[FF] Past, Present, Future??? Ep.01

 

Hari begitu panas, dan matahari begitu menyengat. Tapi dari kejauhan terlihat seorang gadis sedang datang, dibonceng oleh seorang pria berwajah tampan, manis, dengan tinggi sekitar 175cm. Ketika sampai di depan sebuah rumah, betapa terkejutnya iya melihat beberapa mobil mewah parkir di depan rumah tersebut.

 

Hoya: “Byeolhae-ya, ada apa? Apa kau tidak akan masuk ke dalam rumah?”

Byeolhae: “Eh, tentu aku akan masuk. Terimakasih atas tumpangannya hari ini. Maaf, aku selalu merepotkanmu.”

Hoya: “Sama-sama, bukan masalah besar. Rumah kita kan searah.”

 

Byeolhae lalu memperhatikan rumah diseberang jalan dan kemudian melirik kearah jam tangannya.

 

Byeolhae: *sigh* “April pasti belum pulang.”

Hoya: “Hhahahaha… bukannya sudah biasa ya jika mereka akan pergi berdua setelah waktu pulang kuliah.”

Byeolhae: “Mereka benar-benar sedang dimabuk cinta.”

Hoya: “Sudahlah, berhenti menggerutu dan lekaslah masuk ke dalam rumah. Nanti Minwoo hyung bisa memarahiku jika kau tak pulang tepat waktu.” Ucap Hoya dengan nada bercanda.

Byeolhae: “Hari ini dia tidak akan mempedulikanku.” Jawab Byeolhae sambil menunjuk mobil-mobil yang tengah parkir di depan rumahnya.

Hoya: “Ah~~~ Para hyung itu sedang datang rupanya.”

Byeolhae: “Sudahlah, aku akan segera masuk. Sekali lagi, terima kasih Hoya ssi. Sampai jumpa besok di kampus ya. Hati-hati di jalan.”

Hoya: “Yup, sampai jumpa besok. Bye~~~”

 

Terdengar suara motor Hoya yang mulai semakin sayup dan menghilang di kejauhan. Byeolhae pun membalikan badannya dan melangkah dengan malasnya menuju ke dalam rumah.

 

Byeolhae: “Heuh~~ Pastilah diriku akan jadi bahan ledekan mereka lagi.” Ucapnya dalam hati.

 

Dengan hati-hati iya membuka pintu dan melangkah masuk kedalam rumah seperti seorang pencuri, berharap agar kakaknya, Lee Minwoo, beserta teman-temannya tidak menyadari kedatangannya. Namun sayangnya, seseorang di dalam rumah lebih dahulu menyapanya.

 

Dongwan: “Ah, Byeolhae-ya, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau mengendap-endap di rumahmu sendiri?”

Byeolhae: “Annyeonghaseyo Dongwan oppa.” Sapa Byeolhae dengan malu-malu. Kemudian ia dengan terpaksa melangkah ke arah para pria beumur 30 tahunan itu berkumpul. Sambil menunduk iya menyapa mereka satu per satu.

Byeolhae: “Annyeonghaseyo Eric oppa. Annyeonghaseyo Andy oppa. Annyeonghaseyo Junjin oppa. Annyeonghaseyo…..”

 

Tiba-tiba suara Byeolhae pun terhenti ketika melihat sesosok pria berkulit putih, dengan tinggi 180cm tersebut tersenyum kearahnya. Namun ia akhirnya segera tersadar dan melanjutkan kalimatnya yang tadi sempat tertunda.

 

Byeolhae: “Annyeonghaseo Hyesung oppa.”

Hyesung: “Annyeong Byeolra. Sudah lama kita tak bertemu. Kau semakin tinggi dan cantik saja.”

Byeolhae pun menjadi tersipu mendengar ucapan Hyesung.

 

Eric: “Ya~ Hyesung-ah, apa kau tidak melihat bagaimana expresi wajah Minwoo ketika kau mengatakan bahwa Byeolhae semakin tinggi? Hahahaha…”

Minwoo: “Ya! Apakah ada yang salah dengan ku?” Jawab Minwoo protes.

Junjin: “Tentu saja ada hyung. Kau pendek, sementara adikmu tinggi, disitulah terletak kesalahnnya.”

Semuapun sontak tertawa mendengar ledekan Junjin.

 

Minwoo merupakan member terpendek di gank “Shinhwa” tersebut. Untuk ukuran seorang lelaki, Minwoo termasuk pria pendek karena tingginya tidak bisa mencapai 175cm. Sementara adiknya, Byeolhae memiliki tinggi badan 170cm. Sebenarnya kedua orang tua mereka bertubuh tinggi. Namun sayang, Minwoo yang seharusnya juga bisa tumbuh menjadi pria yang tinggi mengalami kecelakaan pada tulang belakannya ketika remaja yang menyebabkan pertumbuhannya menjadi terhenti.

 

Andy: “Hyung, sudah tertawanya, mari kita segera pergi, atau kita akan terlambat sampai di tempat acara Tony hyung.”

Minwoo: “Baiklah, mari kita pergi! Byeolra~ tolong bereskan meja ini ya.”

Byeolhae: “Kalian akan pergi?”

Junjin: “Ne, kami akan pergi ke acara pernikahannya Tony hyung.”

Byeolhae: “Ah…. Baiklah. Tolong sampaikan ucapan selamatku untuknya.”

 

Kemudian keenam pria itupun pergi begitu saja meninggalkan Byeolhae dengan segala bekas makanan dan minuman bertebaran di meja. Untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir ini Byeolhae kesal dengan kepergian kakak dan teman-temannya itu. Biasanya dia akan merasa sangat senang jika gank tersebut bubar, karena jika mereka bersama-sama, seluruh kegilaan mereka akan keluar dan sulit untuk terkendalikan. Dan pada akhirnya, pasti Byeolhae akan menjadi salah satu korban kegilaan mereka. Jika tidak disindir, maka byeolhae akan terus dijahili.

Untuk kali ini Byeolhae bukan kesal karena dijahili, ataupun karena mereka menyisakan meja kotor yang harus dirapikan olehnya. Tapi karena Hyesung yang ikut pergi bersama mereka. Hyesung yang sudah empat tahun tak pernah dijumpainya. Hyesung yang pernah menjadi ‘rahasia’-nya. Hyesung yang selalu memanggilnya dengan sebutan Byeolra. Hyesung yang dikaguminya lebih dari kakaknya. Hyesung yang selalu diimpikan sebagai kekasihnya. Hyesung yang empat tahun lalu tiba-tiba pergi kembali ke Amerika. Dan ketika Byeolhae sudah bisa kembali ke dunia nyata dan melupakan pangeran impiannya tersebut, tiba-tiba kini ia kembali hadir di depan matanya.

Lalu dengan langkah gontai dan bingung, ia pun masuk dan melemparkan tubuhnya di atas kasur. Ia kemudian memejamkan matanya, mengingat kembali kenangan empat tahun lalu dimana ia selalu tersipu malu dan menyembunyikan perasaannya kepada sabahat kakaknya tersebut. Hyesung yang sampai dengan empat tahun lalu merupakan pangeran impian Byeolhae yang tampan, kini hadir dengan wajah yang lebih tampan lagi. Iya pun bergegas menuju loteng dan mencari sebuah kardus berwarna pink, yang penuh dengan buku diary yang masih terkunci. Buku diary yang penuh dengan tulisan dan foto-foto  akan Hyesung di dalamnya, yang tak pernah bisa tersentuh oleh orang lain selain dirinya dan April, karena ia tak pernah mau orang lain tahu bahwa dia sangat menyukai Hyesung. Bahkan sepertinya kakaknya sendiri pun yak mengetahui bahwa adiknya begitu mengagumi sahabatnya. Byeolhae tidak mau jika Hyesung mengetahui perasaannya dan kemuadian menjauh darinya.

Di dalam pikiran Byeolhae saat ini, semua memori akan Hyesung yang telah lama ia kubur pun kembali lagi. Perasaan suka itu muncul lagi. Empat tahun lalu, ketika ia berumur 17 tahun, ketika dimana iya masih menjadi seorang gadis yang pemalu, tidah tahu style, menggunakan kaca mata serta kawat gigi. Gadis yang selalu tinggal di rumah, berteman dengan April Kim yang sudah menjadi sahabatnya dari sekolah dasar, dan selalu bermain dengan anjing peliharaan Eric atau anjing peliharaan Dongwan. Namun sekarang dia sudah berumur 21 tahun dan sebentar lagi akan menginjak 22 tahun, umur yang pantas bagi seorang gadis untuk memiliki kekasih. Ia pun sudah tumbuh menjadi gadis yang mempesona, dengan rambut panjang yang ikal, dan pandai bergaul. Ia juga menjadi salah satu penari terbaik di kampusnya. Ia bukanlah seorang gadis pemalu lagi, Ia telah menemukan jati dirinya. Dan ia pun memutuskan untuk membangkitkan keberaniannya, untuk membuat Hyesung menyadari akan perasaannya.

Kemudian Byeolhae pun mengambil handphonenya dan mengetik sebuah pesan singkat.

 

“To: April Kimchi”

“Nae wangja is back. Hyesung oppa ku telah kembali :)”

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF] Past, Present, Future??? Ep.01

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s