[FF] Past, Present, Future ??? Ep.03

Tanpa terasa sudah seminggu Hyesung tinggal di rumah Minwoo. Dan hari pentas senipun datang.

 

Minwoo: “Byeolra, hari ini kau akan berangkat bersama April kan?” Tanya Minwoo kepada Byeolhae yang masih sedang sibuk berdandan.

Byeolhae: “Ne. Sungyeol akan menjemput kami.”

Minwoo: “Baguslah, karna hari ini aku akan pergi dengan Hyesung.”

Byeolhae: “Jadi oppa tidak akan datang ke acara pentas seni hari ini? Hari ini aku akan perform loh oppa.”

Minwoo: “Kalau urusan aku dan Hyesung selesai sebelum kau perform, aku akan datang.”

Byeolhae: “Oppa sudah tidak sayang denganku.” Ucap Byeolhae pura-pura ngambek.

Minwoo: “Bukan begitu. Kau masih seperti anak kecil saja. Sedikit-sedikit ngambek.”

 

Terdengar Hyesung memanggil Byeolhai dari lantai bawah.

 

Hyesung: “Byeolra, ini teman-temanmu sudah datang. Ayo cepat kau turun.” Ucap Hyesung pada Byeolhae.

Minwoo: “Sana, cepat turun, teman-temanmu sudah datang.”

Byeolhae: “Tapi oppa janji oppa akan datang ya. Kalau tidak, aku akan mengadu pada Eomma kalau kakak menelantarkanku disini.”

Minwoo: “Aish… araseo. Aku akan datang.”

Byeolhae: “Janji?”

Minwoo: “Janji.”

 

Setelah mendengar janjin dari kakaknya, Byeolhaepun medaratkan sebuah kecupan di pipi Minwoo dan berlari turun ke ruang tamu.

 

Minwoo: “Hati-hati, kau sedang mengenakan rok dan high heels.”

 

Baru saja Minwoo selesai berbicara, Byeolhae tersandung di anak tangga paling bawah. Namun dengan sigap Hoya berlari menangkap dan menyangga Byeolhae agar dia tidak sampai terjatuh dari tangga.

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Hoya yang terkesima atas penampilan Byeolhae yang sangat anggun dengan dress putih, rambut kriting ikal, make up natural, dan high heels. Begitu juga dengan Hyesung yang baru kali ini melihat penampilan Byeolhae yang bagaikan Cinderela ini.

Tiba-tiba semua orang dalam ruang tamupun tersentak karena teriakan Minwoo.

 

Minwoo: “Byeolra!!! Gwaenchana??”

 

Minwoo pun bergegas berlari menuju ruang tamu. Dan Byeolhaepun segera melepaskan diri dari dekapan Hoya.

 

Hoya: “Eh, Byeolhae ssi, Mianhae.”

Byeolhae: “Aniyo. Kenapa kau meminta maaf? Aku yang salah. Harusnya aku yang meminta maaf dan berterima kasih padamu. Jika tidak ada kau, aku pasti sudah jatuh terjerembab.”

Minwoo: “Babo! Kau berdandan seperti perempuan tapi tingkahmu tetap saja seperti kuda.”

Byeolhae: “Ya!!! Oppa!!!”

Minwoo: “Terimakasih Hoya.”

Hoya: “Sama-sama hyung.”

Seongyeol: “Mari kita berangkat sekarang, supaya tidah terlambat. Bukankah kau dan Hoya harus datang lebih awal dan berkumpul di backstage?”

Minwoo: “Sudah, sana kau segera berangkat.”

Byeolhae: “Ne oppa. Hyesung oppa, aku berangkat dulu ya.”

Hyesung: “Oh, Ne. Hati-hati di jalan ya.”

Minwoo: “Hoya ssi, tolong kau jaga adikku. Sungyeol ssi, hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut-ngebut. Kau membawa dua gadis cantik dalam mobilmu.”

April: “Ah, oppa kau bisa saja. Kami pergi dulu Minwoo oppa, Hyesung oppa.”

 

Dan mereka berempat pun pergi menuju kampus dimana acara pentas seni diadakan.

Hyesung: “Minwoo-ya, kau kenal dengan pria yang tadi itu?”

Minwoo: “Tentu saja. Mereka adalah teman2 Byeolhae dan sudah sering datang kemari. Yang tinggi, kurus itu adalah pacar April, namanya Sungyeol. Dan yang tadi menangkap Byeolhae, itu Hoya, yang selalu mengantar Byeolhae pulang kuliah.”

Hyesung: “Apa kau yakin kalau Byeolhae dan Hoya hanya berteman? Sepertinya mereka lebih dari sekedar teman?”

Minwoo: “Wae? Apa kau cemburu? Hahahaha…”

Hyesung: “Aniyo.” Jawab Hyesung seadanya.

Minwoo: “Kalau mereka memang lebih dari sekedar teman, Byeolhae pasti akan mengatakannya padaku. Dan Hoya juga adalah anak yang baik dan tak akan mungkin menyembunyikan sesuatu dariku, apa lagi ini menyangkut Byeolhae.”

Hyesung: “Baiklah. Lebih baik sekarang kita berangkat saja.”

Minwoo: “kau yakin Gahi akan baik-baik aja? Maksudku, dia tidak akan berbuat nekat kan?”

Hyesung: “Entahlah. Dia kan bukan anak kecil lagi. Semoga dia bisa mengerti keadaan kita.”

Minwoo: “Baiklah. Ayo kita berangkat. Aku sudah berjanji pada Byeolhae akan datang ke acara pentas seni.”

Hyesung: “Aku juga ingin datang ke acara pentas seni. Aku ingin melihat penampilan Byeolhae.”

Monwoo: “Ne. Kaja!!”

*****

Di backstage Pentas Seni kampus, nampak Hoya, Sungyeol dan April sedang berbincang-bincang.
Sungyeol: “Ya, jagiya, siapa hyung itu?”

April: “Yang mana?”

Sungyeol: “Yang tinggi dan tampan yang tadi ada di rumah Byeolhae itu.”

April: “Owh, itu Hyesung oppa, teman Minwoo oppa.”

Hoya: “Sedang apa dioa disana?”

April: “Dia kan tinggal disana?”

Sungyeol: “Mwo? Tinggal bersama Minwoo hyung dan Byeolhae?”

Hoya: “Sejak kapan? Kenapa kau tidak mengatakan apapun pada kami?”

April: “Sejak minggu lalu. Aku ingin mengatakannya tapi aku tidak tahu bagaimana caranya.”

Sungyeol: “Ya, kau cukup mengatakan ‘ada seorang Hyung yang tinggal di rumah Byeolhae’”

April: “Sudahlah, kau jangan ribut, aku kan hanya telat mengatakannya seminggu. Jagiya, kenapa kau jadi lebih sewot? Hoya saja tidak sewot.”

Sungyeol: “Ay… dia memang tidak sewot, tapi otaknya pasti sedang banyak berpikir sekarang. Ya, Hoya , hyung itu kan hanya tinggal disana, belum tentu dia ada apa-apa dengan Byeolhae.”

Hoya: “Senyum Byeolhae tanpak berbeda ketika melihat hyung itu.”

Sungyeol: “Ah, itu hanya perasaanmu saja. Kau terlalu sensitif.”

April: “Jika kau tidak mau Byeolhae jatuh ke pelukan pria lain, kenapa tidak kau tembak saja dia.”

Hoya: “Tidak semudah itu. Aku menunggu waktu yang tepat. Aku tidak takut jika dia menolakku. Tapi aku takut jika dia akan menjauh dariku bahkan enggan untuk menjadi temanku.”

April: “Kau terlalu banyak berpikir Hoya ssi.”

Sungyeol: “Sudahlah, pikirkan saja itu lagi nanti. Sekarang, lebih baik kau pergi mencari Byeolhae, sebentar lagi kalian harus tampil.”

Hoya: “Baiklah, aku pergi dulu.”

April: “Hoya ssi, Fighting!!!”

*****

Dua orang tengah berdiri ditengah sorotan lampu. Dan kemudian lagu Be My Love dr Shinhwa pun mengalun. Dua orang tersebut pun menari mengikuti irama lagu tersebut. Semua mata tertuju pada mereka, terkesima akan kesempurnaan gerak dan keharmonisan yang mereka tunjukkan. Benar-benar perfect couple dance.

April: “Ya…. mereka berdua benar-benar serasi.”

Sunggyu: “Bukankah akan lebih serasi jika aku yang berdiri disana dengan Byeolhae.”

Entah darimana datangnya tiba-tiba Sunggyu muncul dan berkomentar dengan angkuhnya.

 

Sungyeol: “Serasi darimana hyung? Aku akui kalau kau sangat berbakat dalam menyanyi. Tapi soal tari, kemampuanmu jauh dibawah Hoya.”

Sunggyu: “Ya, berani sekali kau berkata seperti itu pada seniormu uh?”

April: “Oppa, stop it! Kenapa kau masih sibuk mengurusi Byeolhae uh? Kau yang sudah menyakiti dia. Apa kau merasa menyesal karna sudah meninggalkannya?”

 

Sunggyu yang memang seorang yang bad temper pun tanpa sadar menarik tangan April dengan paksa.

 

Sungyeol: “Ya! Lepaskan tanganmu dari gadisku.”

Minwoo: “Ya! Lepaskan tanganmu dari April. Kau memang bocah yang tak tahu aturan dan sopan santun ya. Terima kasih karna kau telah menyakiti adikku. Karna sekarang dia punya kesempatan untuk mendapatkan pria yang lebih baik lagi darimu.”

 

Minwoo yang tiba-tiba datang bersama Hyesung menghampiri Sunggyu dan memaksa Sunggyu untuk melepaskan tangannya dari tangan April. Dan tanpa banyak bicara, Sunggyu pun pergi meninggalkan tempat tersebut. Dan sesaat kemudian, Byeolhae dan Hoya pun datang.

 

Byeolhae: “Apa yang telah dilakukannya?” Tanya Byeolhae pada April.

April: “Tidak ada. Sebaiknya kau tidak usah pedulikan dia.”

 

Hyesungpun berinisiatif mengubah topik pembicaraan agar suasana hati Byeolhae tidak menjadi buruk.

 

Hyesung: “Penampilanmu sangat baik sekali Byeolra. Oppa tidak menyangka kalau kau bisa menari sebaik itu.”

Byeolhae: “Owh, oppa tadi melihat penampilanku? Terimakasih oppa. Jika bukan karna Hoya yang jadi pasanganku, penampilanku tidak mungkin sebaik itu. Terimakasih Hoya.”

Hoya: “Ah, itu bukan karena aku, itu karena Byeolhae ssi yang memang jago menari.”

Minwoo: “Wah, tidak sia-sia juga kau kuliah di temapat ini. Ne, semuanya pasti sudah lapar, mari kita makan dulu. Ini sudah saatnya makan malam.”

Byeolhae: “Kimchi, Hoya, Sungyeol, kalian akan ikut dengan kami kan?”

 

Hoya melirik kearah Sungyeol memberikan tanda bahwa dia tidak ingin pergi bersama Bora dan oppanya.

 

Sungyeol: “Minahe Byeolhae ssi, aku ada urusah yang harus diselesaikan dengan Hoya. Jadi kami tidak bisa ikut. Aku titip April padamu ya.”

Minwoo: “Sayang sekali, padahal hyung ingin merayakan penampilan istimewa kalian hari ini.”

Byeolhae: “Ya! Kalian memamng tidak setia kawan.”

Hoya: “Bukan seperti itu, tapi kami berdua mememang ada urusan yang harus diselesaikan.”

Sungyeol: “Selamat menikmati makan malam. Sampai jumpa lain kali Hyung.”

Minwoo: “Baiklah, kalau begitu, mari kita pergi. Sampai jumpa adul-ah”

 

Byeolhae, April, Minwoo dan Hyesung pun pergi memninggalkan hall tersebut.

 

Sungyeol: “Ya! Ada apa denganmu? Ini kesempatan yang bagus. Kenapa kau menolak ajakan Minwoo hyung untuk makan malam bersama? Apa kau tidak ingin makan bersama Byeolhae?”

Hoya: “Tentu saja aku ingin. Tapi akan lebih baik jika tanpa hyung itu. Kau lihat sendirikan bagaimana cara Byeolhae memandang hyung tersebut. Matanya bahkan tidak lepas dari hyung itu.”

Sungyeol: “Ya! Jangan terlalu dipikirkan. Aku yakin jika Byeolhae juga menyukaimu. Kaja! Lebih baik kita pergi makan dan mencari minum. Penampilan hebatmu hari ini harus dirayakan.”

Advertisements

3 thoughts on “[FF] Past, Present, Future ??? Ep.03

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s