The Shadow of The Rainbow part 2

Leeteuk?????

Bukankah itu artinya “special”????

Sespecial apakah dia hingga dia mendapatkan nama ini????

HyunYoung kemudian berjalan pulang ke Apartemennya. Apartemen yang sudah disediakan oleh Ayahnya. Ia benar2 tak habis berfikir mengapa ayahnya tega mengirimnya ke Seoul. Ia hanya berkonsentrasi dengan hobby menyanyi, menari dan acting, sehingga nilai sekolahnya sedikit menurun.

HyunYoung : “Padahal nilai ku hanya sedikit menurun, tapi kenapa hukuman yang aku terima seberat ini?? Aku harus sendiri di sini, karna aku tak mingkin tinggal dengan nenek ku. Apakah Ayah sama sekali tidak menghawatirkan ku disini. Ayah benar2 tega.”

Ayah HyunYoung adalah seorang Korea yang berprofesi sebagai seorang dokter bedah di Amerika. Dan Youngie, walaupun bukan seorang gadis Korea murni, karena ibunya adalah orang Amerika, tapi ia benar2 dididik sebagai seorang Korea yang tinggal di Amerika. Ia merupakan gadis yang pintar, sehingga ia dengan mudah menyerap dua kebudayaan berbeda yang ada di keluarganya. Ia menguasai bahas inggris dan korea.sehingga, Ayahnya tidak begitu khawatir meninggalkan Youngie tinggal sendiri di Seoul.

Sesampainya di kamar apartemennya, ia, langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa.

HyunYoung : “Ah,,, baru kali ini aku menemukan Boy Band dengan jumlah anggota sebanyak ini.”

Saat ia membaca daftar track dalam Cd tersebut, matanya tertuju pada satu nama “Nick Bass”.

HyunYoung : “Apa?? Nick Bass??? Koq bisa???”

Ia benar2 tak percaya dengan apa yang telah ia baca. Nick Bass seorang koreografer ternama menciptakan tarian untuk lagu sorry, sorry.

Nick Bass sangat terkenal di Amerika, dan Youngie sangat ingin belajar tari darinya. Rasa tak percaya dan iri terus bergulir di kepalanya. Lalu ia memutuskan untuk memutar CD tersebut. Saat ia asik mendengarkan beberapa lagu yang ada dalam CD tersebut, kemudian handphonenya berdering.

“Daddy calling”

HyunYoung : “hallo, ada apa Yah????”

Daddy : “Bagaimana keadaan mu disana?? Apa kau nyaman dengan apartement yang ayah siapkan untuk mu??

HyunYoung : “Cukup lah yah.”

Daddy : “Cukup??? Apa maksud mu dengan cukup???”
HyunYoung”Aku baru belajar untuk beradaptasi disini yah.”

Daddy : “Youngie, besok kau harus ke kampus untuk mengurus pendaftaran mu. Ayah sudah bicara dengan serang teman ayah yang menjadi pengajar disana. Dia yang akan membantu mu mengurus seluruh administrasi. Dan mungkin, besok kau bisa langsung mengikuti perkuliahan,”

HyunYoung : “Baik Yah.”

Daddy : “Jaga dirimu baik2 disana, karna Ayah sibuk disini sehingga tidak bisa menelpone mu tiap hari. Jika kamu ada masalah, langsung saja bicarakan dengan Tuan JaeHoo.”

HyunYoung : “Baik yah. Tolong sampaikan salam ku pada ibu. Aku merindukannya.”

Daddy : “Kau harus bisa menunjukan yang terbaik pada Ayah, karna Ayah mengirimmu kembali ke Seoul bukan tanpa alas an. Dan suatu hari nanti, kau pasti akan mengerti. Jadi, berhentilah mengeluh dan rajinlah kau belajar dan berlatih disana.”

Kemudian telponpun terputus. Tapi Youngie terus saja memikirkan apa yang telah dikatakan oleh ayahnya.

HyunYoung : “Berlatih???? Apa yang Ayah maksud dengan berlatih???”

Hari-hari berlalu , tanpa terasa enam bulan sudah Youngie menjalani hari-harinya sebagai seorang mahasiswi jurusan broadcast. Semakin hari ia semakin menyukai super junior, terutama LeeTeuk, sang leader. Entah mengapa sejak pertama kali nama itu terngiang dalam ingatannya. Foto Leeteuk menghiasi semua kamarnya, handphone, dan setiap lembar diarynya.

Suatu hari, saat ia sedang lari pagi di sepanjang sungai Han, seseorang tak sengaja menabraknya.

Pria : “Maafkan saya. Saya tidak sengaja nona.” Ucap pria tersebut.

HyunYoung : “Ah, tidak apa-apa.”

Pria itu berlalu begitu saja dengan empat temannya yang lain.

Keesokan paginya, saat Young sedang lari pagi di tempat yang sama, seseorang menyapanya.

Pria : “Hai, bukankah kau gadis yang kemarin aku tabrak??”

Youngie tiba-tiba menghentikan langkahnya karena pria tersebut berhenti dan berdiri tepat di depan HyunYoung.

HyunYoung : “eh, masak?” Youngie mencoba mengingatnya.

“oh, kamu yang kemarin lari pagi bersama keempat temanmu itu??”

Youngie memperhatikan sekitar.

HyunYoung : “Mana teman-temanmu???”

Pria : “Hari ini aku sendiri, mereka hari ini sibuk, jadi tidak bisa menemani ku lari pagi. Nona, sebagai permintaan maaf ku atas kejadian kemarin, bagaimana kalo aku mentraktir mu secangkir kopi di kafe di depan sana??? Bagaimana???”

Walaupun ragu-ragu Youngie menerima ajakan pria tersebut. Ayahnya pernah berkata padanya tentang kebudayaan orang korea yang menjunjung tingggi kesopanan. Jadi ia terpaksa menerima ajakan orang yang tak dikenalnya itu.

Pria : “Silahkan duduk. Kau mau pesan apa???”

HyunYoung : “capuchino.”

Pria : “Baiklah, aku pesan dua capuchino.” Ucapnya pada pelayan.

Lalu pelayan pun pergi mengambilkan pesanan kami.

Pria : “Siapa namamu?”

HyunYoung : “hyunyoung himnida. Park Hyunyoung himnida.”

Pria : “Jinki Himnida, tapi p[anggil saja aku Onew. Hmmm…… apakah kau pernah melihatku sebelumnya??”

HyunYoung : “pernah. Kemarin saat kau menabrak ku.”

Onew : “hehehehe….. bukan itu maksudku. Hanya saja, sepertinya aku pernah melihatmu sebelumnya. Aishhh… aku berusaha mengingatnya, tapi aku tetap saja tidak ingat.”

Lalu entah dari mana datangnya seorang pria imut-imut datang menghampiri mereka.

Pria imut : “Hyung, ayo kita pergi.” Kata cowo imut itu.

Onew : “Kau?? Apa yang kau lakukan disini?? Bukankah…????”
Pria imut : ”Cepatlah Hyung, kita tidak ada waktu.”

Onew : “Ne, ara, ara.”

Onew dan pria itu lalu pergi sambil melambaikan tangannya. Dari kejauhan Onew berteriak kepada Youngie.

Onew : “HyunYoung, semoga kita bisa bertemu lagi.” Ia pun pergi.

Keesokan harinya di kampus, para mahasiswa semester 1 dikumpulkan dengan mahasiswa semester 3 betapa terkejutnya Youngie melihat sesosok laki2 dengan senyum terindah yang pernah ia lihat.

Ya, setelah pertemuannya dengan Onew kemarin, ia sampai tak bisa tidur dengan nyenyak. ia benar2 suka melihat senyumnya. Senyum tanpa beban. Benar2 bisa membuat orang lain yang melihatnya ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakannya.

HyunYoung  n Onew : “Kau…………”

Mereka berdua serentak mengucapkan kata tersebut kemudian saling tersenyum.

Onew : “Ah,,,, pantas saja aku merasa pernah melihat mu. Ternyata kamu adik kelas ku.”

HyunYoung : “Berarti aku harus memanggil mu sunbae donk?”

Onew : “Hahahaha….. panggil saja oppa agar telihat lebih akrab.

HyunYoung mengangguk.

HyunYoung :  “Oppa, sebenarnya mengapa kita dikumpulkan seperti ini?”

Onew : “Loh,,, jadi kamu belum tahu soal acara tahunan kampus kita yang mengadakan pensi yang dikerjakan bersama antara senior dan junior?”

HyunYoung hanya menggeleng.

Onew : “Wah, aneh, semua orang tahu acara tahunan ini. Bahkan para pelajar SMU pun tahu. Dan karena inilah mereka ingin kuliah disini, karena disini satu2nya kampus yang membiarkan mahasiswanya bebas berekpresi terhadap dunia entertain yang mereka cinta.”

HyunYoung : “Jadi seperti itu. Maklum saja aku tak tahu, aku kan dari amerika. Aku kuliah disini atas kemauan ayahku. Dia yang mengurus semuanya.”

Onew : Jadi kamu dari Amrika??? Pantas saja aksen korea mu sedikit aneh.”

HyunYoung : “Kua meledek ku oppa???” ucapnya sambil cemberut.

Onew hanya tersenyum simpul.

HyunYoung : “ Oppa, kenapa dari tadi rasanya semua orang memandang kea rah kita ya?”

Onew : “Ah, mungkin hanya perasaan mu sa. Hmmmm…… Youngie, apakah kamu merasa pernah milihatku?”

HyunYoung : “ Aku tidak mengerti dengan apa yang oppa bicarakan. Maksud oppa apa? Tentu saja aku pernah melihat mu di tepi sungai Han.”

Onew : “Bikan itu maksud ku. Aishhh,,, lupakan saja kalau begitu.”

Dari sanalah berawal kedekatan antara Onew yang HyunYoung. Mereka menjalin sebuah persahabatan. Namun HyunYoung tak menyadari siapa sebenarnya Onew. Dia tak tahu bahwa Onew adalah Leader Boy Band SHINee yang merupah hoobae dari Boy Band favoritnya, Super Junior.

Dari acara pensi tersebut, Onew melihat bahwa HyunYoung memiliki bakat yang luar biasa. Kemampuan menari dan bernyanyinya sangat bagus.

Beberapa hari setelah acara pensi tersebut, HyunYoung menerima secarik kertas di atas meja belajarnya di kelas.

FORMULIR PENDAFTARAN SM ENTERTAINMENT

Di belakang formulir tersebut terdapat secarik surat dari Onew.

“ Aku harap kamu mau ikut dalam ajang pecarian bakat ini. Aku tahu kamu memiliki kemampuan yang luar biasa. ^^”

HyunYoung hanya terdiam dan berpikir. Sebenarnya ia sangat berminat mengikuti ajang ini. Apa lagi dia masih muda. Umurnya saja baru 16 tahun. Ya, karna dia sebenarnya anak yang cerdas, ia mampu menyelesaikan sekolahnya melalui system percepatan. Tapi, ia takut, takut kalau ayahnya tak mengizinkannya.

Lalu lamunan HyunYoung pecah karana suara dering handphonenya.

HyunYoung : “Anyonghaseo. Ada apa yah?”

Daddy : “Bagaimana keadaan mu?”

HyunYoung : “Baik yah. Bagaimana keadaan kalian disana?”

Daddy : “Semua berjalan baik2 saja disini. Begini Youngie, ayah mau kau melakukan sesuatu untuk ayah.”

HyunYoung : “Apa yah?”

Daddy : “Ayah mau kau mengikuti audisi yang diadakan oleh management sahabat ayah, tuan Lee. Kalau tidak salah nama managementnya adalah SM Entertainment.”

HyunYoung : “Apa sih yang ayah katakan. Aku benar2 tidak mengerti. Bukankah ayah tidak suka melihat ku menari, menyanyi dan berakting?”

Daddy : “hahahahaha….. kau benar2 telah salah menilai ayah nak. Ayah tahu kau memiliki potensi dan bakat yang luar biasa. Kau anak ayah yang cerdas. Untuk itu lah ayah mengirim mu ke Korea agar kau bisa berlatih disana, berlatih dengan orang yang ayah percaya. Jadi, jangan kecewakan ayah. Gunakanlah kemampuan mu sendiri. Ayah tidak akan membantu mu untuk lolos dalam audisi tersebut. Ingat! Jangan permalukan ayah di depan tuan Lee karena ayah telah membangga-banggakan mu di depannya.”

Tanpa sepat berkata apa2 lagi, sambungan telpon pun terputus.

HyunYoung benar2 senang. Ternyata selama ini ia telah salah menilai ayahnya. Ternyata ayahnya sangat mengerdi dirinya dan mencintainya.

HyunYoung : “Daddy, I Love You.”

Ia pun langsung bergegas kembali ke apartemennya sambil menyanyikan lagu favoritnya “Sorry, Sorry.” Ia tak sabar mengukuti audisi tersebut, bukan karena minatnya untuk menjadi seorang entertainer, tapi karna ia ingin mewujudkan impiannya sebagai seorang ELF. Pikirannya sudah mengarah kepada super junior. Inilah kesempatan baginya untuk bisa dekat dengan idolanya. Kesempatan untuk menjadi hoobae dari super junior.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s