah lapangan yang sangat penting di pusat kota dengan air mancur, dan disinilah mereka berdua asik bercakap-cakap.

Kangin : “terimakasih.”

Rere : “Untuk apa?”

Kangin : “Untuk menemaniku selama beberapa hari ini.”

Rere : “It doesn’t matter. Anggap saja ini balas budi ku karena kau menyelamatkan ku saat itu.”

Kangin : “Hmmmm… Re,,, boleh kah aku menanyakan sesuatu pada mu?
Rere : “Apa?”

Kangin : “Siapa pria itu?”

Rere terdiam, ia nampaknya enggan untuk mengatakan masalahnya pada Kangin. Ia tak mau Kangin menjauhinya karena ia mulai jatuh cinta pada Kangin. Tapi Rere menyadari bahwa ia tak akan mungkin bias menyembunyikan masalahnya dari Kangin karena dari awal ia sudah menyeret Kangin dalam masalahnya tersebut.

Rere : “Namanya TOP, dia tunangan ku.” Ucap Rere dengan berat hati.

Kangin pun urung meneguk segelas kopi yang dari tadi digenggamnya, ia sangat terkejut. Dam juga ia sangat heran, mengapa ia harus bersedih akan ucapan Rere. Ya, Kangin pun mulai jatuh cinta pada Rere.

Rere : “Tapi aku tak pernah mencintainya. Ayah ku memaksaku untuk menikah dengannya demi perusahaannya, dan aku membenci semua ini. Apa lagi aku telah menemukan orang yang aku cintai, dan itu adalah kau.

Jantung Kangin berdebar dengan sangat cepat. Ia tak tahu dan tak mengerti dengan apa yang kini ia alami.

Kangin : “Aku juga mencintai mu.” Spontan saja kalimat itu terlontar dari mulut Kangin.

Dan sejenak, suasana pun menjadi hening.

Rere : “Tolong bawa aku bersama mu! Bawa aku ke Korea.”

Kangin : “Tapi aku tak bias. Aku tak ingin membahayakan mu, fans dan anti fans di Korea sangan berbahaya. Mereka bisa membahayakan nyawamu.”

Rere : “Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak mau menikah dengan TOP.”

Kangin : “Rere, aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi, percaya pada ku. Aku akan kembali lagi kemari, tapi kau harus membantu ku mengundur waktu pernikahan mu.”

Rere : “Benarkah apa yang kau katakan?”

Kangin : “Pria sejati akan selalu bertanggung jawab dengan apa yang telah dikatakannya. Tolong percayalah padaku.”

Rere : “Baik, aku percaya pada mu.”

Kangin : “Besok aku akan kembali ke Korea, jaga dirimu baik-baik. Ingan untuk selalu mengirim email kepada ku.”

Rere tak menjawab, ia hanya bersandar di bahu Kangin sambil meneteskan air matanya.

Kangin : “Kau tak usah bersedih, aku janji, aku pasti akan kembali.”

Rere : “Aku pasti akan sangat merindukan mu.”

Kangin : “Aku juga.”

Rere : “Kau kemari untuk menghibur dirimu kan? Jadi, tidak seharusnya aku bersedih, kita harus bergembira hari ini, ayo sekarang kita pergi!”

Kangin : “Kita mau kemana?”

Rere : “Ayo kita wisata kuliner. Bukankah orang Korea suka masakan yang pedas? Meksiko adalah tempat yang tepat.”

Akhirnya hari tersebut dihabiskan oleh mereka berdua untuk wisata kuliner. Dan kenangan tersebut dibawa oleh kangin pulang kembali ke Korea, serta janjinya untuk memjemput Rere suatu hari nanti.

SUPER JUNIOR’S TRIP – SUNGMIN’S PART

Dalam rangka pembuatan album Super Junior yang ke-4, Sungmin mendapat tugas untuk membuat sebuah lagu yang akan masuk dalam album tersebut. Tapi sayang, sulit sekali baginya untuk mendapatkan inspirasi. Kemudian, ia memutuskan untuk pergi berlibur selama satu minggu sambil menyelesaikan lagunya tersebut.

@@@

Perjalanan udara selama beberapa jam sangat menbuat ia letih. Sesampainya di bandara, ia langsung saja melaju ke hotel yang telah di bookingnya beberapa hari lalu.

Selama di perjalanan, ia terkagum-kagum melihat keindahan kota tersebut. Kota yang bangunannya tersusun rapi, dan penuh dengan air mancur bertebaran, serta para penduduk yang ramah yang selalu tersenyum padanya. Sungmin : “Ah, indah sekali kota ini. Persis seperti yang Eunhyuki katakana. Kota ini benar-benar kota yang penuh dengan cinta.”

Lalau ia pun segera menelepon para Hyungnya agar mereka tidak khawatir tentang keadaannya.

Sungmin : “Annyonghaseyo…”

Terdengar suara berisik dari seberang telepon. Sepertinya mereka berebut untuk memjawab telepon.

Leeteuk : “Sungmin ah, bagaimana perjalanmu??”

Sungmin : “Sungguh melelahkan hyung. Tapi disini sangat indah.”

Eunhyuk : “Benar kana pa yang aku katakan??? Paris itu memang indah, kau tak akan pernah menyesal telah datang kesana. Kau akan mendapatkan memory yang tak akan terlupakan.”

Leeteuk : “Apakah memory tersebut termasuk kejadian penipuan yang kau alami???”

Sungmin : “Hehehehehe….. aku harap itu tak akan terjadi pada ku hyung.”

Leeteuk : “Benar, jangan sampai itu terjadi pada mu. Aku percaya kau tidak sebodoh Eunhyukie. Kekekekekekeke….. “

Eunhyuk : “Yak!!!!!!!! Berhentilah mengungkit-ngungkit hal itu hyung. Itu hanya sebuah kesalahan.”

Leeteuk : “Kesalahan yang terjadi karena kebodohan mu.”

Sungmin : “Sudah hyung, kasihan Eunhyukie, jangan itu dibahas lagi. Aku akan baik-baik saja disini dan akan berusaha menyelesaikan lagu untuk album kita.”

Leetuk : “Jaga dirimu disana dan berhati-hatilah. Kami akan segera On Air untuk Sukira. Apa kau akan menyampaikan pesan-pesan untuk para menggemarmu???”

Sungmin : “Anieyo, tolong sampaikan bahwa aku telah sampai dengan selamat. Tolong juga sampaikan salam ku pada member yang lainya ya.”

Kemudian telepon pun terputus.

Sungmin tinggal di hotel yang terletak di daerah Opera, namanya Mercure Cusset Opera. Karena tidak terlalu jauh dari sungai Seine, sepanjang perjalanan ia dapat melihat menara Eiffel yang menjadi icon kota Paris tersebut. Menara yang memiliki tinggi sekitar 625m tersebut, indah menjulang di kota Paris. Ingin rasanya Sungmin segera kesana, namun letihnya mengalahkan keinginannya. Ia harus beristirahat dahulu.

@@@

Keesokan harinya, karena hotel tempat tinggal Sungmin tidak jauh dari lokasi mebara Eiffel, Sungmin pun ingin mengunjungi menara Eiffel. Ia berharap mendapatkan inspirasi dari tempat penuh cinta tersebut, apa lagi sudah menjelang valentine day, pasti akan ada banyak pasangan di tempat tersebut.

Ia memutuskan bepergian dengan naik Kapal Batobus. Tak lupa gitar warna pink kesayangannya ikut serta menemaninya berserta tas ransel pink yang di dalamnya berisi sebuah buku dan alat tulis keperluan untuk membuat lagunya.

Kapal Batobus  yang dinaikinya menyusuri Sungai Seine. Perjalanan dimulai dari menara Eiffel, palais de Charllot, Museum Louvre, Jardin des Tuilleries, Musse d’orsay, sainte Chapelle, Notre Dame, dan berlabuh kembali di menara Eiffel. Hampir seharian Sungmin menghabiskan waktunya mengunjungi tempat-tempat tersebut. Dan tanpa disajari, senja pun telah datang. Sungmin duduk di bawah menara Eiffel memandang kearah para pasangan dan beberapa penjual bunga.

Melihat penjual bungan tersebut, Sungmin mendapatkan sebuah ide judul lagu yang bagus “Lovely Rose”. Sambil terus memetik senar gitarnya, ia memandang kearah langit, mencari kalimat dan not yang tepat. Kemudian konsentrasinya pecah oleh sebuah suara.

Marie : “hallo tuan, apakah kau sedang menunggu kekasih mu?? Apakah kau mau membeli setangkai mawar dan sekotak coklat ini untuk kekasihmu?”

Sungmin : “Maaf, aku tidak sedang menunggu siapa-siapa. Jadi aku tidak bisa membeli bunga atau pun coklat dari mu.”

Marie : “Tidak apa-apa tuan. Pasti tuan adalah pengunjung asing?”

Sungmin : “Benar, saya datang dari Korea.”

Marie : “Baiklah tuan, saya harus berkeliling lagi. Selamat datang di Paris, dan selamat menikmati keindahan menara Eiffel.”

Gadis manis berambut hitam itu lalu pergi meninggalkan Sungmin yang terpaku akan senyum ramah gadis tersebut. Dan entah mengapa, bait demi bait lagu pun tercipta dengan sendirinya.

@@@

Selama beberapa hari Sungmin menghabiskan waktunya dari senja hingga malam di bawah menara Eiffel. Dan tanpa Sungmin sadari Marie yang berjualan bunga dan coklat selama minggu valentine di seputar menara Eiffel selalu mencuri pandang kearah Sungmin uang sesalu duduk di tempat yang sama dan menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya. Tapi sebenarnya, Marie juga tak menyadari bahwa Sungmin pun sering memperhatikannya. Memperhatikan senyum manis yang marie perlihatkan kepada setiap orang yang ia temui, yang membeli atau pun tak membeli mawar dan coklat darinya.

@@@

Dan malam itu adalah hari valentine. Banyak sekali pasangan yang berkencan di sekitar menara Eiffel. Dan Sungmin, ia hanya berkencan dengan gitar kesayangannya, yang selalu mememaninya selama ia menghabiskan waktunya mencari inspirasi di sekitar menara Eiffel.

Marie yang saat itu juga sendiri kemudian memberanikan dirinya menghampiri Sungmin.

Marie : “Hallo, apakah kau masih ingat dengan ku tuan??”

Sungmin : “Kau? Bukankah kau penjual bunga tersebut?”

Marie : “Syukurlah kau masih mengingat ku. Ini ….”

Marie menyodorkan setangkai bunga mawar merah dan sekotak coklat berbentuk gitar kepada Sungmin.

Marie : “Selamat hari valentine tuan…. “

Sungmi : “Panggil saja aku Sungmin.”

Marie : “Selamat hari valentine Sungmin.”

Sungmin : “Dan kau, siapakah nama mu??”

Marie : “Nama ku Marie.”

Sungmin : “Hmmm… mengapa kau memberikan hadiah ini untuk ku? Maaf, bukannya aku menolak, tapi, apa kekasih mu tak akan marah?”

Dengan wajah merona Marie pun menjawab.

Marie : “Aku tidak punya kekasih.”

Sungmin : “Ah, maaf. Tapi, kenapa kau memberikannya pada ku?”

Marie : “Karena ini adalah hari valentine, hari dimana kita harus berbagi kasih sayang, dan Paris adalah kota yang penuh dengan cinta. Dan aku, sangat menyukai mu yang sesalu duduk disini sambil menyanyi dan bermain gitar, jadi aku memderika ini untuk mu J.”

Sungmin : “Jadi, selama ini kau terus memperhatikan ku??”

Marie hanya mengangguk.”

Sungmin : “Aku juga sering memperhatikan mu…”

“ddar* ddar* ddar*”

Suara kembang api menggema di sekitar menara Eiffel. Sungguh perayaan valentine yang sangat indah.

Sungmin : “karena aku telah memberikan ku hadiah, aku juga harus memberikan mu hadiah buka?”

Marie : “Apa?”

Sungmin : “Maukah kau menerima sabuah lagu dari ku??”

Lalu Sungmin menyanyikan sebuah lagu untuk Marie.

@@@

Begitulah malam valentine tersebut Sungmin habiskan dengan Marie.

Dan kesokan harinya Sungmin pun kembali ke tempat tersebut untuk mencari Marie. Dicarinya Marie disekitar menara Eiffel, namun Marie tak kunjung dilihatnya.

Sungmin : “Permisi Nona, apakah kau mengenal seorang penjual bunga bernama Marie?” Tanyanya pada seorang perempuan bunga juga.

Mimi : “Oh, apakah anda adalah teman Marie? Dia hari ini tidak datang mungkin besok baru ia akan kembali dari kunjungnnya ke rumah keluarganya. Apa ada yang bisa saya Bantu tuan??”

Sungmin : “Tolong tunggu sebentar, saya ingin menuliskan pesan kepada Marie.”

Ia pun menuliskan sebuah pesan yang kemudian ia titipkan kepada penjual bunga tersebut beserta sebuah kotak.

@@@

Keesokan harinya, Marie pun kembali terlihat di seputaran menara Eiffel.

Mimi : “Marie, kemarin ada seorang pria yang mencari mu, tapi aku lupa menanyakan siapa namanya. Dan ia menitipkan ini untuk mu.

Marie pun kemudian membaca surat dari Sungmin tersebut.

“Kepada Marie gadis yang selalu tersenyum dengan ramah. Mungkin saat kau membaca surat dari ku ini mungkin aku sudah tak berada di Paris lagi. Aku telah kembali ke Korea. Ini aku berikan sebuah hadiah sebagai balasan hadiah dari mu saat malam valentine kemarin. Aku harap kau mau menerimanya. Terima kasih banyak. Dan semoga suatu hari nanti kita bias bertemu kembali. Salam hangat dari ku. Sungmin.”

Di bukalah kotak itu perlahan oleh  Marie. Ternyata isinya adalah sebuah kalung denga liontin hati.

Marie kemudian hanya tersenyum sambil menatap kearah menara Eiffel sambil membayangkan Sungmin yang sedang bermain gitar.

A Friend’s Love (chapt. I)

Mutek           : Mel

Hankyung   : Hans

Stary             : Ze

Leeteuk        : Dennis

# # # #

“Nggaaaaaaa!!!!!!”

Mel teriak kenceng banget dari kamarnya. Mama yang lagi buat sarapan dibawah sampe kaget dibuatnya.

“Mel!! Kamu kenapa teriak-teriak, Nak?”

Mamanya tergopoh-gopoh mendatangi Mel kekamarnya. Sementara anak gadisnya itu cuma masang muka memelas sambil satu tangannya masih memegang jam beker.

“Mama…. Aku terlambat sekolah, nih.”

“Ya ampun! Mama bilang juga apa, Nak. Kamu kalo nonton DVD jangan sampai larut. Sekarang jadi terlambat kan?”

“Hiks… Hiks… Mama, ih. Bukannya bantuin aku malah ngomelin aku.”

“Mama ngga ngomel, Sayang. Mama kan ngasih tauin yang bener.”

“Aduuuhh… Gimana dong ini, Ma? Setengah jam lagi aku masuk kelas.”

“Loh? Mama kira kamu sudah terlambat. Ya sudah, kamu siap-siap, dong!”

Sekarang giliran Mamanya yang panik. Mama menarik selimut Mel dan menarik Mel untuk masuk kekamar mandi.

“Sekarang kamu cepet mandi. Biar Mama masukin sarapan kamu kekotak makanan. Nanti sampai disekolah baru dimakan.”

Mel kali ini menuruti Mamanya tanpa banyak kata. Ia secepat kilat masuk kamar mandi. Ia ngga ingin protes apa-apa. Karena hari ini dia ada pelajaran gawat dengan guru yang killer.

Tali sepatu sudah diikatnya. Mel kemudian menuju dapur untuk berpamitan.

“Pelan-pelan, Nak. Nanti jatuh. Kotak makan kamu sudah Mama masukin tas.”

Mamanya amat menyayangi Mel. Ngga pernah absen membuatkan Mel sarapan. Selalu mengingatkan Mel agar pelan-pelan. Kalo naik angkot harus hati-hati. Jangan jajan sembarangan. Pokoknya protektif banget sama Mel. Sampai akhirnya Mel jadi ngerasa terbiasa. Mel memang sudah kelas 2 SMA, tapi perhatian yang Mamanya berikan, membuat Mel masih terlihat seperti anak yang baru mau masuk SMP.

“Iya, Ma. Tapi masalahnya waktuku tinggal lima belas menit kurang. Ngga tau deh, bakal sampe sekolah atau ngga secepet itu.”

“Kamu juga sih, bandel.”

“Tuh, Mama pasti mau mulai lagi deh ceramahnya. Ya udah ah, aku berangkat dulu. Dah Mama…”

Setelah mencium tangan dan kening Mamanya, Mel bergegas melaju kepintu depan. Langkahnya bener-bener kayak dikejer setan. Kuda pacuan kalah, kali. Sedikit-sedikit Mel berlari, berharap waktu berhenti sebentar saja. Paling ngga sampai dia sampai didepan gerbang sekolahnya.

Untungnya pagi ini suasana jalanan agak sepi. Mungkin karena cuacanya mendung. Sehingga masih banyak orang yang lebih memilih bergelung dibalik selimutnya.

# # # #

“Pak!”

Mel datang tepat ketika satpam baru hendak menarik gerbangnya. Satpam itu kaget melihat Mel datang dengan kondisi basah kuyup karena keringat. Minus make-up pula.

“Kamu berantakan banget. Kenapa sampai basah-basahan begini?”

“Abis nyebur, Pak.”

“Nyebur? Nyebur dimana?”

“Di empang tetangga. Makasih ya, Pak.”

Mel meninggalkan satpam yang masih menatap bingung padanya. Langkahnya tidak juga memelan. Semakin dekat dengan kelas, jantungnya malah semakin kencang. Ingin rasanya ia berbalik pulang sehingga Mel ngga perlu menghadapi guru sinting yang doyan menghukum muridnya yang telat untuk nongkrong di WC sekolah sampai jam pulang. Tinggal satu belokan lagi, jalan lurus sedikit, maka sampailah ia dikelasnya. Mel melirik jam tangannya. Setengah delapan tepat. Ia berharap semoga kali ini gurunya datang lebih lambat darinya. Walaupun satu menit.

Ketika Mel akan berbelok, karena masih terpaku pada jam tangannya, Mel jadinya ngga melihat jalan. Dan alhasil, BRUKK!!

“Awww…”

Mel menggosok-gosok sikunya. Ia meringis. Rok sekolahnya hampir saja tersingkap. Mel buru-buru melihat siapa yang menabraknya—atau siapa yang ditabraknya. Seorang cowok dengan topi kupluk putih dikepalanya. Sedang menepuk-nepukkan kedua tangannya yang belepotan debu dilantai. Ia kemudian bangun dan menepuk-nepuk pantat celananya. Wajahnya baru sekali Mel lihat. Terlalu dewasa kalo mau dibilang junior Mel. Jadi, Mel berasumsi dia pasti senior Mel. Dia memang ngga kenal semua angkatannya, tapi wajah cowok ini terlalu asing baginya. Ngga mungkin dia teman seangkatan Mel.

“Sori, Kak.”

Kata Mel setelah bangkit dan membersihkan roknya. Cowok itu kemudian memandang Mel. Ya Tuhan! Ngga tau harus gimana melukiskan perasaan Mel ngeliat muka cowok itu. Ekspresinya datar. Ngga menampakkan amarah sedikitpun. Malah yang bikin kaget, cowok itu tersenyum dan menampakkan dua buah lesung pipi yang membuatnya tampak sangat ramah.

Because We’re E.L.F.

Aaarrrggggghhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!! Pikiranku jadi kacau setelah membaca berita di sebuah tabloid. “SUJU RETAK”, apa-apaan tuh????? Bagiku SUJU gag pernah retak. Yang retak itu Cuma hubungan Hankyung sama management, bukan sama member yang laen. Ah…. Bener-bener susah nerima kenyataan kalo Hankyung mau keluar dari SM. Trus, gimana nasib Super Junior?????

Mutek : “ Woe….. ngapaen bengong????”

Stary  : “ jangan ngagetin donk Tek. BT neh.”

Aku langsung menyerahkan tabloid tersebut agar dibaca olehnya. Tapi dia hanya diam tanpa komentar.

Stary : “ Koq diem ajah Tek??”

Mutek : “ Kamu aku gimana?? Ngapaen??? Kamu suruh aku nangis guling-guling habis baca berita soal suamiku ne??? Ntar ajah di rumah. Disini bukan tempat yang tepat.”

Di kampus memang gag leluasa banget buat ngebahas soal Super Junior. Gag tau kenapa banyak yang sensi tiap aku n Mutek bahas soal K Pop. Jadinya kita sering mengadakan pertemuan rahasia di rumah Mutek.

Stary : “Padahal udah satu bulan yah. Koq belom ada kabar apa-apa lagi yah?? Mana Hankyung gag bisa dihubungin katanya. Gimana kabarnya yah????”

Mutek : “Aku mana tau yah. Kan kamu yang selalu ngasi info ke aku. Oh iya, hamper aku lupa. Adit nyuruh kita jadi pendamping mahasiswa BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing). Besok ada pertemuan di ruangan BIPA jan 10.”

Stary ; “Mahasiswa dari mana??”

Mutek : “Cina kayaknya”

Stary : “Mahasiswa Cina gelombang keduanya udah datang yah? Apa mungkin ada Hankyung juga gag yah???”

Pletakkk…..

Mutek memukul kepala ku dengan tabloid.

Stary : “Adouchh…. Sakit tau.”

Mutek : “Makanya jangan mimpi ketinggian, ntar sakit kalo jatohnya.”

Stary : “Kan gag ada salahnya buat berharap.”

Mutek hanya tersenyum dan berlalu kembali ke kelas.

Keesokan harinya setelah mata kuliah pertama, aku menunggu Mutek di depan kelas sambil duduk di tangga.

Stary : “Kebiasaan ne anak, kalo udah ngerumpi sama Fiya, gua dilupaun dah.” Gumam ku dalam hati.

Akhirnya aku memutuskan meninggalkan Mutek dan mengiriminya sms.

“teK, aK k rWng BIPA dLuan yaH.”

Tanpa menunggu reply dari Mutek.

Sesampainya di lantai 3 gedung BIPA, aku duduk terlebih dahulu di depan kantor BIPA karena hanya ada mahasiswa-mahasiswa Cina saja yang berada dalam ruangan tersebut. Aku memutuskan untuk menunggu teman-teman satu jurusan ku yang juga ditugaskan untuk menemani para mahasiswa ini selama belajar bahasa Indonesia di kampus kami Udayana.

Terdengar langkah kaki berderap dari arah tangga. Sepertinya ia sedang terburu-buru dan rasanya langkahnya menuju ke arah ku, ke arah ruang BIPA maksud ku. Saat aku melihat sosok tersebut, betapa kagetnya aku melihatnya. Ia hanya berlalu sambil memberikan sebuah senyuman pada ku.

Stary : “Ha…. Han….. Hankyung oppa” ucapku terbata-bata.

Namun sepertinya ia tak mendengar apa yang aku ucapkan. Ia benar-benar tak menyadari bahwa aku merupakan seoran E.L.F.

Lalu dengan sigap aku mengambil Hp ku dan menelpon seseorang.

Stary : “kyuuuungggggie……… Hankyung……….”

Mutek: “Apaan sih kamu teriak-teriak Aku bakalan kesana sekarang.”

Ia langsung memutuskan telpon tersebut tanpa sempat aku mengutaraka maksud ku.

Aku gelisah menunggu Mutek sendiri. Beberapa teman ku sudah berada di dalam dari tadi. Tapi aku masih menunggu Mutek di luar. Aku hanya mondar-mandir gag jelas, benar-benar gag jelas. Akhirnya Mutek datang juga.

Stary : “Dari mana ajah kamu????? Di dalem ada, ada, ada ….”

Mutek : “Ada apaan??? Ayo kita masuk, udah rame kan tuh.”

Setelah sampai di dalam ruangan, bagaikan kilat menyambar Mutek, buku-buku yang dipeganggnya pun jatuh berserakan. Semua mata lalu tertuju padanya. Termasuk seorang pria tampan yang sedari tadi sibuk dendan kamus di tangannya.

Bruuukkkk……. Mutek pingsan.

Stary : “Ah, kenapa ni anak lebay banget she???? Koq disaat kayak gina malah pingsan. Kesan pertama yang buruk neh. Aishhh!!!!!!!!” gumam ku dalah hati sambil membantu yang laen mengangkat tubuh Mutek yang gag bisa dibilang ringan ke sofa.

Setelah sekitar 10 menit pingsan, Mutek lalu membuka matanya.

Mutek : “Omo, aku kenapa?”

Stary : “Pingsan lah. Pake nanya lagi kamu. Aishhh….. malu-maluin aja kamu Tek. Masak badan segede gono kamu pingsan seh???”

Mutek : “Semangka. Semangka ku mana?? Itu bener semangka ku kan??????”

Stary : “Iya, mimpi yang terlalu ketinggian ntu sekarang ada di depan mata kita.”

Mutek : “aigoo…. Apakah ini yang namanya jodoh???”

Aish…. Lebay ni anak mulai kambuh. Bisa-bisa ni anak gag bakalan tidur tiga hari tiga malem.

Stary : “udah ah, kamu istirahat aja dulu disini. Aku mau ke ruang sebelah. Yang lain udah pada ngumpul disana.”

Mutek : “Aku mau ikut!!!!!”

Stary : “jangan!!!!!! Siapin mental kamu dulu tuh. Ntar kalo kamu pingsan lagi disana kan repot. Malu-maluin ajah.”

Aku tinggalkan Mutek beristirahat sendiri di kantor BIPA. Aku langkahkan kaki ku menuju ruangan di sebelahnya, tapi aku merasa berat melangkahkan kaki ku ke ruangan tersebut. Tiba-tiba saja ada perasaan aneh yang ku rasakan terhadap Hankyung. Aku tiba-tiba membencinya.

*******************************************************************

Di ruangan 20.

Mrs. Rahayu : “Ok, guys. This is some local students that will accompany you in this university.” Ucap Mrs. Rahayu kepada para mahasiswa asing tersebut karena mereka belum bisa berbahas Indonesia. Mrs. Rahayu lalu memperkenalkan nama kami masing-masing dan mengcouplekan kami dengan mereka.

Mrs. Rahayu : “Stary, kamu berpasangan dengan Hangeng ya.”

Aku tersentak dari lamunanku.

Stary : “Maaf bu, lebih baik Mutiara (Mutek) saja yang menjadi partner Hankyung. Biar saya bersama Zhoumi saja bu.”

Mrs. Rahayu hanya terdiam. Nampak ia ingin mengucapkan sebuah pertannyaan, dan sepertinya aku tahu apa yang hendak dosenku ini tanyakan pada ku. Oh….. aku hanya bisa berharap dia tak menanyakan alasahku mengapa aku menolak berpartner dengan Hangeng dan lebih memilih Zhoumi.

Mrs. Rahayu : “Baiklah. OK guys, this is your partner. I will leave you all for a moment. So, you can talk each other to build a warm relationship.” Ucap Mrs. Rahayu dengan senyum simpul dan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Aku mulai bercakap-cakap dengan Zhoumi. Lalu kemudian seseorang menghampiri kami. Aku lalu menatap orang tersebut dan berkata,

Stary : “What happen? What are you doing here?” ucap ku ketus.

Hangeng : “Why???? You look like you dislike me.”

Stary : “Yes I do. I am not only dislike you. I HATE YOU.”

Hanging : “Why???? This is our first time meeting.”

Stary : “First time??? For you. But, not for me.”

Sepertinya kata-kata ku itu sedikit menyakitinya dan membuatnya bingung.

Lalu aku berlalu meninggalkan ruangan tersebut dan memberikan secarik kertas kepada Zhoumi. No hp beserta alamat email ku.

Sudah sebulan berlalu. Aku mulai berteman dengan Zhoumi tanpa menyebutkan sama sekali bahwa aku adalah seorang ELF karna aku tak mau mereka menjauhi ku, dan Mutek…. Ah,,,,, ia selalu menceritakan bagaimana hari-harinya bersama Hangeng. Mereka belajar bahasa Indonesia bersama, pergi jalan-jalan bersama, makan malam bersama, pokoknya ngapa-ngapain bersama dah.

Aku benar-benar iri padanya. Dia yang awalnya tidak suka semangka, namun ketika ia tahu bahwa Hangeng sangat suka semangka, ia akhirnya menyukai semangka dan selalu mendapat barang-barang berbau semangka. Dan sekarang, ia bahkan bisa bertemu dengan pujaannya tersebut dan bahkan menghabiskan hari-hari bersama. Dan nampaknya hubungan mereka sudah makin dekat. Arggghhhh……. Aku kapan bisa bertemu dengan Leeteuk oppa yah???? Apakah memang benar tidak ada kesempatan untuk ku agar bisa bertemu dengan pujaan hati ku itu. Mutek benar-benar beruntung.

Aku duduk terpaku di depan ruangan BIPA. Entah apa yang aku pikirkan, aku pun tak tahu. Kehadiran Hangeng benar-benar membuat aku sesak. Aku pun akhirnya menangis.

Entah dari mana datangnya dan sejak kapan ia duduk di sebelah ku, aku benar-benar tak menyadarinya.

Hanging : “Mengapa kamu menangis.” Ia bisa berhasa Indonesia dengan terbata-bata.

Plakkk….. sebuah tamparan mendarat di pipinya.

Stary : “I HATE YOU.” WHY DID YOU DO THIS???? WHY DO YOU WANT TO LEAVE SUPER JUNIOR??? ARE THEIR LOVES NOT ENOUGH FOR YOU?? TEUKIE OPPA ALWAYS TAKES CARE OF YOU, AND HEECHUL OPPA, HE, HE……” aku menangis dan tak mampu melanjutkan ucapan ku.

Hangeng oppa hanya bisa tertunduk. Dan sekilas aku melihat matanya berkaca-kaca.

Aku benar-benar lega setelah menumpahkan segala isi hati ku pada hanging. Aku, aku benar-benar marah atas keputusannya menuntut SM entertainment. Bukan karna dia ingin keluar dari SME yang membuat ku sangan benci padanya, tapi karna dia sudah tak mau memperhatikan nasib dan perasaan ke 12 saudaranya di dorm. Aku sebagai fans Leeteuk benar-benar tahu bagaimana perasaannya atas kasus yang menimpa dongsaengnya ini. Dan itu membuat ku semakin sakit atas perlakuan hangeng.

Hangeng : “Are you E.L.F.???”

Stary : “Yes, I am.” Jawab ku dengan tegas.

Hangeng : “Why did you love super junior very much?”

Aku sedikit kaget dengan pertanyaannya. Namun kemudian aku jawab juga pertanyaan itu.

Stary : “Because you are 13.”

Hangeng : “How about if it will be 12?”

Stary : “It is not be Super Junior anymore.”

Lalu aku pergi berlalu meninggalkan Hangeng yang terdiam, terpaku, apalagi setelah mendengar jawaban ku.

Aku berlari hingga sampai di taman belakang kampus, tempat yang jarang dikunjungi orang karna tempatnya sedikit menyeramkan. Namun, disanalah tempat favorit ku, tempat ku disaat aku ingin menyendiri. Bahkan Mutek pun tak pernah tahu kalo aku suka pergi ke tempat itu.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki. Aku benar-benar merasa ketakutan. Sebenarnya aku bukanlah gadis penakut, hanya saja jika berhubungan dengan hal-hal yang berbau mistis, aku benar-benar takut dengan hal itu. Langkah itu tepat berhenti di depan ku. Aku tak berani membuka mata ku, aku benar-benar merasa takut. Namun, sesuatu menyentuh pipiku hingga aku tersentak dan membuka mataku.

Stary : “Zhoumi????”

Zhoumi : “Kenapa?? Nampaknya kau benar-benar kaget dengan kehadiran ku disini??”

*bahasa Indonesia Zhoumi lebih bagus dari pada Hangeng. Entah memang kualitas otak mereka yang berbeda atau salah didikan dari partnernya makanya Hangeng sedikit lebih lambat belajar dari pada Zhoumi?? Mian Mutek ^^*

Stary : “Ke……kenapa kau bisa mengetahui tempat in??”

Zhoumi : “Aku tadi mengikuti kamu.”

Stary : “Aku…….”
Zhoumi : “Ternyata kamu adalah seorang ELF. Mengapa kau tak mengatakannya pada kami???”

Stary : “Aku……….”

Zhoumi : “Kami pikir dengan mengikuti program ini dan pergi kesini akan bisa membantu menenangkan kondisi Hangeng. Kami berharap ada tempat dimana kami tak akan bertemu dengan ELF……”

Stary : “Itu karna kalian terlalu popular…….”

Zhoumi : “Benar. Untuk itulah kami ingin punya kesempatan pergi menyendiri. Tanpa ELF, tanpa wartawan, tanpa pemberitaan apa pun tentang kami.”

Stary : “Tapi mengapa????”
Zhoumi : “Kami lelah…. Kami lelah bekerja seperti budak. Kami lelah senyum dengan terpaksa agar para ELF tidak kecewa. Kami ingin merasakan senyuman yang benar-benar dari hati kami.” Ia pun mulai menitikkan air matanya.

Sejenak suasana hening. Kami hanya terdiam. Akhirnya akupun memulai percakapan itu kembali.

Stary : “Tapi. Apa kah kalian pernah mengerti bagaimana perasaan para ELF???”

Zhoumi hanya menatap ku.

Stary : “Kami sangat sayang pada kalian. Kami hanya ingin melindungi kalian. Kami sangat mencintai kalian, dan kami hanya ingin kalian bahagia. Dan karena Hangeng menuntut SM dan tal mau bertemu dengan para member yang lain, kami sangat merasa sedih. Aku sedih sekali melihat ekxpresi Teukie oppa. Terlebih lagi jika aku memikirkan Heechul oppa yang begitu menyayangi Hangeng. Kami benar-benar takut kehilangan Hangeng karna kami mencintainya.”

Zhoumi : “Jadi…. Kami menyukai Leeteuk hyung???”

Aku hanya mengangguk sambil tersenyum simpul.

Zhoumi : “Pasti kau sangat menghawatirkan keadaan mereka.”

Aku kembali mengangguk.

Zhoumi : “Tapi, untuk kali ini, tolong mengertilah perasaan Hangeng, perasaan yang tak pernah ia katakana kepada orang lain. Perasaan lelahnya……. Bukankah kalian sebagai ELF pasti tahu bagaimana padatnya jadwal kami. Dan Hangeng merasa kalau dia sudah tak mampu bertahan lagi.”

Ia kemudian menatap kea rah langit sambil tersenyum.

Zhoumi : “Terima kasih.”

Stary : “Untuk apa berterima kasih pada ku.”

Zhoumi : “Karna kau telah menunjukkan cinta mu sebagai ELF kepada kami. Apa lagi Mutek. Dia benar-benar bisa membuat Hangeng bahagia. Tapi mengapa dia juga tak mengatakan bahwa ia adalah seorang ELF??”

Stary : “Kami tak mau kalian menjauhi kami.”

Zhoumi : “Mana mungkin kami menjauhi orang sebaik kalian yang mau menyayangi kami padahal kalian tidak mengenal kami.”

Stary : “Tapi, kalian ternya orang yang tidak peka terhadap fans yah???”

Zhoumi : “Maksud mu???”

Stary : “Apa kau tidak ingat saat kita bertemu pertama kali di ruang BIPA. Mutek kan sampai pingsan saat melihat Hangeng.”

Tiba-tiba Zhoumi tertawa terbahak-bahak.

Zhoumi : “Hahahahahahahaah………….”

Aku lalu mencubitnya karna kesal dengantawanya.

Stary : “Hay……. Berhenti tertawa, apanya yang lucu???”

Zhoumi : “Hahahaha….. ya lucu lah. Saat itu aku benar-benar bingung melihat dia pingsan. Tapi ternyata karena dia sangat menyukai Hangeng. Baru kali ini kami menemukan fans yang seperti dia.”

Akhirnya aku pun ikut tertawa mengingat betapa bodohnya sahabat ku itu. Benar-benar kejadian yang memalukan.

Zhoumi : “Tetaplah tersenyum.!”

Stary : “Ha???”

Zhoumi : “tetaplah tersenyum. Karena senyum kalian lah yang menjadi semangat bagi kami.”

Aku hanya mengangguk.

Stary : “Zhoumi, tapi bagaimana dengan Hangeng?? Bagaimana caraku meminta maaf padanya?? Sepertinya dia sangat sakit mendengar kata-kata ku tadi.”

Hangeng : “Kau tidak perlu mengatakan apa-apa lagi padaku.”

Aku benar-benar kaget. Bagaimana bisa???? Bagaimana bisa Hangeng ada disini?? Bersama Mutek lagi.

Stary : “Kalian…. Kenapa tahu kalau aku ada disini????”

Hangeng lalu melihat kea rah Mutek. Aku pun menatap Mutek.

Mutek : “Aishh!!!! Aku sebenarnya selalu tahu kalo pasti kesini tiap kamu punya masalah. Tapi aku gag pernah bilang and gag pernah kesini karna disini keliatan serem…..”

Stary : “Trus, kenapa sekarang kamu berani kesini.”

Mutek : “Karna ada Kyungie oppa.” Ucapnya manja.

Stary : “Kamu sakit???” ucapku sambil memegangi dahinya.

Mutek : “Apaan sih kamu!!!!!”

Stary : “Kamu kayak ulet bulu. GATEL. Hahahahahaha……..”

Dan tawa pun pecah diantara kami berempat. Lalu aku mengarahkan tatapan ku kepada Hangeng.

Stary : “Oppa, Mianhae.”

Hangeng : “Cheonmaneyo.” Jawabnya sambil tersenyum kemuadian memelukku.

Mutek : “Oppaaaaaa,,,,,,,,,”

Tawapun kembali pecah melihat tingkah Mutek yang kesal karna Hangeng memelukku. Ia terlihat seperti seorang gadis yang cemburu melihat pacarnya memeluk gadis lain.

*******************************************************************

Dari sinilah awal persahabatan kami. Persahabatan antara ELF dan idolanya.

*******************************************************************

Tanpa terasa 2 bulan telah berlalu. Hangeng dan Zhoumi harus kembali ke China pagi ini.

Hp ku tiba-tiba berbunyi, sebuah sms masuk. Dari Mutek ternyata.

“Tuk, aK jMpT kM skRng. Syp2 yaH. 15 mNt Lg aK mPe.”

Arggghhh………. Aku belum mandi.

Lalu aku segera menyambar handuk dan mandi. Aku benar-benar seperti orang yang kesetanan.

“kenapa ngedadak gini sih? Untung aku udah bangun.” Gumamku dalam hati.

*******************************************************************

Sesampainya di bandara.

Mutek : “Oppa….. maaf kami terlambat.”

Stary : “Loh, koq kita malah kesini? Aku pikir tadi kamu mau jemput aku buat ngajak ke kampus bareng.”

Mutek : “APa kamu lupa kalau hari ini para oppa kita akan pergi?”

Stary : “Tidak,,, hanya saja…..”

Zhoumi : “Kenapa? Apa kamu tidak mau mengantar kami?”

Stary : “Bukan begitu. Hanya saja aku sedih kaliah harus cepat pergi.”

Hangeng : “Ini.” Ia menyerahkan secarik kertas pada ku.

Stary : “Apa ini oppa?”

Hangeng : “No Hp dan alamat email Leeteuk hyung.”
Stary : “Mwo??? Wae???”

Mutek : “Ya supaya kamu bisa deket sama oppa mu lah. Kan kamu selalu iri melihat kedekatan ku dengan Kyungie oppa. Hihihihihi…..”

PLETAK!!!! Aku pukul kepalanya dengan tangan ku.

Mutek : “Aduh, sakit.”

Hangeng : “Jangan begitu. Kasihan Mutek.”
Mutek : “Ah,,, senangnya,,, Kyungie oppa membelaku.”

Aish…. Ni anak kenapa jadi lebay gini sih????

Zhoumi : “Tapi yang dikatakan Mutek benat juga kan? Hmmmm…. Anggap saja ini sebagai hadiah terima kasih kami karena kalian telah mau menemani kami selama kami berada disini”

Stary : “tidak perlu seperti itu. Ini sudah kewajiban kami. Karena kami adalah ELF. Kami memang bertugas untuk menjaga kalian. Dan senyuman serta kebahagiaan kalian sudah cukup sebagai gantinya untuk kami.”

Hangeng : “Aku minta tolong pada mu. Tolong sampaikan kepada Leeteuk hyung kalau aku baik-baik saja. Aku tak bisa menghubungi mereka untuk sekarang ini. Aku ingin masalahku dengan management selesai terlebih dahulu, baru aku akan menghubungi mereka. aku merasa bersalah telah menghianati mereka dengan cara seperti ini.”

Stary : “Oppa….. kau salah. Mereka masih menyayangimu dan akan selalu menyayangi mu, begitu pula dengan kami.”
Hangeng : “Aku tahu. Terimakasih. Tolong juga sampaikan bahwa aku akan kembali. Oh iya, kirim juga foto-foto kita agar ia percaya bahwa apa yang kau katakana padanya adalah benar-benar pesan dari ku.”

Aku hanya mengangguk. Mutek sudah mulai menitikkan air matanya.

Mutek : “Oppa… apa kita masih bisa tetap berhubungan??? Apa kita masih bisa bertemu.”

Hangeng : “Pasti. Aku akan rajin mengirim email kepada kalian. Iya kan Zhoumi?”

Zhoumi mengangguk.

Zhoumi : “Jika ada waktu, kami semua akan berlibur kemari, dan kami akan berusa mengajak member yang lain juga.”

Akhirnya panggilan untuk keberangkatan ke cinapun terdengar.

Zhoumi : “Kami harus segera pergi.”

Stary : “Jaga diri kalian baik-baik ya.”

Mereka pun pergi sambil melambaikan tangannya.

Mutek : “OPPAAAA….. SARANGHAE….”

Aish….. teriakannya benar-benar memekakkan telinga ku. Hangeng hanya tersenyum. Kami terus menatap kepergian mereka hingga pesawat lepas landas.

Stary : “Ayo balik Tek.”

Mutek hanya mengangguk lesu.

Stary : “Hmmmm……. Sebenarnya hubungan mu sama Hangeng itu gimana sih?”

Mutek : “ Gimana apanya?”

Stary : “ Apa kalian pacaran?”
mutek : “ Hahahahaha….. ya engga lah. Aku gag senekat itu.”

Stary : “ Nekat?”

Mutek : “ Aku belum mau mati di tangan ELF yang lain yah.”

Stary : “ Ternyata kamu masih punya akal sehat juga yah.”

Hahahahahahahahaha………………..

Kami berdua kemudian meninggalkan bandara sambil bercanda dan penuh tawa.

The end.