SUPER JUNIOR’S TRIP – EUNHYUK PART

Di dorm lantai 11 terdengar sangat ribut sekali. Walaupun hanya ada 5 orang disana, tapi smua ingin mengemukakan pendapatnya.

Yesung : “Bagaimana kalau ke Jepang saja?”
Leeteuk : “Jangan!! Kita sudah sering kesana. Bagaimana kalau India?”
Wookie : “Kurang jauh Hyung! Bagaimana kalau ke Eropa? Ke Inggris saja.”
Eunhyuk : “Yak Wookie, apa maksudmu kurang jauh? Apa perlu sekalian aku ke kutub utara??”
Sungmin : “Jika kau sanggup bertahan, kenapa tidak?”
Eunhyuk : “Jezz, aku yg akan berlibur, tapi kenapa kalian yg ribut-ribut?”
Leeteuk : “Paling tidak selama kau pergi disini tidak akan ribut lagi.” ucap Leeteuk sambil terus melihat ke arah peta.
Wookie : “Bukankah diantara kita Leeteuk hyung yg paling berisik ya?”

Leeteuk melepaskan pandangannya dari peta dan menatap sinis ke arah Wookie.
Leeteuk : “Dasar anak polos.”

Tiba-tiba seluruh ruangan dikejutkan oleh suara Sungmin.
Sungmin : “Ne, sempurna!”

Eunhyuk : “Sungminie, perlukah kau berteriak? Jantungku rasanya akan melompat keluar.”
Yesung : “Apanya yang sempurna?”
Sungmin : “Norwegia!”
Leeteuk : “Maksudmu??”
Sungmin : “Tempat liburan untuh Hyukie.”
Eunhyuk : “Hey, kenapa harus Norwegia?”
Sungmin : “Karna kau sudah pernah pergi ke Paris, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk berkunjung ke Norwegia, mumpung sekarang masih musim dingin.”
Wookie : “Hubungannya apa Hyung?”
Sungmin : “Karna kau bisa melihat aurora.” ucap Sungmin sambil memperlihatkan foto aurora yg diperolehnya di internet.

Eunhyuk terus memandang kearah gambar aurora tersebut, warna hijaunya benar-benar menarik perhatian Hyukie. Aurora tersebut sangat indah dan mempesona.

Sungmin : “Aurora tersebut hanya bisa dilihat di Norwegia bagian utara pada saat musim dingin, dan sekarang masih musim dingin. Jadi kau masih punya kesempatan untuk melihatnya.”

Kemudian semua matapun tertuju pada gambar aurora yg dipegang oleh Hyukie. Dan semua terpaku akan keindahan aurora tersebut.

Wookie : “Yesung hyung, ayo bantu aku! Tiba-tiba aku ingin membuat lagu.” dan tanpa basa-basi Wookie lalu menarik Yesung ke kamarnya.

Leeteuk : “Jadi bagaimana Hyukie??”
Eunhyuk : “Ok, aku suka ide Sungmin. Nampaknya Norwegia bukan ide yg buruk.”
Sungmin hanya tersenyun, namum ia berkata di dalah hati.
Sungmin : “Padahal sesungguhnya aku yg ingin kesana >_<”

***

Keesokan harinya di Bandara Incheon.
Kangin : “Eunhyukie, maafkan kami karna tidak bisa merayakan hari ulang tahunmu ini.”
Shindong : “Ya, paling tidak kami tetap memberi mu hadiah kan?”
Kyuhyun : “Yak, hyung, kenapa kau menangis?”
Eunhyuk : “Aku sedih karna harus meninggalkan kalian. T.T”
Leeteuk : “Apa kau berencana tidak akan kembali dan menjadi manusia es disana?”

Hyukie masih saja menangis.

Eunhyukie : “Jika kalian merindukan aku, kalian bisa langsung menelponku.”

“Plakkk!!” sebuah pukulan mendarat ke kepala Hyukie.

Heechul : “Banyak omong kau! Sudah sana masuk, bisa-bisa kau ketinggalan pesawat!”
Donghae : “Ingat! Supaya tidak tersesat, lebih baik kau menyewa jasa pemandu wisata, dan jika pulang jangan lupa belikan kami oleh-oleh. . .”
Kangin : “Tapi jangan oleh-oleh dari dongdaemun!”
Eunhyuk : “Yak, itu benar-benar oleh-oleh dari Paris!”
Leeteuk : “Aishh!!! Ka! Ka!! Sebentar lagi pesawatnya akan take off. Sesampainya disana kau harus langsung menelpon.”
Eunhyuk : “Baik hyung.” ucapnya sambil mengangguk.

Dan akhirnya hanya lambaian tangan member yg lain, kecuali Kibum (karna masih sibuk shooting), Siwon (biasa lah, lagi shooting OML), dan Hankyung (yg lagi jalan-jalan ke Amerika), yg mengantarkan kepergian Eunhyukie untuk pergi berlibur ke Norwegia.

Sesampainya di Norwegia, Eunhyuk tak langsung nenuju kawasan utara Norwegia. Karna ia mempunya waktu liburan selama satu minggu, maka ia berencana memulai perjalannya dari Norway bagian selatan yg memiliki suhu udara yg lebih hangat dan menjadikan Norway bagian utara tempat dimana ia akan melihat aurora menjadi perhentian terakhirnya.

Kemudian Hyukie pun mencari hotel untuk tempat menginap.
Eunhyuk : “Hei, disini tak akan ada yg mengenaliku, untuk apa aku membuang uangku untuk menginap di hotel yg mahal? Aku akan mencari hotel yg biasa saja ah.” (dasar Eunhyuk mang pelit >_<)

Dan ketika ia turun dari taxi yg membawanya, ia memperhatikan seorang gadis.
Eunhyuk : “Nampaknya ia juga wisatawan dari Asia. Melihat dari tinggi badannya yg hanya berkisar 160 cm, kulit yg putih, rambutnya yg hitam, matanya yg juga hitam dan sipit, jika ia tidak berasal dr Asia timur, mungkin ia berasal dr Asia tenggara. Hmmm. . . . Jika aku bisa pergi bersamanya, aku bisa menghemat biaya perjalanan.

(hemat ato pelit Hyuk??).”

Setelah beberapa langkah menuju ke tempat gadis tersebut, ia tiba-tiba menghentikan langkahnya dan kembali berfikir.

Eunhyuk : “Tidak bisa seperti ini. Bagaimana kalau dia berasal dari Korea juga dan mengenali ku? Bisa-bisa esok aku akan dikejar para netizen karna menginap di hotel seperti ini. Aiishhh!!! Oh, bagaimana kalau dia ternyata adalah seorang ELF? Bisa-bisa aku habis dicubitin sama mereka. (pengalaman menyeramkan di bandara Vietnam).”

Eunhyuk pun akhirnya mendapatkan sebuah jalan keluar setelah dua buah burgeg habis di tangannya.

Eunhyuk : “Baiklah, kalau begitu aku akan pura-pura lewat di depannya. Dan jika dia tak mengenaliku, aku aman disini. ^^ ”

Kemudian Hyukie pun berjalan melewati gadis tersebut. Namun gadis tersebut hanya melihat sekilas kearahnya.

Eunhyuk : “Hmmm….. Sepertinya ia tidak mengenaliku. Baguslah kalau begitu (:

Eunhyuk : “Hai.” sapa Eunhyuk.
Gadis : “Hai.”
Eunhyuk : “Apakah kau wisatawan juga?”

Gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum.

Eunhyuk : “Perkenalkan, namaku Eunhyuk, aku berasal dari Korea.”
Gadis : “Namaku Esta, aku berasal dari Jepang?”
Eunhyuk : “Nama yg aneh untuk seorang gadis Jepang. Tapi wajahmu memang menunjukkan bahwa kau adalah gadis dari Asia.”
Esta : “Ah, ayahku adalah orang Inggris dan ibuku adalah orang Jepang.”
Eunhyuk : “Oh, jadi begitu. Hmmmm. . . . Apakah kau berlibur sendiri?”
Esta : “Hai. Kau juga sendiri?”
Eunhyuk : “Hai. Kemanakah arah tujuan wisatamu?”
Esta : “Aku akan mulai dari selatan hingga ke utara. Aku ingin melihat aurora yg menjadi akhir perjalananku di Norwegia ini.”
Eunhyuk : “Ah, kebetulan sekali, aku juga punya niat yg sama. Jd, bagaimana kalau kita pergi bersama-sama?”

Akhirnya Eunhyuk dan Esta memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama-sama. Dan Esta sangat senang dengan hal tersebut.

(hayoo. . . . Padahal mereka baru pertama kali ketemu, koq Esta seneng banget bisa pergi sama Eunhyuk? Apa Esta jatuh cinta pada pandangan pertama?)

***

Norwegia adalah negara yg indah. Banyak tempat wisata alam yg menarik untuk dikunjungi. Hutan, cagar alam, air terjun, danau, pegunungan, dan aurora tentunya.

Mereka pun pergi bersama-sama ke beberapa tempat seperti

Avdal Vestfjel

Ceko Jettergryter Giant

Kjosfossen Terjun


Ini adalah air terjun yang mengalir relatif liar, air mengalir deras dengan batu setempat.

Lavangen


Lavangen adalah sebuah desa kecil di Norwegia. Terletak di dekat fjord Lavangen di Troms County. Matahari tengah malam dapat dilihat di sini antara Mei 20 dan 20 Juli.

Oslo Opera House

Bangunan rendah dari marmer putih, dengan  tiga ruang opera. Ruangan terbesar mampu menahan lebih dari 1.300 penonton. Memiliki bentuk khas dan bahan-bahan alami mendominasi yang mendominasi bangunannya.

Snøhetta

Snøhetta adalah puncak gunung tertinggi di Norwegia Dovrefjell . Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Dovrefjell .

Tusenfryd

Tusenfryd adalah taman hiburan yang paling banyak dikunjungi di Norwegia. Tempat ini  terletak di pedesaan yang indah sekitar 20 kilometer sebelah selatan ibukota Oslo, Akershus. Daya tarik utama dari taman ini adalah Thundercoaster yang merupakan roller coaster kayu terbesar di seluruh Eropa Utara. Wisata jalan yang digunakan sangat menarik juga terdapat berbagai atraksi untuk anak-anak dan orang dewasa, terdapat juga toko-toko dan restoran.

Air terjun Voringfoss

Akhirnya, sampailah mereka pada tujuan akhirnya, melihat keindahan aurora di Norwegia bagian utara. Mereka berdua duduk di pingir danau sambil membawa segelas kopi hangat dan menghangatkan diri di sisi api unggun bersama wisatawan lain yg rata-rata berasal dari jepang.

Ya, tiap tahun di musim dingin, banyak wisatawan yg berasal dari Jepang datang ke Norwegia untuk sekedar melihat keindahan Aurora yg memang hanya tampak pada saat musim dingin.

Eunhyuk : “Esta lihat, itu auroranya!”

Nampaklah cahaya hijau bergerak dilangit malam itu.

Esta : “Benar-benar indah. Tidak sia-sia aku berkunjung kemari.”
Eunhyuk : “Memang sangat indah.”
Esta : “Oppa, ayo kita foto bersama.”

Kemudian Esta meminta seorang wisatawan lain mengambilkan gambarnya dengan Eunhyuk.

Esta : “Aku akan menyimpannya sebagai kenang-kenangan oppa. Ah, sayang sekali besok kita harus pergi.”

***

Keesokan harinya dibandara.

Eunhyuk : “Terimakasih karna sudah mau menemaniku selama disini.”
Esta : “Harusnya aku yg berterimakasih oppa.”
Eunhyuk : “Sebentar lagi pesawat mu akan take off, bergegaslah kau masuk ke dalam pesawat.”
Esta : “Oppa, berapa lama lagi pesawat mu akan take off?”
Eunhyuk : “Sekitar satu jam lagi.”
Esta : “Kau pasti akan bosan selama menunggu. Apakah kau membawa ipod?”
Eunhyuk : “Hehehehehe. . . . . Aku lupa membawanya.”
Esta : “Kalau begitu kau pake saja ini.” ucap Esta sambil menyerahkan sebuah ipod berwarna shapire blue kepada Eunhyuk.
Esta : “Kau ambillah ini sebagai kenang-kenangan.”

Lalu Esta pun segera berlari sambil melambaikan tangannya kepada Eunhyuk. Dan Eunhyuk pun kemudian memutar ipod yg diberikan oleh Esta, dan berapa terkejutnya ia mendengar sebuah rekaman yg dimasukkan Esta ke dalam ipod tersebut. Dengan backsound Super Junior – Sorry, Sorry answer terdengar suara Esta.

Esta : “Eunhyukie oppa, maafkan aku yg tak jujur mengatakan bahwa aku adalah seorang ELF karena aku tak mau melepaskan kesempatanku untuk dekat dengan mu. Terimakasih untuk kebersamaan kita selama 1 minggu ini. Saranghaeyo oppa. Super Junior Hwaitin.”

Eunhyuk pun hanya tersenyum sambil berkata,
Eunhyuk : “Argh, kenapa aku selalu mudah tertipu.? Apakah aku sebodoh itu.? Hehehe. . . . Nado kamsahamnida Esta.”

SUPER JUNIOR’S TRIP – SUNGMIN’S PART

Dalam rangka pembuatan album Super Junior yang ke-4, Sungmin mendapat tugas untuk membuat sebuah lagu yang akan masuk dalam album tersebut. Tapi sayang, sulit sekali baginya untuk mendapatkan inspirasi. Kemudian, ia memutuskan untuk pergi berlibur selama satu minggu sambil menyelesaikan lagunya tersebut.

@@@

Perjalanan udara selama beberapa jam sangat menbuat ia letih. Sesampainya di bandara, ia langsung saja melaju ke hotel yang telah di bookingnya beberapa hari lalu.

Selama di perjalanan, ia terkagum-kagum melihat keindahan kota tersebut. Kota yang bangunannya tersusun rapi, dan penuh dengan air mancur bertebaran, serta para penduduk yang ramah yang selalu tersenyum padanya. Sungmin : “Ah, indah sekali kota ini. Persis seperti yang Eunhyuki katakana. Kota ini benar-benar kota yang penuh dengan cinta.”

Lalau ia pun segera menelepon para Hyungnya agar mereka tidak khawatir tentang keadaannya.

Sungmin : “Annyonghaseyo…”

Terdengar suara berisik dari seberang telepon. Sepertinya mereka berebut untuk memjawab telepon.

Leeteuk : “Sungmin ah, bagaimana perjalanmu??”

Sungmin : “Sungguh melelahkan hyung. Tapi disini sangat indah.”

Eunhyuk : “Benar kana pa yang aku katakan??? Paris itu memang indah, kau tak akan pernah menyesal telah datang kesana. Kau akan mendapatkan memory yang tak akan terlupakan.”

Leeteuk : “Apakah memory tersebut termasuk kejadian penipuan yang kau alami???”

Sungmin : “Hehehehehe….. aku harap itu tak akan terjadi pada ku hyung.”

Leeteuk : “Benar, jangan sampai itu terjadi pada mu. Aku percaya kau tidak sebodoh Eunhyukie. Kekekekekekeke….. “

Eunhyuk : “Yak!!!!!!!! Berhentilah mengungkit-ngungkit hal itu hyung. Itu hanya sebuah kesalahan.”

Leeteuk : “Kesalahan yang terjadi karena kebodohan mu.”

Sungmin : “Sudah hyung, kasihan Eunhyukie, jangan itu dibahas lagi. Aku akan baik-baik saja disini dan akan berusaha menyelesaikan lagu untuk album kita.”

Leetuk : “Jaga dirimu disana dan berhati-hatilah. Kami akan segera On Air untuk Sukira. Apa kau akan menyampaikan pesan-pesan untuk para menggemarmu???”

Sungmin : “Anieyo, tolong sampaikan bahwa aku telah sampai dengan selamat. Tolong juga sampaikan salam ku pada member yang lainya ya.”

Kemudian telepon pun terputus.

Sungmin tinggal di hotel yang terletak di daerah Opera, namanya Mercure Cusset Opera. Karena tidak terlalu jauh dari sungai Seine, sepanjang perjalanan ia dapat melihat menara Eiffel yang menjadi icon kota Paris tersebut. Menara yang memiliki tinggi sekitar 625m tersebut, indah menjulang di kota Paris. Ingin rasanya Sungmin segera kesana, namun letihnya mengalahkan keinginannya. Ia harus beristirahat dahulu.

@@@

Keesokan harinya, karena hotel tempat tinggal Sungmin tidak jauh dari lokasi mebara Eiffel, Sungmin pun ingin mengunjungi menara Eiffel. Ia berharap mendapatkan inspirasi dari tempat penuh cinta tersebut, apa lagi sudah menjelang valentine day, pasti akan ada banyak pasangan di tempat tersebut.

Ia memutuskan bepergian dengan naik Kapal Batobus. Tak lupa gitar warna pink kesayangannya ikut serta menemaninya berserta tas ransel pink yang di dalamnya berisi sebuah buku dan alat tulis keperluan untuk membuat lagunya.

Kapal Batobus  yang dinaikinya menyusuri Sungai Seine. Perjalanan dimulai dari menara Eiffel, palais de Charllot, Museum Louvre, Jardin des Tuilleries, Musse d’orsay, sainte Chapelle, Notre Dame, dan berlabuh kembali di menara Eiffel. Hampir seharian Sungmin menghabiskan waktunya mengunjungi tempat-tempat tersebut. Dan tanpa disajari, senja pun telah datang. Sungmin duduk di bawah menara Eiffel memandang kearah para pasangan dan beberapa penjual bunga.

Melihat penjual bungan tersebut, Sungmin mendapatkan sebuah ide judul lagu yang bagus “Lovely Rose”. Sambil terus memetik senar gitarnya, ia memandang kearah langit, mencari kalimat dan not yang tepat. Kemudian konsentrasinya pecah oleh sebuah suara.

Marie : “hallo tuan, apakah kau sedang menunggu kekasih mu?? Apakah kau mau membeli setangkai mawar dan sekotak coklat ini untuk kekasihmu?”

Sungmin : “Maaf, aku tidak sedang menunggu siapa-siapa. Jadi aku tidak bisa membeli bunga atau pun coklat dari mu.”

Marie : “Tidak apa-apa tuan. Pasti tuan adalah pengunjung asing?”

Sungmin : “Benar, saya datang dari Korea.”

Marie : “Baiklah tuan, saya harus berkeliling lagi. Selamat datang di Paris, dan selamat menikmati keindahan menara Eiffel.”

Gadis manis berambut hitam itu lalu pergi meninggalkan Sungmin yang terpaku akan senyum ramah gadis tersebut. Dan entah mengapa, bait demi bait lagu pun tercipta dengan sendirinya.

@@@

Selama beberapa hari Sungmin menghabiskan waktunya dari senja hingga malam di bawah menara Eiffel. Dan tanpa Sungmin sadari Marie yang berjualan bunga dan coklat selama minggu valentine di seputar menara Eiffel selalu mencuri pandang kearah Sungmin uang sesalu duduk di tempat yang sama dan menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya. Tapi sebenarnya, Marie juga tak menyadari bahwa Sungmin pun sering memperhatikannya. Memperhatikan senyum manis yang marie perlihatkan kepada setiap orang yang ia temui, yang membeli atau pun tak membeli mawar dan coklat darinya.

@@@

Dan malam itu adalah hari valentine. Banyak sekali pasangan yang berkencan di sekitar menara Eiffel. Dan Sungmin, ia hanya berkencan dengan gitar kesayangannya, yang selalu mememaninya selama ia menghabiskan waktunya mencari inspirasi di sekitar menara Eiffel.

Marie yang saat itu juga sendiri kemudian memberanikan dirinya menghampiri Sungmin.

Marie : “Hallo, apakah kau masih ingat dengan ku tuan??”

Sungmin : “Kau? Bukankah kau penjual bunga tersebut?”

Marie : “Syukurlah kau masih mengingat ku. Ini ….”

Marie menyodorkan setangkai bunga mawar merah dan sekotak coklat berbentuk gitar kepada Sungmin.

Marie : “Selamat hari valentine tuan…. “

Sungmi : “Panggil saja aku Sungmin.”

Marie : “Selamat hari valentine Sungmin.”

Sungmin : “Dan kau, siapakah nama mu??”

Marie : “Nama ku Marie.”

Sungmin : “Hmmm… mengapa kau memberikan hadiah ini untuk ku? Maaf, bukannya aku menolak, tapi, apa kekasih mu tak akan marah?”

Dengan wajah merona Marie pun menjawab.

Marie : “Aku tidak punya kekasih.”

Sungmin : “Ah, maaf. Tapi, kenapa kau memberikannya pada ku?”

Marie : “Karena ini adalah hari valentine, hari dimana kita harus berbagi kasih sayang, dan Paris adalah kota yang penuh dengan cinta. Dan aku, sangat menyukai mu yang sesalu duduk disini sambil menyanyi dan bermain gitar, jadi aku memderika ini untuk mu J.”

Sungmin : “Jadi, selama ini kau terus memperhatikan ku??”

Marie hanya mengangguk.”

Sungmin : “Aku juga sering memperhatikan mu…”

“ddar* ddar* ddar*”

Suara kembang api menggema di sekitar menara Eiffel. Sungguh perayaan valentine yang sangat indah.

Sungmin : “karena aku telah memberikan ku hadiah, aku juga harus memberikan mu hadiah buka?”

Marie : “Apa?”

Sungmin : “Maukah kau menerima sabuah lagu dari ku??”

Lalu Sungmin menyanyikan sebuah lagu untuk Marie.

@@@

Begitulah malam valentine tersebut Sungmin habiskan dengan Marie.

Dan kesokan harinya Sungmin pun kembali ke tempat tersebut untuk mencari Marie. Dicarinya Marie disekitar menara Eiffel, namun Marie tak kunjung dilihatnya.

Sungmin : “Permisi Nona, apakah kau mengenal seorang penjual bunga bernama Marie?” Tanyanya pada seorang perempuan bunga juga.

Mimi : “Oh, apakah anda adalah teman Marie? Dia hari ini tidak datang mungkin besok baru ia akan kembali dari kunjungnnya ke rumah keluarganya. Apa ada yang bisa saya Bantu tuan??”

Sungmin : “Tolong tunggu sebentar, saya ingin menuliskan pesan kepada Marie.”

Ia pun menuliskan sebuah pesan yang kemudian ia titipkan kepada penjual bunga tersebut beserta sebuah kotak.

@@@

Keesokan harinya, Marie pun kembali terlihat di seputaran menara Eiffel.

Mimi : “Marie, kemarin ada seorang pria yang mencari mu, tapi aku lupa menanyakan siapa namanya. Dan ia menitipkan ini untuk mu.

Marie pun kemudian membaca surat dari Sungmin tersebut.

“Kepada Marie gadis yang selalu tersenyum dengan ramah. Mungkin saat kau membaca surat dari ku ini mungkin aku sudah tak berada di Paris lagi. Aku telah kembali ke Korea. Ini aku berikan sebuah hadiah sebagai balasan hadiah dari mu saat malam valentine kemarin. Aku harap kau mau menerimanya. Terima kasih banyak. Dan semoga suatu hari nanti kita bias bertemu kembali. Salam hangat dari ku. Sungmin.”

Di bukalah kotak itu perlahan oleh  Marie. Ternyata isinya adalah sebuah kalung denga liontin hati.

Marie kemudian hanya tersenyum sambil menatap kearah menara Eiffel sambil membayangkan Sungmin yang sedang bermain gitar.