SUPER JUNIOR’S TRIP – SUNGMIN’S PART

Dalam rangka pembuatan album Super Junior yang ke-4, Sungmin mendapat tugas untuk membuat sebuah lagu yang akan masuk dalam album tersebut. Tapi sayang, sulit sekali baginya untuk mendapatkan inspirasi. Kemudian, ia memutuskan untuk pergi berlibur selama satu minggu sambil menyelesaikan lagunya tersebut.

@@@

Perjalanan udara selama beberapa jam sangat menbuat ia letih. Sesampainya di bandara, ia langsung saja melaju ke hotel yang telah di bookingnya beberapa hari lalu.

Selama di perjalanan, ia terkagum-kagum melihat keindahan kota tersebut. Kota yang bangunannya tersusun rapi, dan penuh dengan air mancur bertebaran, serta para penduduk yang ramah yang selalu tersenyum padanya. Sungmin : “Ah, indah sekali kota ini. Persis seperti yang Eunhyuki katakana. Kota ini benar-benar kota yang penuh dengan cinta.”

Lalau ia pun segera menelepon para Hyungnya agar mereka tidak khawatir tentang keadaannya.

Sungmin : “Annyonghaseyo…”

Terdengar suara berisik dari seberang telepon. Sepertinya mereka berebut untuk memjawab telepon.

Leeteuk : “Sungmin ah, bagaimana perjalanmu??”

Sungmin : “Sungguh melelahkan hyung. Tapi disini sangat indah.”

Eunhyuk : “Benar kana pa yang aku katakan??? Paris itu memang indah, kau tak akan pernah menyesal telah datang kesana. Kau akan mendapatkan memory yang tak akan terlupakan.”

Leeteuk : “Apakah memory tersebut termasuk kejadian penipuan yang kau alami???”

Sungmin : “Hehehehehe….. aku harap itu tak akan terjadi pada ku hyung.”

Leeteuk : “Benar, jangan sampai itu terjadi pada mu. Aku percaya kau tidak sebodoh Eunhyukie. Kekekekekekeke….. “

Eunhyuk : “Yak!!!!!!!! Berhentilah mengungkit-ngungkit hal itu hyung. Itu hanya sebuah kesalahan.”

Leeteuk : “Kesalahan yang terjadi karena kebodohan mu.”

Sungmin : “Sudah hyung, kasihan Eunhyukie, jangan itu dibahas lagi. Aku akan baik-baik saja disini dan akan berusaha menyelesaikan lagu untuk album kita.”

Leetuk : “Jaga dirimu disana dan berhati-hatilah. Kami akan segera On Air untuk Sukira. Apa kau akan menyampaikan pesan-pesan untuk para menggemarmu???”

Sungmin : “Anieyo, tolong sampaikan bahwa aku telah sampai dengan selamat. Tolong juga sampaikan salam ku pada member yang lainya ya.”

Kemudian telepon pun terputus.

Sungmin tinggal di hotel yang terletak di daerah Opera, namanya Mercure Cusset Opera. Karena tidak terlalu jauh dari sungai Seine, sepanjang perjalanan ia dapat melihat menara Eiffel yang menjadi icon kota Paris tersebut. Menara yang memiliki tinggi sekitar 625m tersebut, indah menjulang di kota Paris. Ingin rasanya Sungmin segera kesana, namun letihnya mengalahkan keinginannya. Ia harus beristirahat dahulu.

@@@

Keesokan harinya, karena hotel tempat tinggal Sungmin tidak jauh dari lokasi mebara Eiffel, Sungmin pun ingin mengunjungi menara Eiffel. Ia berharap mendapatkan inspirasi dari tempat penuh cinta tersebut, apa lagi sudah menjelang valentine day, pasti akan ada banyak pasangan di tempat tersebut.

Ia memutuskan bepergian dengan naik Kapal Batobus. Tak lupa gitar warna pink kesayangannya ikut serta menemaninya berserta tas ransel pink yang di dalamnya berisi sebuah buku dan alat tulis keperluan untuk membuat lagunya.

Kapal Batobus  yang dinaikinya menyusuri Sungai Seine. Perjalanan dimulai dari menara Eiffel, palais de Charllot, Museum Louvre, Jardin des Tuilleries, Musse d’orsay, sainte Chapelle, Notre Dame, dan berlabuh kembali di menara Eiffel. Hampir seharian Sungmin menghabiskan waktunya mengunjungi tempat-tempat tersebut. Dan tanpa disajari, senja pun telah datang. Sungmin duduk di bawah menara Eiffel memandang kearah para pasangan dan beberapa penjual bunga.

Melihat penjual bungan tersebut, Sungmin mendapatkan sebuah ide judul lagu yang bagus “Lovely Rose”. Sambil terus memetik senar gitarnya, ia memandang kearah langit, mencari kalimat dan not yang tepat. Kemudian konsentrasinya pecah oleh sebuah suara.

Marie : “hallo tuan, apakah kau sedang menunggu kekasih mu?? Apakah kau mau membeli setangkai mawar dan sekotak coklat ini untuk kekasihmu?”

Sungmin : “Maaf, aku tidak sedang menunggu siapa-siapa. Jadi aku tidak bisa membeli bunga atau pun coklat dari mu.”

Marie : “Tidak apa-apa tuan. Pasti tuan adalah pengunjung asing?”

Sungmin : “Benar, saya datang dari Korea.”

Marie : “Baiklah tuan, saya harus berkeliling lagi. Selamat datang di Paris, dan selamat menikmati keindahan menara Eiffel.”

Gadis manis berambut hitam itu lalu pergi meninggalkan Sungmin yang terpaku akan senyum ramah gadis tersebut. Dan entah mengapa, bait demi bait lagu pun tercipta dengan sendirinya.

@@@

Selama beberapa hari Sungmin menghabiskan waktunya dari senja hingga malam di bawah menara Eiffel. Dan tanpa Sungmin sadari Marie yang berjualan bunga dan coklat selama minggu valentine di seputar menara Eiffel selalu mencuri pandang kearah Sungmin uang sesalu duduk di tempat yang sama dan menyanyikan sebuah lagu dengan gitarnya. Tapi sebenarnya, Marie juga tak menyadari bahwa Sungmin pun sering memperhatikannya. Memperhatikan senyum manis yang marie perlihatkan kepada setiap orang yang ia temui, yang membeli atau pun tak membeli mawar dan coklat darinya.

@@@

Dan malam itu adalah hari valentine. Banyak sekali pasangan yang berkencan di sekitar menara Eiffel. Dan Sungmin, ia hanya berkencan dengan gitar kesayangannya, yang selalu mememaninya selama ia menghabiskan waktunya mencari inspirasi di sekitar menara Eiffel.

Marie yang saat itu juga sendiri kemudian memberanikan dirinya menghampiri Sungmin.

Marie : “Hallo, apakah kau masih ingat dengan ku tuan??”

Sungmin : “Kau? Bukankah kau penjual bunga tersebut?”

Marie : “Syukurlah kau masih mengingat ku. Ini ….”

Marie menyodorkan setangkai bunga mawar merah dan sekotak coklat berbentuk gitar kepada Sungmin.

Marie : “Selamat hari valentine tuan…. “

Sungmi : “Panggil saja aku Sungmin.”

Marie : “Selamat hari valentine Sungmin.”

Sungmin : “Dan kau, siapakah nama mu??”

Marie : “Nama ku Marie.”

Sungmin : “Hmmm… mengapa kau memberikan hadiah ini untuk ku? Maaf, bukannya aku menolak, tapi, apa kekasih mu tak akan marah?”

Dengan wajah merona Marie pun menjawab.

Marie : “Aku tidak punya kekasih.”

Sungmin : “Ah, maaf. Tapi, kenapa kau memberikannya pada ku?”

Marie : “Karena ini adalah hari valentine, hari dimana kita harus berbagi kasih sayang, dan Paris adalah kota yang penuh dengan cinta. Dan aku, sangat menyukai mu yang sesalu duduk disini sambil menyanyi dan bermain gitar, jadi aku memderika ini untuk mu J.”

Sungmin : “Jadi, selama ini kau terus memperhatikan ku??”

Marie hanya mengangguk.”

Sungmin : “Aku juga sering memperhatikan mu…”

“ddar* ddar* ddar*”

Suara kembang api menggema di sekitar menara Eiffel. Sungguh perayaan valentine yang sangat indah.

Sungmin : “karena aku telah memberikan ku hadiah, aku juga harus memberikan mu hadiah buka?”

Marie : “Apa?”

Sungmin : “Maukah kau menerima sabuah lagu dari ku??”

Lalu Sungmin menyanyikan sebuah lagu untuk Marie.

@@@

Begitulah malam valentine tersebut Sungmin habiskan dengan Marie.

Dan kesokan harinya Sungmin pun kembali ke tempat tersebut untuk mencari Marie. Dicarinya Marie disekitar menara Eiffel, namun Marie tak kunjung dilihatnya.

Sungmin : “Permisi Nona, apakah kau mengenal seorang penjual bunga bernama Marie?” Tanyanya pada seorang perempuan bunga juga.

Mimi : “Oh, apakah anda adalah teman Marie? Dia hari ini tidak datang mungkin besok baru ia akan kembali dari kunjungnnya ke rumah keluarganya. Apa ada yang bisa saya Bantu tuan??”

Sungmin : “Tolong tunggu sebentar, saya ingin menuliskan pesan kepada Marie.”

Ia pun menuliskan sebuah pesan yang kemudian ia titipkan kepada penjual bunga tersebut beserta sebuah kotak.

@@@

Keesokan harinya, Marie pun kembali terlihat di seputaran menara Eiffel.

Mimi : “Marie, kemarin ada seorang pria yang mencari mu, tapi aku lupa menanyakan siapa namanya. Dan ia menitipkan ini untuk mu.

Marie pun kemudian membaca surat dari Sungmin tersebut.

“Kepada Marie gadis yang selalu tersenyum dengan ramah. Mungkin saat kau membaca surat dari ku ini mungkin aku sudah tak berada di Paris lagi. Aku telah kembali ke Korea. Ini aku berikan sebuah hadiah sebagai balasan hadiah dari mu saat malam valentine kemarin. Aku harap kau mau menerimanya. Terima kasih banyak. Dan semoga suatu hari nanti kita bias bertemu kembali. Salam hangat dari ku. Sungmin.”

Di bukalah kotak itu perlahan oleh  Marie. Ternyata isinya adalah sebuah kalung denga liontin hati.

Marie kemudian hanya tersenyum sambil menatap kearah menara Eiffel sambil membayangkan Sungmin yang sedang bermain gitar.

Advertisements

Super Junior Trip – Hankyung’s part

Hari itu Super Junior menyelesaikan aktifitas mereka lebih awal. Jam 11 malam mereka sudah sampai di dorm. Tapi suasana di dorm saat itu berbeda. Biasanya jika mereka pulang kerja lebih awal, mereka akan saling mengunjungi satu sama lain, antara dorm lantai 11 dan dorm lantai 12, tapi saat itu mereka langsung masuk ke kamar masing-masing dan tidur. Hankyung yang sedikit merasa aneh hanya mengikuti member yang lain dan pergi untuk istirahat di kamarnya. Ia hanya berfikir mungkin para member terlalu lelah bekerja hari ini.

@@@

Keesokan harinya, Hankyung bangun sedikit lebih pagi. Biasanya ia bangun jam 6 pagi, tapi karena terdengar suara ribut-ribut dari kamar tamu, tidur Hankyung jadi terganggu. Ia kemudian bangun dari tempat tidurnya. Ia pun membuka pintu kamarnya berniat mencari tahu apa yang diributkan di luar. Dan saat pintu terbuka….

All : “Saengil chukkae uri Hankyung.”

Dan lagu selamat ulang tahun bergema gari ruangan tersebut menjadi remix yang ga jelas antara lagu berbahasa Kore, China, dan Inggris.

Hankyung sangat gembira dengan surprise yang dibuat oleh para member SJ dan EG. Ia sendiri bahkan lupa bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya.

Leeteuk : “Yak, Hankyung ayo tiup lilinnya!”

Heechul : “Jangan lupa mengucapkan permohonan agar hubungan kita bisa semakin mesra saja. Hehehehehe….. ^^”

Eunhyuk : “Hyung, sepertinya ada yang marah tuh.”

Eunhyuk menunjuk kearah Cherry dan Pearl yang sudah melotot memandang kearah Heechul.

Heechul : “Hehehehehe…. “ Cuma cengar-cengir doang.

Pearl : “Heechul oppa, aku tidak mau di poligami sama kamu yah.”

Cherry : “Kau mau selingkuh dengan Hankyung oppa lagi hah???”

Siwon : “Sudahlah, ini kan hari ulang tahun Hankyung hyung jadi kita harus bergembira.”

Shindong : “Benar itu. Ayo hyung cepat tiup lilinnya supaya kita bisa makan kuenya!”

Hankyung : “Kita??? Siapa bilang aku akan membagi kue ini dengan mu?? ^^”

Shindong : “Yak!!!! Apa kau bisa menghabiskannya sendiri??? Aku bertaruh hanya aku saja yang sanggup melakukannya.

All : “Puhahahahahaha…….”

Lalu Hankyung meniup lilin ulang tahunnya dan memanjatkan sebuah doa.

Stary : “Han oppa, kami tahu apa doa yang kau panjatkan, jadi….”

Barbie : “Kami memberikan hadiah istimewa ini untuk mu.”

Barbie menyerahkan sebuah amplop berwarna pink kepada Hankyung.

Yesung : “Ini hadiah dari kami semua. Kami patungan untuk membelikan mu ini.”

Donghae : “Kami harap kau senang dengan apa yang kami persiapkan untuk mu.”

Hankyung pun membuka amplop tersebut. Betapa terkejut dan senangnya ia dengan isi amplop tersebut.

Hankyung : “Ini…”

Kangin : “Ini tiket untuk kau pergi ke China.”

Hankyung : “Tapi, bagaimana dengan pekerjaan kita???”

Ryeowook : “Kami sudah handle semua hyung. Kami sudah meminta ijin agar kau mendapatkan ijin liburan satu minggu.”

Kibum : “Kami tahu bahwa kau sangat merindukan keluargamu. Jadi kami memberikan hadiah ini.”

Hankyung : “Tapi…”

Manager Cho : “Tapi kenapa???”

Hankyung : “Tiketnya ada dua.”

Kyuhyun : “Kau akan pergi berdua dengan Pearl.”

Pearl : “Mwo??? Dengan ku??”

Kikyo : “Ia Eon, kami juga sudah mengatur ijin liburan mu. Jadi kau bisa mengunjungi calon mertua mu. Hehehehehehe…….”

Pearl memandang kepada Hankyung. Kemudian tiba-tiba saja wajahnya menjadi merah.

Stary : “Hehehehe…. Kenapa mukamu jadi merah Eon??? Sudahlah, pesawatnya akan take off jan 11. lebih baik kalian sekarang siap-siap.”

###

Jam 10.30 di bandara Incheon.

Heechul : “Jaga dirimu baik-baik, aku pasti akan merindukan mu.”

Hankyung : “Kenapa kau bicara seperti itu??? Seolah aku tak akan kembali saja.”

Stary : “Maaf ya, hanya kami yang mengantar kalian. Yang lain sibuk dengan pekerjaan mereka.

Pearl : “Terima kasih atas kejutannya. Padahal hari ini adalah ulang tahun oppa, tapi aku juga ikut mendapatkan kejutan.”

Cherry : “Eon kan sudah satu paket sama Han oppa.”

Leeteuk : “Selamat jalan. Sesampainya disana kalian berdua harus langsung menghubungi kami ya!!!”

Hankyung : “Baik hyung. Kami pergi dulu.”

Lambaian tangan dan perasaan tak sabar mengiringi kepargian Hankyung dan Pearl ke China, ke kampong halaman Hankyung.

$$$

Sesampainya di China, setelah menghubungi Leeteuk dari bandara, mereka berdua langsung menuju ke rumah Hankyung, di kawasan Mudanjiang – Heilongjiang *awas ya kalo si Jinju mpe salah ngasi tahu tampat lahir suaminya. Kekekekekeke…”

Tok, tok, tok, suara pintu diketuk.

Mom : “Siapa??? Tolong tunggu sebentar.”

Ketika pintu dibuka, betapa terkejut bercampur dengan senang ia melihat putra satu-satunya yang palin ia sayangi datang.

Mom : “Hangeng….. ibu sangan merindukan mu. Bagaimana bisa kau pulang tanpa mengabari ibu terlebih dahulu??? Ayo masuk!…. duduk lah dahulu, ibu akan membuatkan mud an teman mu secangkir teh.”

Pearl melirik kearah Hankyung, nampak sebuah senyum yang merekah dari bibirnya. Senyum yang tak pernah dilihat Pearl selama ini. Hankyung nampaknya benar-benar senang bisa kembali pulang.

Mom : “Ini teh nya. Silahkan diminum.”

Hankyung dan Pearl lalu meminum the tersebut sambil berbincang-bincang dengan ibu Hankyung.

Mom : “Owh, jadi ini gadis yang sering kau ceritakan pada Ibu???”

Ibu Hankyung hanya tersenyum simpul. Dan Pearl merasa malu dengan tatapan ibu Hankyung padanya.

Mom : “Jadi besok kalian akan jalan-jalan??? Jadi malam ini kalian harus tinggal disini dulu kan??? Pearl, malam ini maukah kau tidur bersama Ibu?? Ibu ingin lebih mengenal mu lagi.”

Dan malam itu pun Pearl tidur bersama dengan Ibu Hankyung. Untung saja Pearl menguasai bahasa mandarin, jadi komunikasi dengan ‘calon mertuanya’ itu lancar-lancar saja.

%%%

Keesokan harinya, sesuai rencana Hankyung dan Pearl pergi untuk jalan-jalan. Dan first destination mereka kali ini adalah Sanghai.

Mom : “Hati-hati di jalan ya. Rencanakan tempat-tempat yang ingin kalian kunjungi sebelum ke sana agar tidak buang waktu. Shanghai sangat luas.”

Hankyung : “Iya Bu, kami memgerti.”

Mom : “Pearl, tolong jaga anak ibu ya. Hanya dia satu-satunya anak yang ibu punya.”

Pearl hanya mengangguk sambil tersenyum.

Di perjalanan, Hankyung menjelaskan banyak hal seputear sanghai kepada Pearl.

Hankyung : “Kota ini tidak kekurangan tempat belanja. Tapi hati-hati, pedagang akan selalu membuka harga yang tinggi untuk turis, walaupun kau pikir tidak mahal. Rajinlah menawar dan cek barang yang telah kau beli sebelum meninggalkan toko. “

Pearl : “Kan sudah ada kau oppa.”

Hankyung : “Apa maksudmu??”

Pearl : “Kau saja yang menawar. Hehehehehe……”

Hankyung : “Dasar kau ini, manja.”

Pearl : “Aku kan manja hanya dengan oppa ^_~”

Petualangan mereka di Sanghai pun dimulai. Mereka berdua berbelanja sepuasnya. Menikmati makan malam mereka berdua. Dengan suasana China yang jauh berbeda dengan Korea maupun Amerika, makan malam kali ini benar-benar menjadi makan malam yang special bagi mereka berdua. Baru kali ini mereka bisa pergi hanya berdua tanpa gangguan fans atau kejaran wartawan. Maklum, persiapan penyamaran mereka sudah sangat sip. ^_^

Karena keesokan harinya mereka akan pergi ke Beijing, mereka memilih untuk menginap di Hotel dari pada kembali pulang. *Buat readers, tengang aja, kamar mereka terpisah koq. Kan bukan muhrimnya. Hahay ……~~~~~*

&&&

Berbeda dengan acara jalan-jalan mereka kemarin di sanghai, di Beijing mereka berdua memilih untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah.

Hankyung : “Ini adalah Museum Istana Kuno. Museum Istana Kuno yang dulu disebut Kota Terlarang adalah istana kaisar dinasti-dinasti Ming dan Qing, dan merupakan kelompok bangunan kuno terbesar dan paling utuh yang ada di Tiongkok sekarang ini. Luas bangunan Kota Terlarang 155.000 m persegi, merupakan benteng kota berbentuk persegi panjang, di empak sudutnya terdapat loteng bergaya indah, dikelilingi sungai pelindung selebar 52 m, membentuk benteng kota yang terjaga ketat dengan bangunan-bangunan yang indah megah, adalah intisari seni bangunan Tiongkok zaman kuno.”

……..

Hankyung : “Ini adalah Taman Tiantan Beijing. Tiantan atau Kuil Langit adalah kuil yang terpenting dari kuil-kuil langit, bumi, matahari dan bulan di Beijing, merupakan kelompok bangunan ibadah zaman kuno terbesar yang masih ada di Tiongkok maupun dunia sekarang ini. Kuil Tiantan dibangun pada tahun 1420 sebagai tempat kaisar dinasti-dinasti Ming dan Qing menyembahyangi langit dan mohon panen raya, upacara sembahyang diadakan setiap musim semi untuk mohon panen raya, di musim panas untuk mohon hujan, dan di musim dingin adalah sembahyang untuk langit. Kuil Tiantan adalah karya bangunan yang sangat indah dan tak ada duanya di dunia baik dilihat dari segi struktur, mekanika maupun estetika. Kuil Tiantan kini sudah menjadi taman umum yang berciri khas di Beijing.”

……….

Hankyung : “Ini adalah Tian An Men. Gerbang Tian An Men yang dibangun pada tahun 1417 adalah gerbang depan kota kerajaan dinasti-dinasti Ming dan Qing, semula disebut Gerbang Cheng Tian Men, kemudian dua kali musnah terbakar, dibangun kembali pada tahun 1651 dan diganti namanya menjadi Tian An Men. Tian An Men yang disebut sebagai “Pintu Negara” adalah tempat berlangsungnya upacara penting pada zaman dinasti-dinasti Ming dan Qing. Tian An Men adalah intisari bangunan Tiongkok zaman kuno, dan karya seni bangunan terbaik yang memanifestasikan kecerdasan rakyat Tiongkok.

1 Oktober 1949, Ketua Mao Zedong memproklamirkan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok di Gerbang Tian An Men, dengan demikian telah membuka lembaran baru dalam sejarah Tiongkok. Pada periode sejarah baru reformasi dan keterbukaan masyarakat Tiongkok, Tian An Men menarik tamu-tamu dari segala penjuru dunia dengan sejarahnya yang panjang, budayanya yang tebal dan kandungan seninya yang tinggi.”

Hari itu Hankyung menjadi pemandu wisata bagi Pearl yang memang baru kali ini mengunjungi China. Walaupun sebenarnya Pearl

Hankyung : “Nah. Ini dia. Akhirnya kita sampai. Tembok Besar China yang sangat terkenal. Tembok Besar Badaling sepanjang lebih 6.000 km, adalah lambang bangsa Tionghoa dan salah satu bangunan yang terbesar di dunia. Tembok Besar Badaling yang terletak di Kabupaten Yanqing merupakan bagian dari tembok besar, proyek pertahanan yang besar di Tiongkok zaman kuno. Tembok Besar Badaling yang dibangun pada tahun 1505 itu adalah sektor Tembok Besar Dinasti Ming yang terpelihara paling baik, juga intisari dari Tembok Besar Dinasti Ming. “Bukan Kesatria Sebelum Sampai di Tembok Besar”, demikian kata pepatah di Tiongkok. Tembok Besar adalah obyek wisata yang pasti dikunjungi wisatawan domestik dan asing dalam perjalanannya di Beijing. Sejauh ini banyak tokoh terkemuka di dunia telah berkunjung ke Tembok Besar Badaling.” Ucap Hankyung membangga-banggakan hasil warisan kebudayaan rakyat China.

Pearl : “Oppa, ayo kita foto bersama, agar kita punya kenang-kenangan dan bisa kita pamerkan kepada member yang lainnya.”

Hankyung : “Pamer??? Kau pikir akan berpengaruh?? Mereka itu sudah sering terbang ke China, terutama Super Junior M.”

Pearl : “iya Super Junior, tapi EG kan belum pernah melakukan tour kesini. Hehehehehe…. Oppa setelah ini kita akan kemana?”

Hankyung : “Kita pergi ke restoran dumbling ku di Xicheng district ya? Aku ingin makan dumbling disana.”

Pearl : “Ok oppa. Aku tidak punya pilihan lain selain mengikutimu agar akau tak tersesat. Hehehehehe……”

Mereka pun melaju ke restoran dumpling milik Hankyung dengan taxi. Sesampainya disana, betapa terkejutnya Pearl melihat sosok ibu Hankyung berada disana.

Mom : “selamat datang. Pasti kalian capek kan?? Ibu sudah menyiapkan dumbling yang ibu masak sendiri khusus untuk kalian.”

Dumbling pun telah disiapkan rapi di atas meja. Dan mereka makan bersama layaknya sebuah keluarga.

Mom : “Ibu sadah banyak berbincang-bincang dengan mu malam itu dan ibu juga sering berbicara dengan Hangeng walaupun hanya melalui telepon. Dan ibu sudah tahu dan mengerti bagaimana persaan kalian masing-masing. Jadi, Pearl, jika kau memang sangat mencintai putra ibu satu-satunya ini, kapan kau akan memperkenalkan orang tua mu kepada kami???”

Pearl : “Gluk, uhuk, uhuk, uhuk……” rasanya jantung Pearl akan copot mendengar ucapan ibu Hankyung.

Mom : “Kau kenapa?? Apa kau terkejut??”

Pearl kemudian meminum segelas air yang ada di hadapannya dan memandang ke arah Hankyung dan tengah asik menyantap makanannya dan seolah-olah tak mendengarkan perkataan ibunya tadi.

Mom : “Hankyung berencana melamarmu, tapi ia tak berani mengatakannya langsung padamu. Sehingga ia meminta ibu untuk menyampaikannya pada mu.”

Untung saja Pearl sudah selesai meneguk airnya, jika tidak, mungkin ia akan memuncratkannya ke arah Hankyung. Hankyung yang saat itu ditatapnya, wajahnya kini memerah.”

Pearl : “Ah, baiklah Bu. Jika seperti masalahnya, aku akan menghubungi orang tuaku asalkan Hankyung oppa yang berbicara langsung dengan kedua orang tua ku.”

Ibu Hankyung kemudian melirik kearah putranya.

Hankyung : “baiklah, aku akan melakukannya. Ini semua karena aku benar-benar mencintai mu.”

Mom : “Sekarang kau bias berkata seperti itu. Tapi kenapa kau tidak bias mengucapkan bahwa kau ingin menikahi gadismu ini???” Ibu Hankyung tersenyum melihat putranya malu dengan wajah memerah.

Mereka pun makan bersama-sama dan terus berbincang-bincang mengenai nasib masa depan hubungan mereka.

***

Liburan kali ini menjadi liburan yang paling berkesan bagi keduanya. Kini persaan mereka berdua kembali ke Korea dengan sangat lega. Terutama bagi Pearl yang telah tahu bahwa hubungannya dengan Hankyung telah direstui oleh Ibu dan keluarga Hankyung lainnya.

Hankyung : “Kau jangan mengatakan apa-apa dulu pada member yang lainnya ya!”

Pearl : “Kenapa oppa??? Apa kau ingin mempermainkan aku??”

Hankyung : “bukan seperti itu jagiah,, aku hanya ingin memberikan kejutan pada mereka. Biarkan kita memberitahu mereka disaat yang tepat. Kita tunggu tanggal mainnya…”

*** Yupz, mari kita tunggu tanggal mainnya. Bagaimanakah kelanjutan hubungan Hankyung dan Pearl kelak?????

by : Stary

TRIBUTE NOTE FOR MY HANHAN BEBII: keajaiban yang hari ini genap berusia 26 tahun…. :)

H : Hidupnya yang sederhana sanggup membuka semua mata, bahwa ditengah silau sekalipun, redup itu pasti ada…

A : Ajaib! Begitulah 12 orang saudaranya yang lain memanggilnya… Yang akan ditemukan dalam dirinya adalah tawa bersahaja dan harapan yang bukan khayalan…

N : Nafas demi nafas yang ia hembuskan, tawa demi tawa yang ia bagi, tangis demi tangis yang ia simpan, menyadarkan setiap hati bahwa ia memang berbeda…

K : Kepribadian yang ia miliki mampu memikat bahkan bagi yang tidak mengenalnya sekalipun… Termasuk aku…

Y : Yang ia buktikan pada dunia, bukan hanya sekedar lewat mulut yang berjanji… Ia tidak pernah berjanji!!

U : Untuk ketangguhannya menahan cercaan mereka yang tidak menyukainya… Dan ketulusan hati menyerahkan apa yang seharusnya adalah miliknya untuk orang lain yang ia sebut keluarga…

N : Nampakkah bagi kalian, bahwa ia lah sesungguhnya malaikat yang berdiam dalam diri seorang manusia?? Bahwa ia lah sosok yang hangat dan peduli…

G : Gembiranya adalah cahaya… Setidaknya bagi yang merasa memilikinya… Bagi yang tidak akan mungkin bisa kehilangan dia…

Dan atas semua alasan indah inilah, aku menjatuhkan pilihanku padanya…

HANKYUNG…

Hari ini adalah harimu…

Waktu yang kau miliki seutuhnya untuk menikmati dirimu…

Jangan lagi kau merasa berat menjalani semuanya…

Karena ketika kau mulai tidak sanggup dan letih, panggillah sebuah nama…

Entah ibu, ayah, kakak, adik, teman, sahabat, kekasih, atau siapapun nama yang terlintas dipikiranmu…

Nama yang mungkin menurutmu sanggup meringankan bebanmu, atau setidaknya membuatmu merasa tenang dan bisa beristirahat sejenak…

Hari ini adalah harimu…

Waktu dimana kau bisa sepenuhnya menjadi dirimu…

Jangan lagi memaksakan diri untuk tertawa… Ketika sebenarnya airmata memenuhi matamu…

Jangan lagi menghilang dan membawa duka itu sendiri…

Karena banyak… Sangat banyak yang menantikanmu disini…

Yang tidak akan keberatan dibagi sedihmu…

Kami mendengarmu… Kami mengerti kesusahanmu… Dan jujur, kami merindukanmu…

Hari ini adalah harimu…

Waktu dimana seharusnya kau akan tertawa sampai sakit perut…

Tertawa sampai kau tidak akan pernah merasa bahwa waktu telah mengubah semuanya…

Kau seharusnya bahagia… Bersama saudara-saudaramu…

Saudara-saudara yang kini merasakan bahwa hidup mereka tidak lagi sama ketika kau tak ada…

Mereka mengharapkanmu… Mengertilah… Dengarlah mereka…

Keluarlah!!

Jangan bersembunyi!!

Apa yang kau takutkan?

Ketika tidak hanya satu, lima, sepuluh, tapi bahkan empatbelas saudaramu yang lain membutuhkanmu…

Mengharapkanmu kembali disitu… Diruang kosong yang sudah terlalu lama kau tinggalkan…

Penuhi keinginan kami yang rindu kembali melihatmu…

Aku yang sangat ingin mendengar tawamu…

Dan entah berapa banyak lagi orang lain yang menginginkan hal yang sama…

Kami cuma ingin kau…

Bukan kau yang sempurna…

Kau tidak perlu menjadi seperti Tuhan…

Jangan takut, kami tidak akan pernah memaksamu untuk menjadi yang tak bercela…

26 tahun sudah kau lewati hidupmu…

Mencari tempat yang bisa membuatmu nyaman…

Dan ketika pencarianmu berhenti ditahap ini, ditahap yang begitu menyenangkan ini, relakah kau kehilangannya??

26 tahun yang aku tau begitu berharga bagimu ini, kau sudah melakukan semua hal baik yang mungkin bisa dilakukan seorang manusia…

Tidak hebat memang, tapi benar-benar patut diingat…

Dan ketika akhirnya kau harus berhenti,

Aku… Kami… Hanya bisa mendukungmu…

HANKYUNG

Berbaliklah sebentar…

Tatap kami…

Ingat kami…

Atau bila memungkinkan, bawalah kami…

Kemanapun kau pergi…

Karena hati kami terlalu lekat padamu…

Pada ketulusan dan kesederhanaanmu…

Cerita hidupmu yang ternyata tidak mudah…

Semuanya membuat kami sadar, kamu memang spesial…

Selamat ulang tahun, MR. BEIJING FRIED RICE!!

Selamat ulang tahun, MR. MIRACLE FROM CHINA!!

Selamat ulang tahun, HANKYUNG!!

Selamat ulang tahun…

Selamat ulang tahun…

Comeback Soon…

A Friend’s Love (chapt. I)

Mutek           : Mel

Hankyung   : Hans

Stary             : Ze

Leeteuk        : Dennis

# # # #

“Nggaaaaaaa!!!!!!”

Mel teriak kenceng banget dari kamarnya. Mama yang lagi buat sarapan dibawah sampe kaget dibuatnya.

“Mel!! Kamu kenapa teriak-teriak, Nak?”

Mamanya tergopoh-gopoh mendatangi Mel kekamarnya. Sementara anak gadisnya itu cuma masang muka memelas sambil satu tangannya masih memegang jam beker.

“Mama…. Aku terlambat sekolah, nih.”

“Ya ampun! Mama bilang juga apa, Nak. Kamu kalo nonton DVD jangan sampai larut. Sekarang jadi terlambat kan?”

“Hiks… Hiks… Mama, ih. Bukannya bantuin aku malah ngomelin aku.”

“Mama ngga ngomel, Sayang. Mama kan ngasih tauin yang bener.”

“Aduuuhh… Gimana dong ini, Ma? Setengah jam lagi aku masuk kelas.”

“Loh? Mama kira kamu sudah terlambat. Ya sudah, kamu siap-siap, dong!”

Sekarang giliran Mamanya yang panik. Mama menarik selimut Mel dan menarik Mel untuk masuk kekamar mandi.

“Sekarang kamu cepet mandi. Biar Mama masukin sarapan kamu kekotak makanan. Nanti sampai disekolah baru dimakan.”

Mel kali ini menuruti Mamanya tanpa banyak kata. Ia secepat kilat masuk kamar mandi. Ia ngga ingin protes apa-apa. Karena hari ini dia ada pelajaran gawat dengan guru yang killer.

Tali sepatu sudah diikatnya. Mel kemudian menuju dapur untuk berpamitan.

“Pelan-pelan, Nak. Nanti jatuh. Kotak makan kamu sudah Mama masukin tas.”

Mamanya amat menyayangi Mel. Ngga pernah absen membuatkan Mel sarapan. Selalu mengingatkan Mel agar pelan-pelan. Kalo naik angkot harus hati-hati. Jangan jajan sembarangan. Pokoknya protektif banget sama Mel. Sampai akhirnya Mel jadi ngerasa terbiasa. Mel memang sudah kelas 2 SMA, tapi perhatian yang Mamanya berikan, membuat Mel masih terlihat seperti anak yang baru mau masuk SMP.

“Iya, Ma. Tapi masalahnya waktuku tinggal lima belas menit kurang. Ngga tau deh, bakal sampe sekolah atau ngga secepet itu.”

“Kamu juga sih, bandel.”

“Tuh, Mama pasti mau mulai lagi deh ceramahnya. Ya udah ah, aku berangkat dulu. Dah Mama…”

Setelah mencium tangan dan kening Mamanya, Mel bergegas melaju kepintu depan. Langkahnya bener-bener kayak dikejer setan. Kuda pacuan kalah, kali. Sedikit-sedikit Mel berlari, berharap waktu berhenti sebentar saja. Paling ngga sampai dia sampai didepan gerbang sekolahnya.

Untungnya pagi ini suasana jalanan agak sepi. Mungkin karena cuacanya mendung. Sehingga masih banyak orang yang lebih memilih bergelung dibalik selimutnya.

# # # #

“Pak!”

Mel datang tepat ketika satpam baru hendak menarik gerbangnya. Satpam itu kaget melihat Mel datang dengan kondisi basah kuyup karena keringat. Minus make-up pula.

“Kamu berantakan banget. Kenapa sampai basah-basahan begini?”

“Abis nyebur, Pak.”

“Nyebur? Nyebur dimana?”

“Di empang tetangga. Makasih ya, Pak.”

Mel meninggalkan satpam yang masih menatap bingung padanya. Langkahnya tidak juga memelan. Semakin dekat dengan kelas, jantungnya malah semakin kencang. Ingin rasanya ia berbalik pulang sehingga Mel ngga perlu menghadapi guru sinting yang doyan menghukum muridnya yang telat untuk nongkrong di WC sekolah sampai jam pulang. Tinggal satu belokan lagi, jalan lurus sedikit, maka sampailah ia dikelasnya. Mel melirik jam tangannya. Setengah delapan tepat. Ia berharap semoga kali ini gurunya datang lebih lambat darinya. Walaupun satu menit.

Ketika Mel akan berbelok, karena masih terpaku pada jam tangannya, Mel jadinya ngga melihat jalan. Dan alhasil, BRUKK!!

“Awww…”

Mel menggosok-gosok sikunya. Ia meringis. Rok sekolahnya hampir saja tersingkap. Mel buru-buru melihat siapa yang menabraknya—atau siapa yang ditabraknya. Seorang cowok dengan topi kupluk putih dikepalanya. Sedang menepuk-nepukkan kedua tangannya yang belepotan debu dilantai. Ia kemudian bangun dan menepuk-nepuk pantat celananya. Wajahnya baru sekali Mel lihat. Terlalu dewasa kalo mau dibilang junior Mel. Jadi, Mel berasumsi dia pasti senior Mel. Dia memang ngga kenal semua angkatannya, tapi wajah cowok ini terlalu asing baginya. Ngga mungkin dia teman seangkatan Mel.

“Sori, Kak.”

Kata Mel setelah bangkit dan membersihkan roknya. Cowok itu kemudian memandang Mel. Ya Tuhan! Ngga tau harus gimana melukiskan perasaan Mel ngeliat muka cowok itu. Ekspresinya datar. Ngga menampakkan amarah sedikitpun. Malah yang bikin kaget, cowok itu tersenyum dan menampakkan dua buah lesung pipi yang membuatnya tampak sangat ramah.

The Shadow of The Rainbow pt 5

Setahun telah berlalu semenjak debut EG dan Super Junior di Amerika. EG dan Super Junior mendapat sambutan yang bagus disana. Mereka telah merengkuh sukses bahkan melebihi sukses dari WG.

Saat itu merupakan malam natal pertama member Super Junior di Amerika. Mereka bingung di dorm. Mereka tak tahu harus melakukan apa dan merayakan natal dimana. Keluarga mereka semua di Korea. Berbeda dengan EG, mereka yang pernah tinggal di Amerika tentu saja memiliki teman disana, terutama Stary yang keluarganya berada di Amerika. Mereka berencana menghabiskan malam natal mengunjungi sahabat dan keluarga mereka di Amerika. Lumayan, dapet libur 3 hari dari SM.

“Ting Tong, Ting Tong” suara bell berbunyi.

Pearl : “Siapa yang memencet bell ya????”

Hankyung : “Ini aku, Hankyung.”

Stary : “Sudah Pearl, cepat bukakan pintu untuk oppa!”

Pearl : “Tanpa kau mintapun aku pasti akan membukakan pintu untuk oppa.” Ucapnya dengan senyum.

Ketika Pearl membuka pintu dorm mereka, betapa terkejutnya ia.

Pearl : “Apa yang kalian lakukan????”

Member EG yang lain karena penasaran.

Cherry : “Ada apa??? Loh??? Apa-apaan ini?”

Stary : “Kenapa kalian semua disini??? Tadi nyebutnya Cuma Hankyung oppa aja.”

Ryeowook : “Tadi kan kamu nanyanya siapa yang mecet bell. Ya yang mecet bell itu Hankyung hyung. Kekekekeke…..”

Rose : “Trus, apa yang mau kalian lakukan disini???”

Barbie : “Isi bawa-bawa tas lagi.”

Manager Cho : “Apa kalian mau pindah tinggal disini???”

Kangin : “Tentu saja tidak. Tempat ini terlalu sempit untuk kita.”

Kikyo : “Terus???”

Leeteuk : “Bisakah kalian mengijinkan kami masuk dulu????”

Stary : “”Ayo masuk dulu oppa!!”

Akhirnya ruangan yang tidak terlalu besar menjadi sesak oleh 20 orang.

Stary : “Ayo jelaskan apa yang akan lakukan dengan tas-tas ini???”

Siwon : “Kami bingung…..”

Yesung : “Ini kan malam natal.”

Kikyo : “Terus???”

Heechul : “Kami bingung.”

Cherry : “Bingung kenapa??? Dari tadi ngomongnya bingung, bingung, bingung!!!”

Sungmin : “Kita mau ikut kalian merayakan malam natal.”

EG n manager : “Mwo???????”

Kyuhyun : “Iya. Ini kan malam natal. Kita dapet liburan, masak natalan di dorm sih???”

Kibum : “Aku sudah mengajak mereka untuk pergi ke rumah ku. Tapi hanya ryeowook, kyuhyun,shindong, eunhyuk dan donghae saja yang mau ikut. Yang lainnya tidak mau ikut.”

Shindong : “Mereka bilang akan sangat merepotkan kalau semua pergi ke rumah kibum.”

Eunhyuk : “Jadi yang lainnya mau ikut dengan kalian.”

Leeteuk : “Boleh kan???”

Donghae : “lagian, kalian kan pada pacaran, jadi….”

Cherry : “Gimana yah????”

Barbie : “Iya, gimana yah????”

Kangin : “Apanya yang gimana??? Apa kalian tidak akan mengijinkan kami ikut???” memasang tampang memelas.”

Manager Cho : “hmmmm…. Kangin oppa, kau boleh ikut dengan ku.”

Kikyo : “kalo gitu Sungmin oppa juga boleh ikut dengan ku.”

Cheery : “I don’t have any choice kayaknya.”

Heechul : “Jadi aku boleh ikut kan???”

Cheery mengangguk.

Barbie : “ya, ya, ya, baiklah-baiklah.”

Yesung : “Gomawo jagiah.”

Eunhyuk : “cicie~~~~ jagiah. Sengaja ya hyung??? Tahu koq kalo yang lagi jatuh cinta.”

Barbie : “Eunhyukie oppa bau, diem deh!!!!” ucapnya dengan muka merah dan cemberut.

Rose : “Siwon oppa, apa kau yakin kau ingin pergi mengunjungi teman-teman ku bersama ku?”

Siwon : “Tentu saja. Dari pada aku bersama mereka.” matanya mengarah kepada donghae dan eunhyuk.

Donghae : “Yakkkk!!!!! Apa maksud mu? Jadi kau tak mau bersama kami???”

Semua yang melihat ekspresi donghae dan siwon yang beradu mulut hanya bisa tertawa.

Leeteuk : “Stary, boleh kah aku mengunjungi keluarga mu?”

Stary : “Ne. mereka akan sangat senang bisa bertemu dengan mu.”

Tiba-tiba suara handphone Stary berbunyi.

Stary : “annyeong Onew oppa…….”

Stary pun pergi menjauh dari tempat mereka berkumpul. Leeteuk hanya memandangi kepergian Stary.

*************

Di tempat yang berbeda, Stary berbicara di telepon dengan Onew.

Stary : “Ada apa oppa??? Kenapa menelepon ku?”

Onew : “Apa sekarang aku sudah tidak boleh menelepon mu lagi??? Jika aku tak meneleponku, mungkin kau tak akan pernah menghubungi ku.”

Stary : “Anieyo, bukan seperti itu. Mianhae oppa, kami sangat sibuk disini. Oppa, Ini kan malam natal, apa kau tak merayakannya??”

Onew : “Aku sibuk disini. Banyak acara yang harus kami hadiri.”

Stary : “Aku dapat libur 3 hari. ^^.

Onew : “Senangnya kalian dapat libur. Lalu, kau akan kemana menghabiskan liburan mu?”

Stary : “Aku akan mengunjungi keluarga ku dengan Leeteuk oppa.” Jawab Stary dengan riang.”

Onew : “ooohhhh…..”

Onew cukup kecewa mendengar jawaban stary. Yang ada di pikirannya hanyalah, ia tak akan pernah mendapatkan hati Stary yang hanya untuk Leeteuk. Ia hanya bisa jadi baying-bayang Leeteuk yang selalu menjaga dan mengikuti kemanapun Stary pergi walaupun Stary tak pernah menyadari betapa besar cinta Onew untuknya.

Stary : “Oppa, selamat natal ya. Aku harus segera pergi.”

Onew : “Jaga dirimu baik-baik ya.”

Stary : :Oppa juga.”

*************

Akhirnya Stary pergi bersama Leeteuk mengunjungi kelurganya. Ditengah perjalanan, mereka mampir di sebuah restoran untuk makan malam.

Sambil menyantap makanannya, Leeteuk dan Stary bercakap-cakap.

Leeteuk : “Hmmm…. Bolehkan aku bertanya???”

Stary : “Kekekekeke….. bagaimana kalau aku jawab tidak??”

Leeteuk : “Aku akan tetap bertanya.”

Stary : “Kalo begitu oppa tak perlu bertanya seperti itu. Jika ada yang oppa mau tanyakan, silahkan tanyakan saja.”

Leeteuk : “Hmmm… sebenarnya, bagaimana hubungan mu dengan Onew??”

Stary yang dari tadi asik memakan pizzanya hanpir tersedak mendengar pertanyaan Leeteuk.

Stary : “Kenapa tiba-tiba oppa menanyakan pertanyaan seperti ini pada ku?” gumamnya dalam hati.

Stary : “Hanya sebatas kakak dan adik. Kenapa oppa???”

Leeteuk : “Apa kau mencintai Onew?”

Kali ini Stary benar-benar tersedak dibuatnya.

Stary : “Uhuk, uhuk, uhuk, uhuk, uhuk,,,”

Leeteuk : “Ini cepat minum airnya!!!!” Leeteuk dengan sigap mengambilakan minuman dan menepuk-nepuk punggung Stary.

Leeteuk : “Bagaimana??? Apa sudah merasa baikan?”

Stary : “Sudah oppa. Aku sudah tidak apa-apa.”

Leeteuk : “Mianhae.”

Stary : “For What???”

Leeteuk : “Gara-gara aku, kamu jadi tersedak.”

Stary : “cheonmaneyo. Tapi kenapa tiba-tiba oppa menanyakan hal itu padaku??”

Leeteuk : “Karena….. aku merasa kalau Onew sangat menyukai mu.”

Stary : “Puhahahahhahahahahaha………..”

Leeteuk : “Waeyo???? Apanya yang lucu ha??”

Stary : “Itu tidak mungkin. Onew oppa hanya menganggap ku sebagai adik saja. Tidak lebih.”

Leeteuk : “Darimana kau tahu???”

Stary : “Karena itu memang tidak mungkin.”

Leeteuk : “Lalu, bagaimana persaan mu padanya???”

Stary : “Sudah aku katakana kan oppa, aku hanya menganggap dia sebagai kakak, tidak lebih.”

Leeteuk : “Lalu, bagaimana dengan aku???”

Stary terdiam sambil memandang ke arah Leeteuk yang menghadap memandang jendela. Stary ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi. Bibirnya serasa beku. Cukup lama mereka berdua terdiam, lalu Leeteuk memulai kembali pembicaraan.

Leeteuk : “Mianhae, cheongmal mianhae….”

Stary hanya menatap Leeteuk, ia berfikir apa yang harus ia maafkan?? Mengapa Leeteuk meminta maaf padanya?.

Leeteuk : “….Saranghaeyo.”

Stary hanya terdiam, dia benar-benar terkejut dengan pernyataan cinta Leeteuk.

Leeteuk : “Maaf jika aku mengatakan ini pada mu. Tapi, aku memang tak bisa lagi membohongi persaan ku. Aku mencintaimu….”

Leeteuk menatap kearah Stary yang hanya terdiam.

Leeteuk : “Maukah kau menjadi pacarku???”

Jleseb….. seolah sebuah pisau menancap di dadanya. Rasany sungguh sesak, seakan Stary sudah tak bisa bernafas lagi. Tapi kemudian ia pun berbicara.

Stary : “Apa kau yakin dengan apa yang kau katakana oppa??? Aku,,,,,,,”

Leeteuk : “Tentu saja aku yakin. Jika tidak, untuk apa aku mengatakan hal ini pada mu?”

Stary : “Oppa, aku benar-benar kaget, tapi sejujurnya aku juga sangar menyukai mu,. Tapi aku tak pernah berani mengungkapkannya kepada mu karena kau adalah sunbae ku, aku sangat menghormati mu.”

Leeteuk tersenyum mendengar ucapan Stary.

Leeteuk : “Jadi, mulai hari ini kita pacaran???”

Stary mengangguk dengan wajah merah. Ia benar-benar malu, tapi juga senang. Ternyata selama ini perasaannya terhadap Leeteuk tidak pernah bertepuk sebelah tangan. Orang yang sangat ia kagumi kini menjadi kekasihnya. Jadilah malam natal tersebut malam natal terindah bagi Stary.

Setelah acara pengungkapan cinta tersebut, mereka kembali melanjutkan perjalannya menuju rumah Stary.

The Shadow of The Rainbow pt. 4

At 8.15 pm in restoran es krim flour factory.

Stary : “Oppa, mianhae, aku datang terlambat.“

Onew : “Memangnya kau dari mana saja??”

Stary : “Aku habis menelepon ayah ku di Amerika.”

Onew : “ Ada apa?? Sepertinya kau senag sekali?”, ucap Onew sambil memakan es krim stawberinya.

Stary : “Aku akan segera debut Oppa.”

Onew  : “Uhuk, uhuk, uhuk,…….”

Stary : “gwenchanayo oppa???”

Onew : “Tapi bagaimana bisa? Kau kan baru sebulan menjadi trainee?”

Stary (Youngie) lalu menceritakan apa yang telah terjadi tadi siang di ruangan rapat SME.

Onew : “Akhirnya kamu bisa juga dekat dengan Leeteuk hyung.” Ucap Onew sambil memaksakan senyumnya.

Stary : “Benar oppa. Aku benar2 senang bisa dekat dengan Super Junior, tapi sayang, kenapa SHINee tak diikut sertakan.”

Onew : “Kenapa memangnya? Apa kau berharap SHINee ikut?”

Stary : “Tentu saja oppa. Jadi kan kita bisa selalu dekat. Selain itu SHINee juga punya kualitas yang gag kalah hebat dari Super Junior.”

Onew tersenyum sambil menunduk. Ia tak mau Stray tahu betapa senangnya ia mendengar kata2 Stary barusan.

“PLETAK!!!!!”

Stary : “Oppa…….!!!!!!!!”

Onew : “Aku harus segera pergi. berusahalah semampumu. Tunjukkan yang terbaik. Fighting.”

Stary : “Ne araso oppa. Hati2 di jalan ya.”

Tanpa terasa sebulan telah berlalu. Para member EG (Empire Girls) pun telah mulai dekat dengan para sunbaenya. Dan ternyata, beberapa dari mereka telah mulae saling jatuh cinta.

Pearl menjadi sangat dekat dengan Hankyung. Setiap waktu istirahat, mereka selalu nampak berdua di pojok ruangan. Entah apa yang sebenarnya mereka bicarakan, tapi mereka terlihat semakin dekat dari hari ke hari. Mungkin karena mereka sama2 berasal dari luar Korea sehingga merasa senasib seperjuangan.

Cherry juga mulai dekat dengan Heechul, tapi kedekatan mereka sedikit aneh. Benar2 perpaduan golongan darah AB. Mereka lebih sering terlihat bertengkar dan saling mengejek, tapi setelah itu mereka bisa tertawa bersama.

Barbie dan Yesung sering menghabiskan waktu berlatih vocal bersama. Mereka juga suka bermain bersama takkoma bersama. Mirip seperti ayah, ibu, dan anaknya *takkoma* ^^.

Jangmi juga selain suka berlatih drum dengan Siwon, mereka suka pergi makan malam bersama. Dan sepertinya mereka bukan hanya dekat, melainkan sudah menjadi sepasang kekasih.

Stary yang dari awal memang mengagumi Leeteuk, belum berani menunjukkan perasaannya kepadanya. Ia benar2 menghormati Leeteuk sebagai sunbaenya. Apalagi Leeteuk selalu akrab dan baik pada semua orang. Jdi Stary tidak mau berlebihan mengaggumi Leeteuk.

Dan manager EG Cho Hanbyeol, diam2 menyukai Kangin. Tapi karena dia sangat professional dengan pekerjaannya, ia belajar bagaimana harus menjaga perasaan dan sikapnya kepada Kangin. Ia tentu saja tidak mau mati di tangan ELF. Maklum saja, dia kan hanya seorang manager, jika ia juga merupakan serang Idol, pasti akan ada fans yang akan melindunginya. Tapi, sebenarnya Kangin juga menaruh hati terhadap Manager Cho. Ia kagum atas sikap dan cara kerja Manager Cho yang sangat sigap. Belum pernah ia melihat wanita setangguh Manager Cho.

Suatu siang di ruang latihan.

Leeteuk : “Stary, bagaimana? Apakah kalian sudah siap? Sebulan lagi kalian akan debut. Dan sepertinya kalian akan cepat terkenal. Sekarang saja nama kalian yang paling banyak dicari di searching engine.”

Stary : “Mau tak mau kami harus siap oppa. Terimakasih oppa karena bersedia membantu kami.”

Leeteuk : “Sama2. kami hanya menjalankan tugas kami. Lagi pula, kalian juga banyak membantu kami belajar bahasa inggris.”

Lalu tiba2 yang lainnya berkumpul dan duduk ngobrol bersama, layaknya sebuah keluarga.

Ryeowook : “Wah,,, aku sudah tak sabar lagi ingin debut di Amerika.”

Donghae : “Benar. Aku sudah tak sabar menunjukkan kemahiran ku berbahasa Inggris.”

Kibum : “Sok sekali kamu hyung, padahal Cuma tahu nice weather doank.”

Semua tertawa terbahak-bahak.

Donghae : “Itu kan Eunhyuk, bukan aku.”

Eunhyuk : “Tapi itu kan dulu. Sekarang aku sudah lenih mahir. Ini karena Pearl mengajari ku dengan baik.”

Pearl : “Ah,,, tapi aku tak yakin dengan kemampuan mu oppa. Mengajarimu lebih sulit dari belajar dance. Malah lebih mudah mengajari Hankyung oppa.”

Semuanya kembali tertawa.

Kikyo : “Benar2. ketika Eunhyuk oppa berbicara dalam bahasa inggris, ia terdengar seperti orang mabuk.”

Rose : “Bagi ku bahasa inggris Eunhyuk oppa terdengar seperti bahasa planet lain. Kekekekekekeke…….”

Kangin : “yah begitulah kalau monkey berbahasa inggris.”

*Kasiaan Eunhyukie, selalu aja jadi bulan2annya para member*

Eunhyuk : “Yak, hyung!!!!!!. Bahasa inggris mu malah seperti bahasa racoon.” Eunhyuk mencoba melawan.

Siwon : “Sudah lah, kenapa kalian meributkan hal sepele seperti ini?”

Cherry : “Biarkan saja mereka oppa. Mereka terlihat lucu.”

Baerbie : “Eunhyukie oppa, sepertinya kau lebih cocok menjadi seorang comedian daripada seorang idol. Melihat wajahmu saja aku sudah ingin tertawa.”

Kyuhyun : “Benar hyung, ajak juga Yesung hyung.”

Yesung : “Yak……. Mengapa kau mengikut-ikutkan ku? Aku memang terlahir sebagai seorang penyanyi, jadi aku akan mengikuti takdir ku.”

Stary : “Benar2. Yesung hyung mempunyai suara yang bagus. Saying kepalanya terlalu besar. Hehehehehehehehehehe………..”

Heechul : “Bukankah sudah aku katakan agar kau mengoprasi kepalamu agar ukurannya lebih kecil.”

Hankyung : “Kenapa tidak kau saja yang mengoprasi kepalamu agar system sarafmu menjadi normal.”

Heechul : “Haissshhhh….. kenapa kau malah mengejek ku?”

Leeteuk : “Jangan marah Heechul~shi. Bukankah memang begitu adanya. Wakakakakakaakakkkkkk….”

Sungmin : “Hehehehehe….. sudah2. bagaimana kalau kita bermain game saja? Dari pada kita ribut2.”

Leeteuk : “OK. Ide yang bagus. Tapi, kita mau main apa nih?”

Stary : “Bagaiman kalau kita bermain let’s learn English. Sekalian mengetes kemampuan bahasa inggris kalian.”

Kangin : “Ne. sudah lama kita tak memainkan permainan itu. Terakhir kali kita memainnkannya waktu jaman full house.”

Hankyung : “Kalau begitu, ayo kita main.”

Akhirnya mereka menghabiskan waktu istirahat mereka dengan bermain bersama sampai jam makan siang pun tiba.

Kangin : “Dimana manager cho?? Dari tadi tidak dating-datang juga??”

Stary : “Hayoooo…… ada apa nih antara Kangin oppa dan manager eonnie???”

Kangin : “Yak!!!! Apa maksud mu?? Aku hanya kelaparan menunggu manager kalian membawakan makan siang kita.”

Pearl : “Salah oppa sendiri, mengapa menyuruh manager kami? Bukankah oppa joga punya manager sendiri??”

Leeteuk : “Kamgin-yah, kau menunggu makanannya atau memang tak sabar ingin beetemu dengan mananger cho?”

Siwon : “Wah, nampaknya hyung khawatir yah?”

Kangin : “Dasar kau anak kecil, sudah tutup saja mulut mu itu!”

Rose : “Kyaaaa… muka Kangin oppa kenapa jadi merah begitu???”

Merekapun tertawa dengan puasnya karena dapat mengolok-olok Kangin.

Manager Cho : Annyeong~~~~ mianhae, kalian pasti sudah lama menunggu. Ini makan siang kalian.”

Heechul : “Youngwoon, itu manager Cho sudah pulang. Ayo cepat katakana saja!!!!”

Manager Cho : “Loh, katakana apa?? Sebenarnya ada apa ini???” ia kebingungan dan menatap satu persatu orang yang ada dalam ruangan tersebut.

Kangin : “Tidak ada apa-apa kok. Benar.” Kangin menegaskan.

Yesung : “Katanya tadi kau mau bilang sesuatu pada Manager Cho kalau ia sudah sudah pulang. Itu sekarang dia sudah ada di depan mata mu, kenapa kau hanya diam saja?”

Kangin : YAK!!!!! Kenapa kalian dari tadi terus mengolok-ngolok ku??”

Sekali lagi riuh tawa terdengar dari ruangan tersebut.

Leeteuk : “sudahlah Kangin-yah, kami kan hanya bercanda.”

Kangin hanya cemberut.

Hankyung : “Ayo, lebih baik kita makan saja. Nanti jajangmyunnya jadi tidak enak lagi.”

All : “Jajangmyun~~~~~ serang~~~~~”

Akhirnya setelah semua memegang seporsi jajangmyun, barulah suasana ruangan tersebut menjadi tenang. Namun tiba-tiba saja disaat semuanya sedang asik menyantap jajangmyun, ada sesuatu yang merusak suasana.

Barbie : “uhummmm…. Bau apa ini?”

Cherry : “Loh, kok tiba-tiba jadi bau gini? Ini bukan bau dari jajangmyun kan?” ucapnya sambil menciumi bau jajangmyun di tangannya.”

Sungmin : “Iya, bau banget nih.”

Lalu saat Kikyo menatap kearah Donghae…..

Kikyo : “Kkkkyyyyaaaaa……. Donghae oppa kentut. Pergi, pergi, pergi!!!!” ucapnya sambil mendorong-dorong Donghae.

Donghae : “Mianhae, kelepasan. Gag sengaja.”

Shindong : “Kau ini. Kenapa kau selalu buang gas tiap kita makan? Kebiasaan baget sih kamu”

Eunhyuk : “Yak!!! Apa kau mau meracuni kami dengan bau itu??”

Ryeowook : “Hyung juga bau kok.” Ucapnya dengan polosnya.

Eunhyuk : “Kau….. bukannya membelaku.”

Kibum : :Sudahlah hyung, memang begitu kenyataannya,”

Dan ramailah ruangan itu dengan tawa.

Begitulah hari-hari mereka jalani bersama, penuh canda dan tawa. Apalagi bagi Stary yang bisa semakin dekat dengan Leeteuk tanpa menyadari bahwa Onew sangat merindukannya. Stary kini mulai menjauh darinya. Dan walaupun saat bersama, Stary selalu menceritakan kedekatannya dengan Leeteuk. Ingin rasanya Onew mengatakan bahwa ia mencintai Stary. Namun ia tak mau bila perasaannya ini malah akan membuat Stary semakin jauh darinya. Untuk saat ini, bagi Onew adalah kebahagiaan Stary adalah kebahagiaannya juga. Onew hanya ingin melihat Stary selalu tertawa, karena tawa itu lah yang menjadi obat lelah bagi Onew ditengah aktivitasnya bersama SHINee.

Disisi lain, kedekatannya dengan Leeteuk membuatnya mulai jatuh cinta padanya. Senyum, tawa, tingkah laku, dan cara berfikir Leeteuk membuat Stary semakin mengagguminya. Tapi, ia juga tak mampu mengutarakan perasaannya. Ia merasa kalau ia membutuhkan waktu lagi untuk meyakini perasaannya, karena ia juga tak tahu bagaimana persaannya Leeteuk padanya. Apakah kebaikan dan perhatian yang Leeteuk berikan padanya adalah wujud kasih sayang seorang kakak kepada seorang adik atau kasih sayang seorang pria kepada seorang wanita.

SUPER JUNIOR TRIP – KYUHYUN’S PART

Saat Super Junior mendapat jatah libur satu minggu dari SME, Kyuhyun menggunakan kesempatan ini untuk berlibur ke luar negri, ke Australia.

Setelah melalui perjalan selama berjam-jam, sampailah Kyu di Australia.

Kyuhyun : “Ah,,, akhirnya aku sampai juga. Hmmmm….. sudah jam 9 malam, aku harus ke hotel dulu sebelum pergi jalan-jalan. Aku harus istirahat dan mengumpulkan tenaga ku untuk besok. Jaaahhh,,, aku benar-benar tidak sabar untuk melihat kangguru dan koala. Pasti mereka sangat lucu jika dilihat secara langsung ^^ .”

Akhirnya Kyu meyewa sebuah taxi bandara dan segera melaju ke hotel tempat Kyu menginap Sydney Hotel. Selama di perjalanan, pikiran Kyu terus berselancar, berpetualang dari satu tempat ke tempat yang lain; Red Centre, Gordon River, Blue Mountain, kangaroo Island, Opra House, dll. Tanpa sadar, akhirnya Kyu sampai juga di hotel.

Sesampainya di kamar hotel 0302 lantai 13, Kyu merebahkan badannya di atas kasur. Lama dipandanginya suasana di kamar dan sekitar hotel.

Kyuhyun : “Benar-benar berbeda dengan Korea.”

Tiba-tiba ia teringat akan sesuatu.

Kyuhyun : “Ah, aku baru ingat, para hyung menyuruhku untuk segera menelepon mereka sesampainya aku di Australia.”

Kemudian Kyu menekan sebuah nomor handphone dari telepon hotel.

Kyuhyun : “Anyeonghaseo, hyung, aku sudah sampai.”

Leeteuk : “ja,,,,, apakah kau sampai dengan selamat???”

Kyuhyun : “Selamat tanpa kurang apapun.”

Leeteuk : “Baguslah, jaga dirimu baik-baik disana.”

Kyuhyun : “Baik hyung. Hyung, kau dimana??? Mengapa terdengar ramai sekali di belakangmu???”

Kangin : “Ya,, Kyuhyun ah, jangan lupa oleh-oleh untuk hyung mu ini ya!!”

Kyuhyun : “Ah, Kangin hyung. Aku akan membelikan mu oleh-oleh di pasar Korea saja seperti yang Hyukjae hyung lakukan saat ia pergi ke Paris.”

Eunhyuk : “Yak!!!! Itu benar-benar oleh-oleh dari Paris.”

Sungmin : “Kyu, tolong bawakan hyung Koala yang lucu ya???”

Kyuhyun : “Apa hyung mau menggendong Koala itu kemana-mana??”

Heechul : “Yakk, sebentar lagi kan Teukie hyung akan wajib militer, jadi Sungmin berencana menjadikan Koala itu sebagai pengganti Teuki hyung agar super Junior tetap ber13.”

All : “kekekekekekekekekekeke………..”

Leeteuk : “Sudahlah Kyu, jangan dengarkan mereka. yang penting kau jaga dirimu baik-baik dan nikmati liburanmu.”

Kyuhyun : “Ne hyung. Kamsahamnida.”

Setelah obrolannya di telepon dengan para hyungnya, akhirnya Kyuhyun memejamkan matanya dan tertidur.

Keesokan harinya, tepat jam tujuh malam, Kyu sudah siap dengan kemeja putih dan celana panjangnya menanti di lobi hotel. Malam itu ia akan mengunjungi Opera House dengan ditemani seseorang dari travel. Ia tidak ingin hal bodoh menimpanya seperti tersesat atau tertipu oleh orang lokal seperti yang Eunhyuk alami ketika pergi ke Paris.

Dalam perjalannya ke Opra House, ia membaca selebaran yang terdapat di dalam mobil.

Kyuhyun : “Pertunjukan drama musikal oleh Ejhu. Nama yang unik. Sepertinya aku akan menonton pertunjukan yang ini saja.”

Sesampainya di Opra House, Kyu langsung menuju ruangan pertunjukan. Ia sengaja memilih duduk di tengah agar ia bisa dengan leluasa melihat para pemain dan dengan jelas mendengar lagu yang dinyanyikan.

Ketika pertunjukan berlangsung, Kyu menikmatinya dengan tanpa komentar. Dan betapa terpananya dia akan suara aktris utama pertunjukan kali ini, Ejhu. Suara Ejhu sangat halus dan lembut. Tehnil vocalnya sempurna. Sungguh sura yang sangat bagus, apa lagi jika bisa berduet dengan Kyu.

Setelah pertunjukan selesai hingga sampai di hotel pun, Kyu ,masih terngiang-ngiang akan suara Ejhu. Ia benar-benar telah terhipnotis dan terpesona akan suara Ejhu.

Kyuhyun : “Ah,,, benar-benar suara yang indah. Andai saja ia orang Korea, aku akan mengajaknya bergabung di SME dan menjadi partner duet ku.”

***

Hari ke-3 liburan Kyu di habiskan dengan berenag di hotel. Kemudian ia pergi untuk makan siang di sebuah café di Paddington. Saat tengan asik menikmati makan siangnya di sebuah café yang sangat ramai itu, tiba-tiba Kyu dikejutkan oleh sesosok wanita.

Ejhu : “Maaf, bolehkan aku duduk disini? Tidak ada tempat lagi yang tersisa.”

Hampir saja Kyu tersedak. Betapa kagetnya ia melihat si pemilih suara lembut yang ia kagumi kini berada di depannya dan berbicara dengannya.

Kyuhyun : “Ia, silahkan.”

Lama mereka terdiam dan hanya sibuk dengan makan sianknya, samapi ketika Kyu selesai makan, ia memulai sebuah percakapan dengan Ejhu. Percakapan yang menjadi awal kedekatan mereka.

@@@@@

Setelah pertemuan tak diduga di café tersebut, Kyu menjadi dekat dengan Ejhu. Disela-sela kesibukan Ejhu latihan, ia menemani Kyu jalan-jalan di Australia. Mereka menghabiskan waktu bersama ke Rock Markets, Kangaroo Island melihat burung pelican berwarna merah muda, singa laut yang berjemur di pantai, penguin, mencoba wine dan masih banyak lagi.

Dan atas usul Ejhu, mereka pergi mengunjungi Red Centre.

Kyuhyun : “Mengapa kau menyarankan ku untuk mengunjungi tempat ini? Apa keistimewaan tempat ini?”

Ejhu : “Bukankah kau ingin melihat kangguru dan Koala di alama terbuka? Disinilah tempatnya. Disini merupakan tempat penduduk local Australia suku Aborigin.”

Kyuhyun : “Benarkah aku bisa melihat kangguru dan koala secara langsung? Aku akan banyak mengambil foto. Sungmin hyung pasti suka dengan gambar koala yang akan ku ambil nanti.”

Ejhu : “hyung?? Apa itu hyung??”

Kyuhyun : “Hyung adalah pangilan untuk kakak laki-laki oleh adik laki-laki.”

Ejhu : “Oh,, ternyata seperti itu. Kyu, lihat disebelah sana, ada kangguru dengan anaknya.” Ucap Ejhu sambil menunjuk kearah kangguru tersebut.

Kyuhyun : “Wah,, itu benar-benar kangguru.”

Kyu sangat antusias dengan apa yang dilihatnya di Red Centre. Seharian ia berfoto-foto ria dengan koala yang nempel terus di pohon. Ia sangat senang dengan perjalannya hari itu. Perjalanan terakhirnya dengan Ejhu, karnena lusa pagi ia sudah harus kembali ke Korea.

$$$$$

Keesokan harinya Kyu menelepon Ehju.

Kyuhyun : “Halo Ejhu, apakah besok malam kau ada acara?”

Ejhu : “Tidak. Ada apa Kyu? Apa kau ingin aku temani ke suatu tempat?”

Kyuhyun : “Ah, no. Aku ingin mengajakmu makan malam. Besok pagi aku akan kembali ke Korea?”

Ejhu : “What?? Secepat itu kah??”

Sepertinya Ejhu merasa kecewa akan kepergian Kyu kembali ke Korea. Kedekatan mereka selama beberapa hari ini memberi kesan berarti kepada Ejhu. Ia menyadari bahwa ia mulai menyukai Kyu.

Kyuhyun : “Yes. Aku hanya punya waktu satu minggu untuk berlibur. Banyak pekerjaan yang menunggu ku di Korea. Jadi, maukah besok kau makan malam dengan ku di café tempat kita bertemu pertama kali??”

Ejhu : “Ok. Kita berjumpa besok.”

Kyu mempersiapkan dengan matang acara makan malamnya dengan Ejhu. Ia memesan sebuah meja yang sama yang ditempatinya saat pertama kali makan bersama Ejhu di café tersebut. Menu istimewa, wine, serta para musisi café tersebut sudah di siapkan oleh Kyu. Ini akan menjadi makan malam terindah dalam hidupnya.

&&&&&

Betapa resahnya Kyu menanti Ejhu di meja makan mereka. tak henti-hentinya Kyu menatap kea rah arloji Guess’nya dengan motif tanda tanya.

Kyuhyun : “Ah, baru pukul 07.45. Kenapa aku jadi gugup seperti ini ya??”

Ia melihat disekitarnya. Mendatangi pelayan, memastikan apakah semuanya sudah siap. Tak lama kemudian wanita yang Kyu nanti-nantipun datang.

Ejhu : “Helo Kyu, apakah kau sudah lama menunggu?”

Kyuhyun : “Tidak, aku juga baru sampai.”

Setelah memesan makanan, mereka berdua makan dengan perasaan yang canggung. Terlihat dari mata Kyu bahwa ada yang ingin diucapkannya kepada Ejhu, namun tak berani dikatakannya. Dan Ejhu, dia terus menatap Kyu dengan rasa kecewa, kecewa karena Kyu harus segera pergi kembali ke Korea.

Ditengah kecanggungan mereka, datanglah seorang pelayan membawakan sebuah tart kearah meja Kyu dan Ejhu.

Ejhu : “What’s this?”

Kyuhyun : “Hari ini adalah hari ulang tahun ku. Dan aku mengundang mu kemari untuk merayakannya bersama ku.”

Ejhu : “Kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya bahwa hari adalah hari ulang tahun mu? Aku bahkan tidak membawa hadiah untuk mu.”

Kyuhyun : :It’s Ok, kehadiran mu sudah menjadi hadiah untu ku.”

Ejhu : “Kyu, Happy Birthday. Ayo tiup lilinya dan ucapkan sebuah permohonan.”

Kyu lalu meniup lilin dengan angka 22 dan kemudian memejamkan matanya. Kyu memngucapkan sebuah permohonan.

Ejhu : “Apa yang kau minta Kyu?”

Kyuhyun : “Itu rahasia.” Ucap Kyu sambil mengerlingkan matanya.

Ejhu : “Kau memang senang sekali mengodaku.”

Kyuhyun : “Ejhu, maukah kau bernyanyi bersamaku?”

Belum sempat Ejhu memjawab, Kyu sudah menyodorkan sebuah mic kepadanya.

Ejhu : “Baiklah, sebuah hadiah dari ku. Tapi apa yang akan kita nyanyikan?”

Tanpa menjawab, Kyu langsung bernyanyi diiringi dentingan piano.

Kyuhyun : “I can show you the world, shining, shimmering, splendid~~~~~~~~~~~~~”

Kyu dan Ejhu berduet lagu A Whole New World dengan sangat apiknya. Entah karena jiwa penyanyi mereka atau memang karena perasaan mereka masing-masing, mereka begitu menjiwai lagu tersebut. Seluruh pengunjung café terpesona dengan duet Kyu dan Ejhu malam itu.

*****

Pukul 10 pagi di bandara, Kyu menatap dalam keaarah Ejhu. Ia ingin megatakan persaanya pada Ejhu, tapi tertahan dibibirnya. Begitu juga dengan Ejhu. Matanya berkaca-kaca melihat Kyu. Ia sebenarnya tidak ingin Kyu pergi. ia ingin bersama Kyu lebih lama lagi.

Ejhu : “Kyu, jika kau punya waktu, jangan lupa hubungi aku ya.”

Kyuhyun : “Aku pasti akan menghubungi mu. Aku tidak akan pernah lupa untuk menghubungi mu. Aku janji.”

Kemudian Kyu memeluk Ejhu dengan sangat erat untuk melampiaskan segala persaannya.

Dan ketika Kyu harus beranjak pergi, ditemani dengan lambaian tangan ia meneriakkan sebuah kata kepada Ejhu.

Kyuhyun : “EJHU JOHAE!!!!!!!!!!!!”

Ejhu hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada Kyu. Walaupun ia tak mengerti denga apa yang Kyu teriakkan padanya, tapi melihat Kyu berteriak denga sangat gembira, Ejhu merasakan bahwa hal tersebut pasti hal yang sangat menbahagiakan untuk Kyu dan untuknya pastinya.

Kyuhyun : “I wish I could see you again Ejhu an make you be my girl friend.”

Semoga saja doa Kyu terkabul.

Amiennnn……..!

By: Stary