SUPER JUNIOR’S TRIP – KANGIN’S PART

“rrrgggggttttt…… rrrgggggttttt……!!!!!”

Suara getar handphone milik Leeteuk. Ia pun kemudian membaca sebuah pesan yang baru saja sampai di handphonenya.

“Hyung, aku bosan tinggal disini dengan kondisi seperti ini. Aku lebih baik pergi berlibur saja. Aku ingin merefresh otak ku.”

Stary                : “Dari siapa itu oppa???”

Leeteuk            : “Kangin.”

Stary                : “Ada apa dengan Kangin oppa???”

Leeteuk            : “Kau tak perlu khawatir, tidak ada hal yang terjadi dengan Kangin.” Ucap Teukie sambil menyuapkan sesendok penuh es krim vanilla ke mulutnya.

Leeteuk            : “Ia hanya ingin pergi berlibur.”

Stary : “Apa?? liburan?? Wah, enak sekali Kangin oppa. Kira-kira, kapan kita bisa dapat liburan juga ya oppa??”
Leeteuk : “Entahlah, sepertinya kita juga butuh waktu untuk berlibur. Tapi sayang, jadwal kita terlalu padat.”

***

Di tempat lain di sebuah bandara di Mexico, Kangin sedang menunggu sebuah taxi yg akan mengantarnya ke hotel.

Dan ketika Kangin masuk ke dalan taxi, tiba-tiba seorang wanita masuk juga ke dalam taxi tersebut.

Kangin : Hai nona, apa yang kau lakukan? Ini taxi ku, dan aku harus bergegas pergi.” ucap Kangin sedikit berteriak.
Nona : “ssstttthhh!!!!” ia pun membekap mulut Kangin dengan tangannya.
Kangin : “Hey, apa-apaan kau ini??”

Kemudian datanglah seorang pria dengan muka yg beringas dan postur badan yg tinggi.
Sepertinya dia bukan orang baik-baik. Ia pun membuka pintu taxi dengan paksa.

TOP : “Hei, Re, cepat keluar!!” bentaknya kepada gadis yg telah nyelonong masuk ke dalam taxi Kangin itu.

Re : “Aku tidak mau. Lepaskan aku!!!” gadis itu meronta dan berusaha melepaskan tangannya yg ditarik oleh pria tersebut.
Kangin : “Hei, apa yg kau lakukan?? Gadis ini tidak mau pergi, jadi kenapa kau paksa??”
TOP : “Sudah, diam saja kau, jangan ikut campuri urusanku.”

Dan bogem mentah pun mendarat di pipi Kangin.
Sifat Kangin yg memang suka ikut campur dan pukulan yg mendarat di pipinya membuatnya tak tahan lagi, apa lagi gadis tersebut terlalu ribut berteriak agar TOP melepaskannya.
Kangin pun kemudian turun dari taxi dan berjalan ke arah TOP.
Kemudian, “kabbbowwmmm!”
Kangin membalas pukulan yg tadi diterimanya hingga membuat TOP tersungkur.

Re : “Ayo cepat kita pergi sebelum dia bangun dan polisi datang kemari.” Ia pun menarik tangan Kangin agar Kangin segera masuk ke dalam taxi.
Dan taxi pun segera meluncur dengan kecepatan tinggi.

Taxi pun menuju ke arah Mexico City.
Kangin sebenarnya tahu klo dari tadi Rere terus memperhatikannya, tapi ia diam saja. Tapi lama-lama ia merasa terusik juga.

Kangin : “Kenapa dari tadi kau memperhatikan ku?” tanya Kangin dengan sedikit ketus.
Rere : “Kau tampak berbeda. Kau itu bukan orang dari sini kan??”
Kangin : “Iya, aku adalah wisatawan yg ingin berlibur. Dan kau telah merusak hari pertama liburanku.”
Rere : “Maaf, tapi kondisinya benar-benar mendesak dan membuat ku harus melakukan hal itu.”

Sebenarnya Kangin sangat penasaran dengan apa yg telah terjadi. Di kepalanya terdapat beribu pertanyaan, tentang siapa gadis ini sebenernya? Siapa pria yg tadi memaksanya? Apa hubungan antara gadis ini dengan pria yg tadi?, dan masih banyak lagi. Tapi Kangin hanya diam, ia enggan menanyakaannya. Karna pukulan yg telah ia terima di pipinya sudah cukup untuk merusak moodnya hari itu.

Rere : “Sebagai permintaan maaf dan rasa terima kasih, bagaimana kalau aku yg mengantar mu jalan-jalan keliling meksiko? Aku akan menjemput mu besok dengan mobil ku!”

Bagaikan tersambar petir di siang hari, betapa kagetnya ia mendengar ucapan gadis tersebut.
Kangin : “Ha-ha-ha-ha, apa kau berencana ingin membunuh ku?? Hari sudah cukup masalah yg kau buat untuk ku.”

Dan sampailah taxi tersebut di depan hotel tempat Kangin menginap.

Rere : “Sudah, biar aku yg membayar taxi ini, kau masuk saja dan beristirahatlah.” ucap gadis itu sambil tersenyun.

Dan taxi tersebut pergi meninggalkan Kangin yg masih berdiri di depan hotel memandang ke arah taxi tersebut. Dan terlihatlah lambaian tangan dan terdengar pula teriakan dari gadis itu.

Rere : “Hei, namaku Rere dan aku akan menjemput mu besok pagi jam 10.”

Kangin hanya terdiam dan berfikir.
Kanging : “Gadis ini benar-benar gila. Apa kah smua gadis di Meksiko itu seperti dia?? Haishhh..!!”

***

Keesokan harinya, sesuai apa yang telah rere katakana, ia pun menjemput Kangin. Karena Rere sudah datang, dan Kangin merasa tidak enak hati, maka terpaksalah ia mengikuti rere pergi berkeliling Meksiko.

Awalnya Kangin memang merasa terganggu dengan kehadiran Rere, tapi lama kelamaan, ia menyadari bahwa Rere adalah gadis yang baik dan sangat rame dan lucu. Mereka pun semakin dekat.

Beberapa hari mereka habiskan berdua berjalan-jalan bersama. Mereka berkeliling Mexico City, León

mengunjungi peninggalan suku maya di Yucatan

pergi ke kota Santiago de Querétaro, San Luis Potosí, dll.

Mereka juga berkunjung ke Kota Puebla untuk melihat beberapa gunung berapi

dan gunung-gunung dengan puncak bersalju, Sebuah rumah tua di Avenue Juárez

Monumen Ave. Juárez, “La Capilla del Rosario” yang merupakan sebuah kapel yang dilapisi emas,  El Barrio del Artista (“Perkampungan seniman”) di mana seni kerajinan setempat diproduksi dan Centro y Zócalo (pusat kota). Tempat yang juga mereka kunjungi adalah piramida Cholula.

Cholula adalah salah satu kota terpenting di bawah kekaisaran Aztec, dan piramidanya adalah yang terbesar di Dunia Baru.

Kota lainnya yang tak kalah menarik yang mereka kunjungi adalah Kota Chihuahua.

Kota Chihuahua menawarkan banyak tempat untuk wisatawan, antara lain Katedral yang berasal dari abad ke-18, istana pemerintahan dari abad ke-19, dan balai kota dari abad ke-19 dan ke-20. Kota ini memberikan pelayanan bus khusus turis “trolley el tarahumara” yakni sejenis bus yang berkeliling ke museum-museum dan monumen-monumen utama di pusat kota, termasuk taman-taman seperti “Central Park: El Palomar”. Ada pula sebuah lapangan yang sangat penting di pusat kota dengan air mancur, dan disinilah mereka berdua asik bercakap-cakap.

Kangin : “terimakasih.”

Rere : “Untuk apa?”

Kangin : “Untuk menemaniku selama beberapa hari ini.”

Rere : “It doesn’t matter. Anggap saja ini balas budi ku karena kau menyelamatkan ku saat itu.”

Kangin : “Hmmmm… Re,,, boleh kah aku menanyakan sesuatu pada mu?
Rere : “Apa?”

Kangin : “Siapa pria itu?”

Rere terdiam, ia nampaknya enggan untuk mengatakan masalahnya pada Kangin. Ia tak mau Kangin menjauhinya karena ia mulai jatuh cinta pada Kangin. Tapi Rere menyadari bahwa ia tak akan mungkin bias menyembunyikan masalahnya dari Kangin karena dari awal ia sudah menyeret Kangin dalam masalahnya tersebut.

Rere : “Namanya TOP, dia tunangan ku.” Ucap Rere dengan berat hati.

Kangin pun urung meneguk segelas kopi yang dari tadi digenggamnya, ia sangat terkejut. Dam juga ia sangat heran, mengapa ia harus bersedih akan ucapan Rere. Ya, Kangin pun mulai jatuh cinta pada Rere.

Rere : “Tapi aku tak pernah mencintainya. Ayah ku memaksaku untuk menikah dengannya demi perusahaannya, dan aku membenci semua ini. Apa lagi aku telah menemukan orang yang aku cintai, dan itu adalah kau.

Jantung Kangin berdebar dengan sangat cepat. Ia tak tahu dan tak mengerti dengan apa yang kini ia alami.

Kangin : “Aku juga mencintai mu.” Spontan saja kalimat itu terlontar dari mulut Kangin.

Dan sejenak, suasana pun menjadi hening.

Rere : “Tolong bawa aku bersama mu! Bawa aku ke Korea.”

Kangin : “Tapi aku tak bias. Aku tak ingin membahayakan mu, fans dan anti fans di Korea sangan berbahaya. Mereka bisa membahayakan nyawamu.”

Rere : “Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak mau menikah dengan TOP.”

Kangin : “Rere, aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi, percaya pada ku. Aku akan kembali lagi kemari, tapi kau harus membantu ku mengundur waktu pernikahan mu.”

Rere : “Benarkah apa yang kau katakan?”

Kangin : “Pria sejati akan selalu bertanggung jawab dengan apa yang telah dikatakannya. Tolong percayalah padaku.”

Rere : “Baik, aku percaya pada mu.”

Kangin : “Besok aku akan kembali ke Korea, jaga dirimu baik-baik. Ingan untuk selalu mengirim email kepada ku.”

Rere tak menjawab, ia hanya bersandar di bahu Kangin sambil meneteskan air matanya.

Kangin : “Kau tak usah bersedih, aku janji, aku pasti akan kembali.”

Rere : “Aku pasti akan sangat merindukan mu.”

Kangin : “Aku juga.”

Rere : “Kau kemari untuk menghibur dirimu kan? Jadi, tidak seharusnya aku bersedih, kita harus bergembira hari ini, ayo sekarang kita pergi!”

Kangin : “Kita mau kemana?”

Rere : “Ayo kita wisata kuliner. Bukankah orang Korea suka masakan yang pedas? Meksiko adalah tempat yang tepat.”

Akhirnya hari tersebut dihabiskan oleh mereka berdua untuk wisata kuliner. Dan kenangan tersebut dibawa oleh kangin pulang kembali ke Korea, serta janjinya untuk memjemput Rere suatu hari nanti.

Advertisements

5 thoughts on “SUPER JUNIOR’S TRIP – KANGIN’S PART

  1. ^^ eonnnn,, baaguuuuss bgt critta nya ok!!!
    duch sapa tuh rere ,pasti always waiting kangin oppa hihihi

    like this eonn … t.o.p
    hehehheee,, knapa gk g.d hehehe ^^
    buat yg umin lagy hehehe :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s