SUPER JUNIOR’S TRIP – SUNGMIN’S PART

Dalam rangka pembuatan album Super Junior yang ke-4, Sungmin mendapat tugas untuk membuat sebuah lagu yang akan masuk dalam album tersebut. Tapi sayang, sulit sekali baginya untuk mendapatkan inspirasi. Kemudian, ia memutuskan untuk pergi berlibur selama satu minggu sambil menyelesaikan lagunya tersebut.

@@@

Perjalanan udara selama beberapa jam sangat menbuat ia letih. Sesampainya di bandara, ia langsung saja melaju ke hotel yang telah di bookingnya beberapa hari lalu.

Selama di perjalanan, ia terkagum-kagum melihat keindahan kota tersebut. Kota yang bangunannya tersusun rapi, dan penuh dengan air mancur bertebaran, serta para penduduk yang ramah yang selalu tersenyum padanya. Sungmin : “Ah, indah sekali kota ini. Persis seperti yang Eunhyuki katakana. Kota ini benar-benar kota yang penuh dengan cinta.”

Lalau ia pun segera menelepon para Hyungnya agar mereka tidak khawatir tentang keadaannya.

Sungmin : “Annyonghaseyo…”

Terdengar suara berisik dari seberang telepon. Sepertinya mereka berebut untuk memjawab telepon.

Leeteuk : “Sungmin ah, bagaimana perjalanmu??”

Sungmin : “Sungguh melelahkan hyung. Tapi disini sangat indah.”

Eunhyuk : “Benar kana pa yang aku katakan??? Paris itu memang indah, kau tak akan pernah menyesal telah datang kesana. Kau akan mendapatkan memory yang tak akan terlupakan.”

Leeteuk : “Apakah memory tersebut termasuk kejadian penipuan yang kau alami???”

Sungmin : “Hehehehehe….. aku harap itu tak akan terjadi pada ku hyung.”

Leeteuk : “Benar, jangan sampai itu terjadi pada mu. Aku percaya kau tidak sebodoh Eunhyukie. Kekekekekekeke….. “

Eunhyuk : “Yak!!!!!!!! Berhentilah mengungkit-ngungkit hal itu hyung. Itu hanya sebuah kesalahan.”

Leeteuk : “Kesalahan yang terjadi karena kebodohan mu.”

Sungmin : “Sudah hyung, kasihan Eunhyukie, jangan itu dibahas lagi. Aku akan baik-baik saja disini dan akan berusaha menyelesaikan lagu untuk album kita.”

Leetuk : “Jaga dirimu disana dan berhati-hatilah. Kami akan segera On Air untuk Sukira. Apa kau akan menyampaikan pesan-pesan untuk para menggemarmu???”

Sungmin : “Anieyo, tolong sampaikan bahwa aku telah sampai dengan selamat. Tolong juga sampaikan salam ku pada member yang lainya ya.”

Kemudian telepon pun terputus.

Sungmin tinggal di hotel yang terletak di daerah Opera, namanya Mercure Cusset Opera. Karena tidak terlalu jauh dari sungai Seine, sepanjang perjalanan ia dapat melihat menara Eiffel yang menjadi icon kota Paris tersebut. Menara yang memiliki tinggi sekitar 625m tersebut, indah menjulang di kota Paris. Ingin rasanya Sungmin segera kesana, namun letihnya mengalahkan keinginannya. Ia harus beristirahat dahulu.

@@@

Keesokan harinya, karena hotel tempat tinggal Sungmin tidak jauh dari lokasi mebara Eiffel, Sungmin pun ingin mengunjungi menara Eiffel. Ia berharap mendapatkan inspirasi dari tempat penuh cinta tersebut, apa lagi sudah menjelang valentine day, pasti akan ada banyak pasangan di tempat tersebut.

Ia memutuskan bepergian dengan naik Kapal Batobus. Tak lupa gitar warna pink kesayangannya ikut serta menemaninya berserta tas ransel pink yang di dalamnya berisi sebuah buku dan alat tulis keperluan untuk membuat lagunya.

Kapal Batobus  yang dinaikinya menyusuri Sungai Seine. Perjalanan dimulai dari menara Eiffel, palais de Charllot, Museum Louvre, Jardin des Tuilleries, Musse d’orsay, sainte Chapelle, Notre Dame, dan berlabuh kembali di menara Eiffel. Hampir seharian Sungmin menghabiskan waktunya mengunjungi tempat-tempat tersebut. Dan tanpa disajari, senja pun telah datang. Sungmin duduk di bawah menara Eiffel memandang kearah para pasangan dan beberapa penjual bunga.

Melihat penjual bungan tersebut, Sungmin mendapatkan sebuah ide judul lagu yang bagus “Lovely Rose”. Sambil terus memetik senar gitarnya, ia memandang kearah langit, mencari kalimat dan not yang tepat. Kemudian konsentrasinya pecah oleh sebuah suara.

Marie : “hallo tuan, apakah kau sedang menunggu kekasih mu?? Apakah kau mau membeli setangkai mawar dan sekotak coklat ini untuk kekasihmu?”

Sungmin : “Maaf, aku tidak sedang menunggu siapa-siapa. Jadi aku tidak bisa membeli bunga atau pun coklat dari mu.”

Marie : “Tidak apa-apa tuan. Pasti tuan adalah pengunjung asing?”

Sungmin : “Benar, saya datang dari Korea.”

Marie : “Baiklah tuan, saya harus berkeliling lagi. Selamat datang di Paris, dan selamat menikmati keindahan menara Eiffel.”

Gadis manis berambut hitam itu lalu pergi meninggalkan Sungmin yang terpaku akan senyum ramah gadis tersebut. Dan entah mengapa, bait demi bait lagu pun tercipta dengan sendirinya.

@@@

Selama beberapa hari Sungmin menghabiskan waktunya dari senja hingga malam di bawah menara Eiffel. Dan tanpa Sungmin sadari Marie yang berjualan bunga dan coklat selama minggu valentine di seputar menara Eiffel selalu mencuri pandang kearah Sungmin uang sesalu duduk di tempat yang sama dan menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya. Tapi sebenarnya, Marie juga tak menyadari bahwa Sungmin pun sering memperhatikannya. Memperhatikan senyum manis yang marie perlihatkan kepada setiap orang yang ia temui, yang membeli atau pun tak membeli mawar dan coklat darinya.

@@@

Dan malam itu adalah hari valentine. Banyak sekali pasangan yang berkencan di sekitar menara Eiffel. Dan Sungmin, ia hanya berkencan dengan gitar kesayangannya, yang selalu mememaninya selama ia menghabiskan waktunya mencari inspirasi di sekitar menara Eiffel.

Marie yang saat itu juga sendiri kemudian memberanikan dirinya menghampiri Sungmin.

Marie : “Hallo, apakah kau masih ingat dengan ku tuan??”

Sungmin : “Kau? Bukankah kau penjual bunga tersebut?”

Marie : “Syukurlah kau masih mengingat ku. Ini ….”

Marie menyodorkan setangkai bunga mawar merah dan sekotak coklat berbentuk gitar kepada Sungmin.

Marie : “Selamat hari valentine tuan…. “

Sungmi : “Panggil saja aku Sungmin.”

Marie : “Selamat hari valentine Sungmin.”

Sungmin : “Dan kau, siapakah nama mu??”

Marie : “Nama ku Marie.”

Sungmin : “Hmmm… mengapa kau memberikan hadiah ini untuk ku? Maaf, bukannya aku menolak, tapi, apa kekasih mu tak akan marah?”

Dengan wajah merona Marie pun menjawab.

Marie : “Aku tidak punya kekasih.”

Sungmin : “Ah, maaf. Tapi, kenapa kau memberikannya pada ku?”

Marie : “Karena ini adalah hari valentine, hari dimana kita harus berbagi kasih sayang, dan Paris adalah kota yang penuh dengan cinta. Dan aku, sangat menyukai mu yang sesalu duduk disini sambil menyanyi dan bermain gitar, jadi aku memderika ini untuk mu J.”

Sungmin : “Jadi, selama ini kau terus memperhatikan ku??”

Marie hanya mengangguk.”

Sungmin : “Aku juga sering memperhatikan mu…”

“ddar* ddar* ddar*”

Suara kembang api menggema di sekitar menara Eiffel. Sungguh perayaan valentine yang sangat indah.

Sungmin : “karena aku telah memberikan ku hadiah, aku juga harus memberikan mu hadiah buka?”

Marie : “Apa?”

Sungmin : “Maukah kau menerima sabuah lagu dari ku??”

Lalu Sungmin menyanyikan sebuah lagu untuk Marie.

@@@

Begitulah malam valentine tersebut Sungmin habiskan dengan Marie.

Dan kesokan harinya Sungmin pun kembali ke tempat tersebut untuk mencari Marie. Dicarinya Marie disekitar menara Eiffel, namun Marie tak kunjung dilihatnya.

Sungmin : “Permisi Nona, apakah kau mengenal seorang penjual bunga bernama Marie?” Tanyanya pada seorang perempuan bunga juga.

Mimi : “Oh, apakah anda adalah teman Marie? Dia hari ini tidak datang mungkin besok baru ia akan kembali dari kunjungnnya ke rumah keluarganya. Apa ada yang bisa saya Bantu tuan??”

Sungmin : “Tolong tunggu sebentar, saya ingin menuliskan pesan kepada Marie.”

Ia pun menuliskan sebuah pesan yang kemudian ia titipkan kepada penjual bunga tersebut beserta sebuah kotak.

@@@

Keesokan harinya, Marie pun kembali terlihat di seputaran menara Eiffel.

Mimi : “Marie, kemarin ada seorang pria yang mencari mu, tapi aku lupa menanyakan siapa namanya. Dan ia menitipkan ini untuk mu.

Marie pun kemudian membaca surat dari Sungmin tersebut.

“Kepada Marie gadis yang selalu tersenyum dengan ramah. Mungkin saat kau membaca surat dari ku ini mungkin aku sudah tak berada di Paris lagi. Aku telah kembali ke Korea. Ini aku berikan sebuah hadiah sebagai balasan hadiah dari mu saat malam valentine kemarin. Aku harap kau mau menerimanya. Terima kasih banyak. Dan semoga suatu hari nanti kita bias bertemu kembali. Salam hangat dari ku. Sungmin.”

Di bukalah kotak itu perlahan oleh  Marie. Ternyata isinya adalah sebuah kalung denga liontin hati.

Marie kemudian hanya tersenyum sambil menatap kearah menara Eiffel sambil membayangkan Sungmin yang sedang bermain gitar.

Advertisements

One thought on “SUPER JUNIOR’S TRIP – SUNGMIN’S PART

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s